Emiten Lo Kheng Hong GJTL Resmi Tebar Dividen Rp278 Miliar di 2026

Emiten Lo Kheng Hong GJTL Resmi Tebar Dividen Rp278 Miliar di 2026
Foto: Emiten Lo Kheng Hong GJTL Resmi Tebar Dividen Rp278 Miliar di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

PT Gajah Tunggal Tbk. (GJTL), yang merupakan salah satu perusahaan dalam portofolio investasi investor kenamaan Lo Kheng Hong, telah resmi mengumumkan pembagian dividen tunai. Keputusan strategis ini diambil untuk memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham dari hasil kinerja tahun buku 2025.

Emiten produsen ban terkemuka ini mengalokasikan dana sebesar Rp278,78 miliar untuk dibagikan sebagai dividen. Jumlah tersebut setara dengan Rp80 per lembar saham yang akan diterima oleh para investor yang berhak.

Direktur Finansial PT Gajah Tunggal Tbk., Kisyuwono, menjelaskan bahwa kebijakan ini telah mendapatkan lampu hijau dari para pemegang saham. Persetujuan tersebut diberikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang berlangsung pada 22 Mei 2026.

Kisyuwono menegaskan bahwa sumber dana dividen tersebut berasal dari perolehan laba bersih perusahaan sepanjang tahun 2025. Melalui keterbukaan informasi, ia merinci total dana yang dikucurkan mencapai Rp278.784.000.000 bagi seluruh pemilik saham perusahaan.

Pihak manajemen juga telah menyusun jadwal lengkap mengenai proses distribusi keuntungan ini kepada publik. Hal ini penting agar investor dapat memperhatikan batas waktu kepemilikan saham untuk mendapatkan hak dividen.

Jadwal penting pembagian dividen GJTL tahun buku 2025 :

  • Cum Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi: 4 Juni 2026.
  • Ex Dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi: 5 Juni 2026.
  • Cum Dividen di Pasar Tunai: 8 Juni 2026.
  • Ex Dividen di Pasar Tunai: 9 Juni 2026.
  • Daftar Pemegang Saham yang Berhak (Recording Date): 8 Juni 2026.
  • Tanggal Pembayaran Dividen Tunai: 18 Juni 2026.

Bagi para investor, jadwal di atas menjadi acuan utama dalam menentukan kapan mereka harus memiliki saham GJTL di portofolio mereka. Pembayaran dividen sendiri direncanakan cair secara serentak pada pertengahan Juni 2026 mendatang.

Perubahan Manajemen dan Kepemimpinan Baru

Selain menetapkan pembagian keuntungan, agenda RUPST pada Jumat, 22 Mei 2026, juga membawa perubahan besar pada struktur kepemimpinan perusahaan. Salah satu keputusan pentingnya adalah pengangkatan Suryopratomo sebagai Presiden Direktur baru PT Gajah Tunggal Tbk.

Suryopratomo bukanlah sosok baru di ranah publik Indonesia, mengingat latar belakangnya sebagai mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura. Selain itu, ia juga dikenal luas karena rekam jejaknya yang panjang di industri media nasional.

Tidak hanya posisi direktur utama, pemegang saham juga menyepakati perombakan di jajaran dewan komisaris. Ris Sutarto dan Sugeng Rahardjo secara resmi ditunjuk untuk mengemban amanah sebagai Komisaris perseroan yang baru.

Penunjukan Suryopratomo dinilai membawa angin segar bagi perusahaan produsen ban IRC dan Zeneos ini. Riwayat pendidikannya menunjukkan ia adalah lulusan Fakultas Peternakan IPB tahun 1983 dan menyelesaikan program pascasarjana di tempat yang sama pada 1986.

Kariernya di dunia profesional sangat cemerlang, dimulai sebagai jurnalis di Harian Kompas sejak tahun 1987. Ia kemudian dipercaya menjadi Pemimpin Redaksi Kompas selama periode 2000 hingga 2008.

Setelah menjabat di redaksi, ia dipercaya memegang posisi strategis sebagai Wakil CEO Kompas Gramedia Group pada tahun 2005 hingga 2008. Pengalamannya semakin luas saat ia memutuskan bergabung dengan Metro TV.

Di stasiun televisi berita tersebut, ia menduduki posisi Direktur Pemberitaan pada 2008 hingga 2016. Puncaknya, Suryopratomo menjabat sebagai Direktur Utama Metro TV pada rentang waktu 2017 sampai 2019.

Hingga saat ini, ia pun masih aktif berkontribusi sebagai anggota Dewan Redaksi Media Group serta menjabat Komisaris di Metro TV. Penugasan diplomatiknya berakhir pada Desember 2025 setelah menjabat sebagai Duta Besar LBBP RI di Singapura sejak 2020.

Kinerja Keuangan GJTL Sepanjang Tahun 2025

Dari sisi finansial, PT Gajah Tunggal Tbk. menunjukkan performa yang cukup menarik perhatian meskipun kondisi pasar sedang dinamis. Perusahaan melaporkan total penjualan sebesar Rp17,66 triliun di sepanjang periode tahun 2025.

Angka penjualan tersebut memang tercatat mengalami sedikit koreksi jika dibandingkan dengan perolehan tahun sebelumnya. Pada tahun buku 2024, perusahaan mampu membukukan pendapatan mencapai Rp18,02 triliun.

Meskipun terdapat penurunan tipis pada nilai penjualan, perseroan justru berhasil melakukan efisiensi dan strategi yang tepat. Hal ini tercermin dari angka laba bersih yang mengalami pertumbuhan positif secara tahunan.

Ringkasan perbandingan kinerja keuangan PT Gajah Tunggal Tbk. :

Indikator Keuangan Tahun Buku 2024 Tahun Buku 2025
Total Penjualan Rp18,02 Triliun Rp17,66 Triliun
Laba Bersih Rp1,18 Triliun Rp1,24 Triliun
Dividen per Saham - Rp80

Berdasarkan tabel di atas, laba bersih GJTL naik dari Rp1,18 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp1,24 triliun pada tahun 2025. Keberhasilan menjaga profitabilitas inilah yang mendasari keputusan perusahaan untuk membagikan dividen kepada pemegang saham.

Aksi korporasi ini tentu menjadi kabar baik bagi Lo Kheng Hong, sang investor kawakan yang memang diketahui menambah porsi kepemilikannya. Pada Mei 2026, ia dikabarkan aktif memborong kembali saham GJTL dan DILD di pasar modal.

Langkah manajemen baru di bawah kepemimpinan Suryopratomo kini diharapkan mampu menghadapi tantangan geopolitik global. Fokus utama perusahaan tetap pada mitigasi risiko dan penguatan pangsa pasar ban di kancah domestik maupun internasional.

Disclaimer: Seluruh informasi dalam artikel ini disajikan untuk tujuan berita dan tidak dimaksudkan sebagai perintah jual atau beli saham. Keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab pribadi masing-masing pembaca dengan segala konsekuensi risiko yang menyertainya.

Artikel terkait

Rekomendasi