Grab Tambah 64 Juta Saham SUPA, Kini Resmi Kuasai 16,14 Persen di 2026

Grab Tambah 64 Juta Saham SUPA, Kini Resmi Kuasai 16,14 Persen di 2026
Foto: Grab Tambah 64 Juta Saham SUPA, Kini Resmi Kuasai 16,14 Persen di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

A5-DB Holdings Pte. Ltd., perusahaan investasi asal Singapura yang bernaung di bawah Grab, baru saja memperkuat posisinya di PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA). Grab melalui entitas tersebut menambah kepemilikan sebesar 64,02 juta lembar saham.

Transaksi ini dilakukan melalui perantara PT Mandiri Sekuritas. Dengan aksi korporasi terbaru ini, total kepemilikan saham Grab di Bank Super kini melonjak hingga menyentuh angka 16,14%.

Daftar Perubahan Saham Signifikan di Bursa Efek Indonesia

Selain pergerakan saham Grab, sejumlah investor besar juga terpantau melakukan penambahan porsi kepemilikan pada Senin (25/5). Berikut adalah rincian transaksi pembelian saham di atas 5% yang terekam di BEI:

  • PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS): PT Samuel Sekuritas Indonesia memborong 195,34 juta lembar saham hingga porsi kepemilikannya naik menjadi 15,31%.
  • PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA): PT Henan Putihrai Asset Management menambah 500 ribu lembar saham sehingga kepemilikannya kini berada di level 11,97%.
  • PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF): Dimas Wibowo resmi menjadi investor baru dengan memegang 5,05% saham setelah membeli 409,92 juta lembar.
  • PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI): PT Bakrie Capital Indonesia menambah 212,86 juta lembar saham yang membuat kepemilikannya naik ke angka 7,06%.
  • PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE): Ferry Sudjono mengoleksi tambahan 8,04 juta lembar saham yang membawa total kepemilikannya menjadi 5,23%.

Penambahan saham ini menunjukkan dinamika investasi yang aktif di berbagai sektor, mulai dari perkebunan, properti, hingga industri makanan dan minuman. Setiap transaksi tersebut dilakukan melalui perusahaan sekuritas yang berbeda-beda sesuai dengan strategi masing-masing investor.

Ringkasan Transaksi Saham Utama

Beberapa emiten juga mencatatkan perubahan struktur pemegang saham akibat aksi pelepasan aset maupun program pembelian kembali (buyback):

Emiten Investor Jenis Transaksi Posisi Saham Akhir
UNTR PT United Tractors Tbk Buyback 5,75% (Saham Treasuri)
LPKR PT Inti Anugerah Pratama Penjualan 18,88%
LPKR Primero Enterprise Ltd Pembelian 5,08%
MNCN PT Global Mediacom Tbk Penjualan 39,18%

Data di atas memperlihatkan pergeseran kepemilikan yang cukup signifikan, terutama pada PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR). Pelepasan 3,02 miliar saham oleh PT Inti Anugerah Pratama langsung diserap oleh Primero Enterprise Limited, sebuah perusahaan investasi asal Malaysia.

Sementara itu, PT United Tractors Tbk (UNTR) secara konsisten terus melakukan aksi buyback saham secara rutin melalui Bank Rakyat Indonesia. Langkah ini membuat porsi saham treasuri perusahaan alat berat tersebut kini telah mencapai angka 5,75%.

Di sektor media, PT Global Mediacom Tbk terpantau melakukan pengurangan porsi kepemilikan pada PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN). Sebanyak 42 juta lembar saham dilepas melalui MNC Sekuritas yang menyebabkan porsi sahamnya menurun tipis menjadi 39,18%.

Artikel terkait

Rekomendasi