PT Centratama Telekomunikasi Indonesia, Tbk (CENT) baru saja mengumumkan perubahan besar di jajaran manajemen puncaknya. Anak usaha EdgePoint Infrastructure ini resmi menunjuk Jacopo Rigamonti sebagai Chief Executive Officer (CEO) yang baru.
Jacopo menggantikan posisi Raymond Yan yang sebelumnya memimpin perusahaan penyedia infrastruktur digital tersebut. Selain posisi CEO, pemegang saham juga menunjuk Kania Mustikasari untuk menjabat sebagai Director dan Chief People & Corporate Affairs Officer.
Penyegaran Struktur Kepemimpinan Strategis
Perubahan struktur kepemimpinan di tubuh perseroan ini akan mulai berlaku efektif pada 1 Juli 2026 mendatang. Langkah ini diambil sebagai strategi perusahaan untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan dan menciptakan nilai jangka panjang di sektor infrastruktur digital.
Dalam tugas barunya, Jacopo Rigamonti memiliki misi untuk fokus pada aspek pertumbuhan bisnis dan penciptaan nilai tambah. Ia ditargetkan untuk memperkuat hubungan dengan pelanggan, memacu inovasi, serta memperluas jangkauan layanan Centratama di Indonesia.
Di sisi lain, Kania Mustikasari akan memegang tanggung jawab besar dalam mengembangkan organisasi perusahaan. Fokus utamanya adalah memperkuat reputasi serta posisi strategis perseroan di mata publik dan industri.
Optimisme dan Komitmen Menuju Konektivitas Global
Jacopo menyatakan rasa hormatnya atas kepercayaan baru untuk memimpin perjalanan bisnis Centratama di masa depan. Menurutnya, perusahaan telah memiliki modal momentum yang sangat kuat di berbagai lini bisnis selama beberapa tahun terakhir.
Ia berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi infrastruktur digital kelas wahid demi mendukung ambisi konektivitas nasional. Fokus utama tim adalah memberikan nilai lebih bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari mitra hingga masyarakat luas.
Dukungan penuh juga datang dari Suresh Sidhu selaku CEO EdgePoint Infrastructure terhadap kepemimpinan baru ini. Ia menilai Jacopo memiliki visi komersial yang tajam serta pemahaman industri yang mendalam untuk menjawab tantangan pasar.
Faktor pendorong utama industri telekomunikasi di Indonesia saat ini meliputi:
- Kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas internet yang lancar tanpa gangguan.
- Percepatan proses fiberisasi di berbagai wilayah Indonesia.
- Adopsi teknologi jaringan 5G yang semakin meluas.
- Ekspansi pembangunan infrastruktur digital secara masif.
Suresh meyakini bahwa di bawah kendali Jacopo, Centratama berada di posisi yang sangat kuat. Perusahaan diharapkan mampu menangkap berbagai peluang baru seiring berkembangnya teknologi komunikasi di tanah air.
Warisan Prestasi dan Rekam Jejak Raymond Yan
Masa kepemimpinan Raymond Yan telah meninggalkan jejak pertumbuhan yang sangat signifikan bagi Centratama. Ia berhasil membawa transformasi besar pada skala operasional perusahaan selama menjabat sebagai pucuk pimpinan.
Berikut adalah ringkasan pencapaian utama Centratama di bawah kepemimpinan Raymond Yan:
| Kategori Pencapaian | Detail Informasi |
|---|---|
| Jumlah Site | Meningkat pesat dari 4.600 menjadi lebih dari 11.000 site. |
| Jaringan Fiber | Berhasil digandakan hingga mencapai panjang 5.000 km. |
| Keuangan | Mencatatkan margin EBITDA tertinggi di industrinya. |
| Inovasi Teknologi | Implementasi solusi 5G In-Building Coverage di Jakarta Utara. |
Selain pencapaian di atas, Raymond juga sukses mengembangkan model bisnis baru seperti Fixed Wireless Access. Peran perusahaan dalam mendukung ekosistem 5G nasional pun semakin diperkuat selama masa jabatannya.
Penunjukan Komisaris Independen Baru
Melengkapi jajaran manajemen, perseroan juga mengumumkan penunjukan Dato' Charon Wardini bin Mokhzani sebagai Komisaris Independen. Beliau dijadwalkan mulai bertugas secara resmi pada 30 Juni 2026.
Dato' Charon bukanlah orang baru dalam dunia korporasi internasional dengan segudang pengalaman manajerial. Saat ini, ia masih aktif menjabat sebagai pimpinan di Takaful Malaysia Keluarga Berhad Group dan EXIM Bank Malaysia.
Sebelumnya, ia pernah menduduki posisi strategis sebagai Group Managing Director di MIDF serta memimpin Khazanah Research Institute. Pengalamannya juga mencakup posisi senior di CIMB Group, termasuk menjadi CEO CIMB Investment Bank Berhad.