Daftar 21 Saham Big Cap yang Anjlok 10% Hari Ini, Didominasi Emiten Konglomerat

Daftar 21 Saham Big Cap yang Anjlok 10% Hari Ini, Didominasi Emiten Konglomerat
Foto: Daftar 21 Saham Big Cap yang Anjlok 10% Hari Ini, Didominasi Emiten Konglomerat. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Gelombang aksi jual besar-besaran melanda Bursa Efek Indonesia pada perdagangan hari ini, Selasa (19/5/2026). Setidaknya 21 emiten dengan kapitalisasi pasar besar atau big cap di atas Rp10 triliun mencatatkan penurunan harga saham lebih dari 10 persen.

Kondisi ini memberikan tekanan berat bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus terperosok ke zona merah. Pada pembukaan sesi kedua, IHSG terpantau anjlok hingga 4,11 persen atau kehilangan 270,91 poin ke posisi 6.328,28.

Pelemahan ini membawa IHSG ke level terendah dalam lebih dari satu tahun terakhir. Akibat anjloknya indeks, kapitalisasi pasar bursa juga ikut menguap sekitar Rp415 triliun menjadi Rp11.137 triliun dibandingkan hari sebelumnya.

Berdasarkan data perdagangan, sebanyak 661 emiten ditutup melemah, sementara hanya 74 emiten yang menguat dan 80 lainnya tidak bergerak. Total nilai transaksi mencapai Rp17,72 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 2,04 juta kali.

Saham Konglomerasi Jadi Penekan Utama

Mayoritas saham yang mengalami koreksi paling dalam hari ini berasal dari grup konglomerasi besar. Beberapa di antaranya bahkan menyentuh batas Auto Rejection Bawah (ARB), termasuk PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA).

Fenomena ini cukup kontras mengingat saham-saham "konglo" sempat menjadi primadona investor pada tahun lalu karena imbal hasil yang tinggi. Namun, memasuki pertengahan tahun ini, saham-saham tersebut justru menjadi beban utama bagi pergerakan indeks.

Daftar kelompok bisnis yang sahamnya terkoreksi cukup dalam pada hari ini:

  • Grup Barito: Tiga emiten milik Prajogo Pangestu mengalami koreksi signifikan.
  • Grup Sinar Mas & Salim: Masing-masing grup menyumbang dua emiten dalam jajaran top losers.
  • Grup Bakrie & TP Rachmat: Dua emiten dari masing-masing grup ini turut mengalami tekanan jual.
  • Grup Hapsoro: Terdapat dua emiten milik Hapsoro yang tercatat melemah lebih dari 10 persen.

Daftar di atas menunjukkan bahwa tekanan jual tidak hanya menyasar satu sektor, melainkan merata pada berbagai gurita bisnis besar di Indonesia. Selain grup tersebut, beberapa saham baru seperti RLCO dan produsen plastik IMPC juga ikut terperosok.

Meskipun mengalami koreksi tajam hari ini, lima dari 21 emiten big cap tersebut sebenarnya masih mencatatkan imbal hasil positif sepanjang tahun berjalan. Namun, investor patut waspada karena valuasi sejumlah saham ini masih tergolong sangat mahal.

Berikut adalah rangkuman kondisi pasar modal pada perdagangan hari ini:

Indikator Pasar Keterangan Data
Posisi IHSG 6.328,28 (Turun 4,11%)
Kapitalisasi Pasar Rp11.137 Triliun
Jumlah Saham Melemah 661 Emiten
Nilai Transaksi Rp17,72 Triliun

Tabel ini menggambarkan betapa masifnya koreksi yang terjadi di pasar modal hari ini. Banyak saham big cap yang masih memiliki rasio PE hingga tiga digit, yang menandakan risiko investasi yang masih cukup tinggi bagi pelaku pasar.

Artikel terkait

Rekomendasi