Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan langkah tegas dengan menjemput paksa mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, beserta rekan-rekannya. Tindakan ini diambil terkait dugaan keterlibatan mereka dalam kasus korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun anggaran 2025–2026.
Momen penjemputan para tersangka ini terjadi setelah tim penyidik melakukan penggeledahan di kediaman masing-masing untuk mencari bukti tambahan. Kejagung memastikan bahwa proses hukum dijalankan sesuai prosedur untuk mendalami kerugian negara dalam proyek tersebut.
Detail Penjemputan Paksa dan Lokasi Operasi
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung RI, Jefri, mengonfirmasi bahwa penjemputan dilakukan serentak di beberapa lokasi berbeda. Para tersangka langsung dibawa ke markas besar Kejaksaan Agung untuk menjalani pemeriksaan lebih intensif oleh tim penyidik.
Jefri menjelaskan bahwa saat tim melakukan penggeledahan di rumah para tersangka, penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi. "Masing-masing tersangka bersama barang bukti hasil penggeledahan segera kami bawa ke Kejaksaan Agung," tuturnya saat dikonfirmasi pada Rabu malam (3/6/2026).
Penyidik membagi tim untuk bergerak ke tiga titik lokasi yang menjadi tempat persembunyian atau kediaman para tersangka utama. Dadan Hindayana sendiri diamankan oleh petugas di kediaman pribadinya yang berlokasi di wilayah Bogor, Jawa Barat.
Selain Dadan, mantan Wakil Kepala BGN berinisial Lodewyk Pusung juga dijemput paksa oleh tim penyidik dari kediamannya. Penjemputan terhadap Lodewyk berlangsung di rumahnya yang berada di kawasan Matraman, Jakarta Timur.
Daftar lokasi penjemputan para tersangka kasus korupsi tata kelola MBG:
- Dadan Hindayana (Eks Kepala BGN): Diamankan petugas di kediaman pribadinya di wilayah Bogor, Jawa Barat.
- Lodewyk Pusung (Eks Wakil Kepala BGN): Dijemput paksa oleh penyidik di rumahnya yang terletak di daerah Matraman, Jakarta Timur.
- Sony (Pihak Swasta/Terkait): Ditemukan dan diamankan oleh tim penyidik saat berada di sebuah hotel.
Penangkapan di tiga lokasi berbeda ini menunjukkan upaya serius Kejagung dalam mengusut tuntas aliran dana dan penyimpangan dalam program gizi tersebut. Penjelasan resmi menyebutkan bahwa koordinasi tim di lapangan berjalan lancar tanpa adanya perlawanan berarti dari para tersangka.
Bukti yang Disita dan Rekaman Proses Penangkapan
Berdasarkan dokumentasi video yang dirilis oleh pihak Kejaksaan Agung, Dadan Hindayana terlihat dijemput pada waktu malam hari. Ia tampak mengenakan kaus polo berwarna hitam saat digiring oleh sejumlah penyidik menuju mobil tahanan yang sudah bersiaga.
Setibanya di Jakarta, Dadan langsung diarahkan menuju Gedung Bundar Kejagung untuk memulai proses berita acara pemeriksaan (BAP). Selain cuplikan penjemputan Dadan, rekaman tersebut juga memperlihatkan pemantauan terhadap gerak-gerik tersangka Sony sebelum akhirnya diamankan di sebuah hotel.
Informasi mengenai barang bukti yang berhasil diamankan oleh penyidik Kejaksaan Agung:
| Kategori Bukti | Jenis Barang yang Disita | Tujuan Penyitaan |
|---|---|---|
| Elektronik | Telepon genggam (HP) dan Laptop pribadi | Menelusuri jejak digital dan komunikasi para tersangka. |
| Dokumen | Berkas administrasi dan surat kontrak | Mencari bukti penyimpangan dalam tata kelola anggaran MBG. |
| Aset Lainnya | Barang bukti relevan dari kantor BGN | Memperkuat alat bukti keterlibatan pihak internal badan terkait. |
Syarief, salah satu perwakilan penyidik, menegaskan bahwa fokus penggeledahan tidak hanya menyasar rumah pribadi tetapi juga kantor resmi Badan Gizi Nasional. Seluruh dokumen dan perangkat elektronik yang disita kini sedang dalam proses digital forensik oleh tim ahli Kejaksaan.
Dugaan Korupsi dan Hubungan dengan Yayasan Terafiliasi
Penyidikan kasus ini berkembang setelah muncul temuan mengenai adanya yayasan yang diduga terafiliasi dengan Dadan dan rekan-rekannya. Yayasan tersebut diduga menerima aliran dana insentif dalam jumlah fantastis, bahkan mencapai miliaran rupiah setiap harinya dari program MBG.
Kejagung saat ini masih terus mendalami bagaimana skema distribusi keuntungan tersebut mengalir ke kantong para tersangka. Pihak berwenang juga mencermati laporan mengenai profil kekayaan para pejabat BGN yang dinilai tidak wajar sejak program ini digulirkan.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah memberikan pernyataan tegas mengenai komitmen integritas dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis ini. Pemerintah tidak segan-segan menindak tegas siapa pun yang mencoba menyalahgunakan anggaran negara demi kepentingan pribadi atau kelompok.
Purbaya Yudhi Sadewa juga sempat menyatakan kesiapannya untuk membuka transparansi data anggaran guna mendukung proses hukum yang sedang berjalan. Langkah ini diharapkan dapat memulihkan kepercayaan publik terhadap program strategis nasional yang ditujukan untuk meningkatkan gizi masyarakat tersebut.
Proses hukum terhadap Dadan Hindayana dkk kini terus bergulir dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi tambahan dari lingkungan internal BGN. Kejagung berkomitmen untuk segera melimpahkan berkas perkara ini ke pengadilan setelah seluruh alat bukti dirasa cukup kuat untuk pembuktian di persidangan.