Presiden China, Xi Jinping, menyampaikan peringatan serius kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai potensi benturan militer antara kedua negara. Hal ini berkaitan dengan penanganan isu Taiwan yang dinilai sangat sensitif oleh pihak Beijing.
Ketegangan ini mencuat di tengah kunjungan kenegaraan pertama pemimpin Amerika ke Beijing dalam hampir satu dekade terakhir. Xi Jinping menegaskan bahwa kesalahan langkah dalam menyikapi Taiwan dapat memicu konflik terbuka.
Respons Amerika Serikat Terhadap Peringatan China
Menanggapi gertakan tersebut, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, justru bersikap tenang dan cenderung mengabaikan peringatan itu. Rubio menyatakan bahwa posisi Washington terhadap Taipei tidak mengalami perubahan sama sekali.
Pernyataan tersebut disampaikan Rubio dalam sesi wawancara dengan NBC News pada Jumat (15/5/2026). Ia mendampingi Presiden Trump dalam agenda kunjungan diplomatik yang sangat krusial ini.
Ada beberapa isu utama yang menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan antara kedua pemimpin negara besar tersebut:
- Ketegangan geopolitik terkait perang di Iran.
- Perselisihan sektor perdagangan global yang belum kunjung usai.
- Status kedaulatan Taiwan yang menjadi poin paling krusial.
- Persaingan ketat dalam pengembangan teknologi Kecerdasan Buatan (AI).
Daftar di atas menunjukkan betapa kompleksnya hubungan bilateral antara Amerika Serikat dan China saat ini. Fokus utama tetap tertuju pada bagaimana kedua negara mengelola persaingan agar tidak berujung pada konfrontasi fisik.
Taiwan Sebagai Isu Paling Sensitif
Xi Jinping secara spesifik menyebut bahwa masalah Taiwan merupakan hal terpenting dalam jalinan hubungan China dan Amerika Serikat. Menurutnya, kegagalan dalam menangani isu ini secara tepat bisa membawa dampak buruk bagi stabilitas dunia.
Xi memperingatkan jika kedua pihak gagal mencapai kesepahaman, risiko bentrokan atau bahkan konflik bersenjata sangat mungkin terjadi. Hal ini ia sampaikan langsung saat berdiskusi empat mata dengan Trump di Beijing.
Namun, Rubio kembali menegaskan bahwa kebijakan Amerika Serikat mengenai Taiwan tetap konsisten. Ia menyatakan bahwa hingga pertemuan di Beijing berlangsung, tidak ada pergeseran kebijakan yang dilakukan oleh pihak Gedung Putih.
Berikut adalah ringkasan singkat mengenai posisi dan sikap kedua negara dalam pertemuan tersebut:
| Pihak | Poin Utama Peringatan / Respons |
|---|---|
| China (Xi Jinping) | Peringatan risiko konflik militer jika isu Taiwan salah ditangani. |
| Amerika Serikat (Marco Rubio) | Menegaskan kebijakan AS terhadap Taiwan tetap stabil dan tidak berubah. |
Tabel tersebut menggambarkan perbedaan sudut pandang yang masih cukup lebar antara Beijing dan Washington. Meskipun komunikasi langsung telah dilakukan, ketegangan mengenai status Taiwan tetap menjadi api dalam sekam di hubungan kedua negara.