PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (AHI), perusahaan yang mengelola jaringan ritel AZKO, berhasil mencatatkan awal tahun 2026 dengan pencapaian kinerja yang sangat positif. Keberhasilan ini didorong oleh pemulihan daya beli masyarakat serta kedisiplinan perusahaan dalam menjalankan strategi operasional di lapangan.
Berdasarkan data laporan keuangan kuartal I-2026, AHI sukses meraup penjualan bersih hingga Rp 2,35 triliun, angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 10,1%. Sejalan dengan kenaikan pendapatan, laba tahun berjalan perusahaan juga melesat 18,3% menjadi Rp 163,59 miliar.
Momen penting seperti Ramadan dan Idulfitri di tahun ini memberikan dampak yang lebih signifikan dibandingkan periode sebelumnya terhadap total transaksi. Hal ini tercermin dari peningkatan kualitas belanja konsumen yang turut memperkuat posisi keuangan perusahaan secara keseluruhan.
Indikator pertumbuhan toko yang sama atau Same Store Sales Growth (SSSG) AHI tercatat berada di angka 4,3% pada tiga bulan pertama tahun 2026. Wilayah Jakarta dan Pulau Jawa menjadi kontributor utama, sementara ekspansi ke Luar Pulau Jawa juga memberikan hasil penjualan yang solid.
Potensi Pembagian Dividen yang Konsisten
Melihat fundamental perusahaan yang kian kokoh, jaringan ritel AZKO diprediksi akan melanjutkan tradisinya dalam membagikan dividen kepada para pemegang saham. Konsistensi pembagian keuntungan ini menjadi daya tarik utama bagi para investor yang mengincar pendapatan pasif dari pasar modal.
Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, menyatakan bahwa peluang AHI untuk membagikan dividen tunai tetap terbuka lebar. Hal ini didukung oleh posisi kas perusahaan yang sangat kuat serta kondisi neraca keuangan atau balance sheet yang sehat.
Abida memproyeksikan nilai dividen per saham (DPS) untuk tahun fiskal 2026 diperkirakan akan mencapai sekitar Rp 24 per saham. Estimasi ini memberikan potensi imbal hasil atau dividend yield yang cukup kompetitif, yakni di kisaran 6% bagi para investor.
Berikut adalah riwayat pembagian dividen per saham AHI dalam lima tahun terakhir:
| Tahun Buku | Nilai Dividen per Saham |
|---|---|
| 2020 | Rp 32,15 |
| 2021 | Rp 20,59 |
| 2022 | Rp 31,06 |
| 2023 | Rp 33,50 |
| 2024 | Rp 33,87 |
Data di atas menunjukkan bahwa selama lima tahun terakhir, emiten ini tidak pernah absen memberikan apresiasi kepada pemegang sahamnya. Hal ini membuktikan kemampuan manajemen dalam menjaga arus kas tetap stabil di tengah berbagai kondisi ekonomi.
Strategi Bisnis dan Rekomendasi Saham
Meskipun kondisi keuangan sedang di atas angin, Abida mengingatkan emiten berkode ACES ini untuk tetap memperkuat strategi ritel bernilai (value retail). Langkah ini penting dilakukan guna mempertahankan loyalitas pelanggan di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Beberapa strategi yang disarankan meliputi ekspansi merek AZKO dan NEKA, serta memperbanyak produk label pribadi (private label) untuk meningkatkan margin keuntungan. Selain itu, efisiensi biaya operasional dan perluasan kategori produk kebutuhan sehari-hari atau FMCG juga harus tetap menjadi fokus utama.
AHI diharapkan mampu bertransformasi menjadi ritel berbasis solusi atau solution-based retail yang lebih mendalam bagi konsumen. Tujuannya agar pelanggan mengunjungi gerai AZKO atau NEKA tidak hanya untuk belanja, tetapi juga mencari solusi kebutuhan gaya hidup hunian (home living).
Abida tetap optimistis terhadap prospek pertumbuhan AHI di tahun 2026, meskipun terdapat tantangan berupa fluktuasi kurs rupiah dan risiko daya beli. Pendapatan perusahaan pada akhir tahun diprediksi bisa naik 6,2% secara tahunan (YoY) mencapai angka Rp 9,3 triliun.
Sementara itu, laba bersih diproyeksikan tumbuh hingga 15,5% menjadi Rp 823 miliar pada penutupan tahun 2026 nanti. Peningkatan ini akan sangat bergantung pada efektivitas penambahan gerai baru serta efisiensi di seluruh lini operasional perusahaan.
Berdasarkan berbagai faktor tersebut, analis mempertahankan rekomendasi beli (buy) untuk saham ACES dengan target harga di level Rp 550 per lembar. Valuasi yang masih tergolong murah dan dividend yield yang tinggi menjadi poin krusial yang dipertimbangkan oleh analis.
Saham jaringan ritel ini dinilai memiliki karakteristik bisnis yang defensif jika dibandingkan dengan sektor konsumsi lainnya di Indonesia. Dengan fundamental yang terjaga, ACES dianggap mampu menghadapi volatilitas pasar sambil terus memberikan imbal balik yang menarik bagi investor.