GMFI Rancang Kuasi Reorganisasi 2026, Strategi Hapus Defisit US$512 Juta

GMFI Rancang Kuasi Reorganisasi 2026, Strategi Hapus Defisit US$512 Juta
Foto: GMFI Rancang Kuasi Reorganisasi 2026, Strategi Hapus Defisit US$512 Juta. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk. (GMFI) tengah menyusun langkah strategis untuk memperbaiki struktur keuangannya melalui mekanisme kuasi reorganisasi. Upaya ini dilakukan guna menghapus akumulasi saldo laba negatif atau defisit yang tercatat mencapai US$512,87 juta.

Berdasarkan informasi resmi yang dirilis pada Senin (25/5/2026), perusahaan yang merupakan anak usaha Garuda Indonesia ini menggunakan basis laporan keuangan konsolidasian per 31 Januari 2026. Laporan tersebut telah melalui proses audit sebagai dasar pelaksanaan aksi korporasi tersebut.

Manajemen GMFI menjelaskan bahwa emiten bengkel pesawat ini telah membukukan saldo laba negatif selama delapan tahun berturut-turut. Tren penurunan ini dimulai sejak 2018 dengan defisit sebesar US$68,39 juta, yang kemudian membengkak hingga menyentuh US$512,87 juta pada awal tahun 2026.

Penyebab utama dari performa keuangan yang tertekan ini adalah merosotnya permintaan jasa perawatan pesawat secara global akibat pandemi Covid-19. Situasi tersebut berdampak langsung pada pendapatan perusahaan yang menurun drastis di saat beban operasional tetap harus dipenuhi.

Kombinasi antara penurunan pendapatan dan biaya tetap yang tinggi mengakibatkan kinerja keuangan GMFI merosot signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini sempat membawa perusahaan ke dalam posisi ekuitas negatif yang mengancam stabilitas operasional jangka panjang.

Pihak manajemen mengungkapkan bahwa meskipun saat ini posisi ekuitas perseroan sudah kembali ke jalur positif, tantangan besar masih membayangi. Salah satu persoalan utama yang harus segera diselesaikan adalah defisit saldo laba (retained earnings deficit) yang masih sangat besar.

Menyikapi hal tersebut, Dewan Komisaris dan Direksi GMFI telah menyepakati keputusan untuk melakukan kuasi reorganisasi melalui rapat internal. Langkah ini bertujuan mengeliminasi defisit dengan memanfaatkan pos-pos ekuitas lain yang memiliki nilai positif sesuai ketentuan yang berlaku.

Proses pembersihan saldo negatif ini akan mengikuti urutan prioritas yang diatur dalam Peraturan IX.L.1 guna memastikan transparansi dan kepatuhan hukum. Terdapat beberapa komponen modal yang akan digunakan untuk menutup kerugian akumulasi tersebut secara bertahap.

Rencana alokasi pembersihan saldo laba negatif akan dilakukan melalui beberapa tahap berikut:

  • Tahap pertama melibatkan penggunaan pos agio saham senilai US$299,65 juta, sehingga menyisakan defisit sebesar US$213,31 juta.
  • Tahap kedua menggunakan selisih nilai transaksi dengan entitas antarpengendali sebesar US$1,14 juta yang menekan sisa defisit menjadi US$212,16 juta.
  • GMFI juga mengevaluasi pos ekuitas lain seperti selisih modal saham treasuri dan selisih kurs, namun komponen tersebut tidak mencukupi untuk menutup sisa kerugian.

Langkah-langkah di atas menunjukkan komitmen perusahaan untuk menyehatkan neraca keuangan mereka agar lebih menarik bagi investor. Dengan berkurangnya beban defisit, fleksibilitas keuangan GMFI diharapkan dapat meningkat di masa depan.

Mekanisme Penurunan Nilai Nominal Saham

Karena dua pos ekuitas utama belum mampu menutup seluruh akumulasi rugi, GMFI memutuskan untuk melakukan penurunan modal ditempatkan dan disetor. Mekanisme ini dijalankan dengan cara menurunkan nilai nominal saham tanpa mengurangi jumlah lembar saham yang saat ini beredar di publik.

Perubahan nilai nominal ini mencakup saham Seri A dan Seri B yang dimiliki oleh perseroan dengan perhitungan yang sangat mendalam. Penyesuaian ini diharapkan mampu menutupi sisa saldo laba negatif yang tidak terakomodasi oleh agio saham maupun transaksi entitas sepengendali.

Berikut adalah rincian perubahan nilai nominal saham yang direncanakan oleh manajemen GMFI:

Kategori Saham Nilai Nominal Lama Nilai Nominal Baru Total Nilai Sebelum Total Nilai Sesudah
Saham Seri A Rp100 Rp24 Rp2,82 Triliun Rp677,60 Miliar
Saham Seri B Rp25 Rp17 Rp7,18 Triliun Rp4,88 Triliun

Tabel tersebut merincikan bagaimana struktur permodalan perusahaan mengalami penyesuaian nilai nominal guna menyeimbangkan neraca. Secara keseluruhan, total modal dasar perseroan akan mengalami penyusutan dari angka Rp10 triliun menjadi Rp5,56 triliun setelah proses ini rampung.

Untuk modal ditempatkan dan disetor penuh, nilai saham Seri A yang awalnya US$219,01 juta akan disesuaikan menjadi US$52,56 juta. Sementara itu, nilai saham Seri B akan berubah dari US$145,04 juta menjadi US$98,63 juta sesuai dengan perhitungan kurs yang berlaku.

Jika dikalkulasikan secara total, jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh akan mengalami perubahan signifikan dari US$364,05 juta menjadi US$151,19 juta. Selisih dari penurunan nilai modal inilah yang kemudian akan dialokasikan untuk memutihkan saldo laba negatif perusahaan.

Melalui proses kuasi reorganisasi ini, sisa saldo laba negatif yang berjumlah sekitar US$212,86 juta akan dieliminasi sepenuhnya. Angka tersebut diperoleh dari akumulasi defisit awal ditambah dengan sedikit selisih pembulatan nilai nominal yang muncul selama proses kalkulasi.

Manajemen optimistis bahwa dengan bersihnya catatan saldo laba negatif, GMFI dapat memulai babak baru dalam ekspansi bisnisnya di industri aviasi. Hal ini juga menjadi sinyal positif bagi pemegang saham mengenai keseriusan perusahaan dalam melakukan transformasi keuangan menyeluruh.

Aksi korporasi ini sejalan dengan target ambisius GMFI yang membidik pendapatan hingga Rp9,62 triliun pada tahun 2026 mendatang. Dengan neraca yang lebih sehat, perusahaan diharapkan mampu menangkap peluang pertumbuhan di pasar perawatan pesawat yang mulai bangkit kembali.

Hingga kuartal I/2026, bisnis bengkel pesawat milik grup Garuda ini dilaporkan menunjukkan pertumbuhan dua digit yang menjanjikan. Tren positif ini didorong oleh bangkitnya industri penerbangan nasional dan peningkatan aktivitas armada pesawat pasca pemulihan pandemi global.

Artikel terkait

Rekomendasi