Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyatakan optimisme terhadap pergerakan nilai tukar rupiah di masa mendatang. Ia memprediksi posisi mata uang garuda akan kembali stabil di kisaran Rp16.200 hingga Rp16.800 per dolar AS hingga akhir tahun 2026.
Pernyataan ini muncul di tengah kondisi rupiah yang saat ini masih mengalami tekanan cukup berat. Berdasarkan data terbaru, nilai tukar mata uang dalam negeri tersebut sempat menyentuh level Rp17.660 per dolar AS.
Proyeksi Nilai Fundamental Rupiah
Perry menegaskan bahwa angka Rp16.800 merupakan batas atas dari perhitungan nilai fundamental yang telah disusun oleh bank sentral. Proyeksi ini sudah dikalkulasi sejak penyusunan APBN 2026 pada tahun sebelumnya.
Bank Indonesia sendiri menetapkan rentang nilai tukar yang dianggap wajar berdasarkan kondisi ekonomi terkini. Perry menjabarkan rincian angka fundamental tersebut secara transparan.
Berikut adalah ringkasan proyeksi nilai fundamental rupiah untuk tahun 2026:
- Batas Bawah: Rp16.200 per dolar AS.
- Nilai Rata-rata Tahunan: Rp16.500 per dolar AS.
- Batas Atas: Rp16.800 per dolar AS.
Rentang nilai ini menjadi acuan bagi otoritas moneter dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional. Perry meyakini rupiah akan bergerak di dalam koridor tersebut meskipun tantangan global terus berlanjut.
Faktor Musiman dan Intervensi Pasar
Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Jakarta, Perry menjelaskan bahwa rata-rata nilai tukar secara tahun berjalan saat ini masih berada di level Rp16.900 per dolar AS. Kondisi ini dinilai masih terkendali mengingat adanya pengaruh faktor musiman.
Biasanya, tekanan terhadap rupiah memang cenderung meningkat pada periode Mei hingga Juni. Hal ini diperparah oleh situasi geopolitik dunia yang memberikan tekanan tambahan terhadap pasar keuangan domestik.
Bank Indonesia telah menyiapkan strategi untuk menjaga stabilitas nilai tukar:
- Melakukan intervensi langsung di pasar valuta asing untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan.
- Mengantisipasi penguatan musiman yang diprediksi terjadi pada periode Juli hingga Agustus.
- Memantau secara ketat dampak konflik geopolitik terhadap arus modal keluar.
Keyakinan ini didasari oleh pola historis di mana tekanan dolar biasanya mereda setelah memasuki semester kedua. Bank Indonesia berkomitmen untuk terus mengawal agar nilai tukar tidak melampaui batas fundamental yang telah ditetapkan.
Perry menegaskan kembali bahwa sepanjang tahun 2026, stabilitas rupiah tetap menjadi prioritas utama. Dengan langkah-langkah yang terukur, ia percaya mata uang nasional akan tetap berada dalam kisaran target semula.