Grab Resmi Borong 2,44 Miliar Saham SUPA Lewat GXS Bank, Aksi Korporasi Terbaru 2026

Grab Resmi Borong 2,44 Miliar Saham SUPA Lewat GXS Bank, Aksi Korporasi Terbaru 2026
Foto: Grab Resmi Borong 2,44 Miliar Saham SUPA Lewat GXS Bank, Aksi Korporasi Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Grab Holdings memperkuat posisinya di industri perbankan digital Indonesia melalui penambahan kepemilikan saham di PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA). Melalui GXS Bank Pte Ltd, sebuah bank digital hasil kolaborasi Grab dan Singtel di Singapura, sebanyak 2,44 miliar lembar saham SUPA resmi diborong.

Aksi korporasi ini tercatat dalam laporan perubahan kepemilikan saham di atas 5% di Bursa Efek Indonesia pada akhir Mei lalu. Pasca transaksi tersebut, GXS Bank kini menguasai sekitar 7,22% porsi kepemilikan di bank digital tersebut.

Langkah ekspansi ini tidak berhenti di situ saja karena investor terafiliasi lainnya, A5-DB Holdings Pte. Ltd, juga ikut menambah koleksi sahamnya. Perusahaan tersebut tercatat menyerap 47,23 juta lembar saham SUPA untuk meningkatkan posisi tawar mereka.

Secara kumulatif, berbagai entitas di bawah naungan Grab Holdings kini mengendalikan total 23,5% saham Superbank. Transaksi strategis yang melibatkan investor asing ini difasilitasi melalui perantara PT Mandiri Sekuritas.

Daftar Transaksi Saham Signifikan di Bursa Efek Indonesia

Selain pergerakan saham Superbank, pasar modal Indonesia juga mencatat sejumlah transaksi besar lainnya yang dilakukan oleh berbagai perusahaan sekuritas dan investor institusi.

Berikut adalah ringkasan pergerakan kepemilikan saham pada beberapa emiten penting:

  • PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS): PT Samuel Sekuritas Indonesia menambah kepemilikan sebanyak 224,40 juta saham, sehingga total penguasaan sahamnya mencapai 19,04%.
  • PT Esta Indonesia Tbk (NEST): Citibank N.A. resmi masuk sebagai pemegang saham baru dengan porsi 5,01% setelah membeli 206 juta lembar saham produsen sarang burung walet ini.
  • PT Pollux Properties Indonesia Tbk (POLL): Citibank N.A. juga mengakuisisi 500 juta saham pengembang properti ini, yang setara dengan 6,01% kepemilikan.
  • PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC): PT Pan Pacific Investama mempertebal porsi sahamnya dari 20,27% menjadi 27,81% melalui pembelian 887,03 juta lembar saham.

Data di atas menunjukkan dinamika investasi yang cukup aktif di berbagai sektor, mulai dari perkebunan, konsumsi, hingga properti dan keuangan. Masuknya pemodal besar seperti Citibank N.A. menandakan kepercayaan investor terhadap fundamental perusahaan tersebut.

Pergerakan Saham Sektor Logistik dan Pelayaran

Sektor jasa logistik dan pelayaran juga tidak luput dari aksi beli, khususnya pada emiten PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML). PT Sanca Griya Modalindo resmi menjadi pemegang saham baru di perusahaan ini dengan kepemilikan sebesar 5,02%.

Penambahan saham BSML juga dilakukan oleh individu, yakni Andriansyah Prayitno, yang membeli 1,31 juta lembar saham tambahan. Dengan transaksi ini, total kepemilikannya naik secara bertahap menjadi 12,96%.

Detail transaksi pada saham PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML) dapat dilihat pada tabel berikut:

Investor Aksi Jumlah Saham Kepemilikan Akhir
PT Sanca Griya Modalindo Beli 92,91 Juta 5,02%
Andriansyah Prayitno Beli 1,31 Juta 12,96%
PT Goldfive Investment Capital Jual 70.400 36,76%

Meskipun terdapat aksi beli yang cukup masif, PT Goldfive Investment Capital justru melakukan langkah berbeda dengan menjual sebagian kecil sahamnya. Namun, penjualan sebanyak 70.400 lembar tersebut tidak mengubah posisi mereka sebagai pemegang saham pengendali yang dominan.

Seluruh transaksi saham BSML ini melibatkan beberapa perusahaan sekuritas ternama seperti PT Valbury Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, serta PT NH Korindo Sekuritas Indonesia. Secara keseluruhan, pergerakan ini mencerminkan optimisme investor terhadap prospek bisnis logistik laut di tanah air.

Artikel terkait

Rekomendasi