Daftar Saham Konglomerat yang Anjlok Imbas Rebalancing MSCI dan FTSE Russell 2026

Daftar Saham Konglomerat yang Anjlok Imbas Rebalancing MSCI dan FTSE Russell 2026
Foto: Ilustrasi Daftar Saham Konglomerat yang Anjlok Imbas Rebalancing MSCI dan FTSE Russell 2026.
Ukuran teks

Sejumlah saham berkapitalisasi pasar besar mengalami tekanan cukup dalam pada awal pekan ini. Koreksi signifikan tersebut terpantau sesaat setelah pasar saham dibuka pada Senin (18/5) pagi.

Pelemahan ini terjadi sebagai respons pasar terhadap langkah penyesuaian yang dilakukan oleh penyedia indeks global, MSCI dan FTSE Russell. Pengumuman rebalancing yang dirilis pada Rabu (13/5) sebelumnya menjadi pemicu utama aksi jual investor.

Daftar Saham Konglomerat yang Merosot

Data RTI Business menunjukkan penurunan harga saham yang tajam menyasar emiten milik para konglomerat ternama. Beberapa di antaranya bahkan harus menyentuh batas Auto Reject Bawah (ARB) karena kehilangan nilai belasan persen.

Berikut adalah daftar emiten yang mencatat koreksi harga paling signifikan pada perdagangan pagi ini:

  • PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA): Saham dari Grup Sinar Mas ini merosot hingga ARB sebesar 14,98% ke posisi Rp 880 per lembar.
  • PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA): Emiten milik Prajogo Pangestu ini melemah 14,88% hingga menyentuh ARB di harga Rp 3.660.
  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Harga saham terkoreksi hingga 13,51% dan bertengger di level Rp 3.200 per saham.
  • PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN): Mencatatkan pelemahan sebesar 13,53% sehingga harganya turun ke angka Rp 735.
  • PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN): Turut mengalami tekanan dengan penurunan sebesar 6,25% ke harga Rp 3.000.

Penurunan harga pada deretan saham di atas menunjukkan dampak langsung dari perubahan bobot indeks internasional terhadap minat investor domestik maupun asing. Mayoritas emiten yang terdampak merupakan pemain besar dalam sektor energi dan industri dasar.

Penyebab Utama Rebalancing Indeks

Kelima emiten tersebut merupakan saham-saham yang diputuskan keluar dari daftar indeks MSCI berdasarkan pengumuman terbaru. Keputusan ini secara otomatis memicu penyesuaian portofolio bagi pengelola dana yang menggunakan indeks tersebut sebagai acuan.

Tabel berikut merangkum posisi emiten dalam kriteria khusus indeks global:

Nama Emiten Kode Saham Keterangan Khusus
Barito Renewables Energy BREN Kategori High Shareholding Concentration (HSC)
Dian Swastatika Sentosa DSSA Kategori High Shareholding Concentration (HSC)

Dua emiten, yakni BREN dan DSSA, masuk dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC) atau konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi. Status tersebut menjadi perhatian khusus bagi lembaga penyedia indeks internasional dalam menentukan konstituennya.

Langkah MSCI ini kabarnya akan diikuti oleh FTSE Russell yang berencana melakukan penyesuaian serupa terkait kebijakan saham HSC. Saat ini, BREN dan DSSA masih tercatat sebagai anggota dalam indeks FTSE Russell, namun posisinya kini berada dalam pantauan pasar.

Artikel terkait

Rekomendasi