PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) secara resmi menyalurkan dana sebesar Rp308,34 miliar kepada dua anak usahanya. Dana ini bersumber dari hasil Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) I Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap III Tahun 2026.
Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkuat struktur keuangan internal perusahaan melalui anak-anak usahanya. Dana tersebut dialokasikan secara spesifik untuk melunasi kewajiban keuangan kepada pihak perbankan.
Distribusi Pinjaman untuk Anak Usaha
Dua entitas yang menerima suntikan dana ini adalah PT Energi Mega Asia (EMA) dan PT Imbang Tata Alam (ITA). Keduanya mendapatkan porsi dana yang berbeda sesuai dengan kebutuhan pembayaran utang masing-masing.
EMA menerima pinjaman sebesar US$11,89 juta atau setara dengan Rp210,79 miliar. Sementara itu, ITA mendapatkan kucuran dana senilai US$5,5 juta atau sekitar Rp97,54 miliar.
Berikut adalah rincian penyaluran dana pinjaman tersebut:- PT Energi Mega Asia (EMA): Dana digunakan untuk melunasi sisa pokok utang yang dimiliki perusahaan kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).
- PT Imbang Tata Alam (ITA): Alokasi dana ditujukan untuk membayar sebagian pokok fasilitas kredit yang juga bersumber dari Bank Mandiri.
Penyaluran dana ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga hubungan baik dengan kreditur. Selain itu, langkah ini diharapkan mampu mengoptimalkan beban bunga yang ditanggung oleh grup perusahaan.
Ketentuan dan Dampak Pinjaman
Wakil Direktur Utama ENRG, Edoardus Ardianto, menyatakan bahwa transaksi ini tidak memberikan dampak negatif bagi perusahaan. Kelangsungan usaha serta kondisi hukum dan keuangan perseroan tetap terjaga dengan baik.
Edoardus juga menegaskan bahwa pemberian pinjaman kepada EMA dan ITA sudah sesuai dengan rencana awal. Hal ini telah diungkapkan sebelumnya dalam dokumen penawaran umum obligasi kepada publik.
Detail mengenai syarat dan ketentuan pinjaman internal tersebut adalah:| Komponen Ketentuan | Penjelasan |
|---|---|
| Jangka Waktu | Maksimal lima tahun sejak dana dicairkan. |
| Tingkat Bunga | 9,25% per tahun. |
| Referensi Bunga | Mengikuti bunga Obligasi Berkelanjutan I Tahap III Seri C. |
Pinjaman ini memiliki mekanisme yang terukur agar tidak mengganggu arus kas induk perusahaan. Tingkat bunga yang ditetapkan mencerminkan biaya modal yang wajar bagi perusahaan di pasar obligasi.
Sebagai informasi tambahan di sektor pasar modal, sentimen ini muncul di tengah fluktuasi indeks saham. Di sisi lain, beberapa emiten seperti ERAA juga tengah bersiap melakukan aksi korporasi berupa buyback saham senilai Rp100 miliar.