Ketua Kelompok Fraksi Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, baru saja melakukan peninjauan langsung ke Klinik Kesehatan Ibadah Haji Indonesia (KKIH). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kualitas pelayanan medis bagi jemaah Indonesia selama musim haji 2026.
Bambang, yang juga merupakan bagian dari Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, menilai penanganan medis saat ini sudah berjalan dengan sangat baik. Ia mengapresiasi kesiapan tenaga kesehatan dalam memberikan perawatan optimal kepada para jemaah.
Evaluasi Fasilitas dan Stok Obat-obatan
Dalam kunjungannya tersebut, Bambang mencatat ada empat pasien yang sedang menjalani rawat inap di KKIH. Seluruh pasien tersebut dilaporkan mendapatkan penanganan intensif dari tim medis yang bertugas di sana.
Terkait ketersediaan logistik kesehatan, ia menyebutkan bahwa stok obat-obatan untuk musim haji tahun ini masih dalam kondisi mencukupi. Menurut datanya, persediaan tersebut terdiri dari 40 persen stok baru dan 60 persen sisa stok tahun lalu yang masih layak guna.
Bambang menegaskan bahwa kombinasi stok obat tersebut terbukti efektif dalam mendukung proses penyembuhan jemaah. Berbagai keluhan kesehatan jemaah dapat ditangani dengan cepat sehingga mereka bisa kembali beraktivitas.
Penurunan Angka Kematian Jemaah Haji
Salah satu poin penting yang disoroti oleh Timwas Haji adalah penurunan angka kematian jemaah yang cukup drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Bambang memuji kinerja tim kesehatan yang berhasil menekan risiko fatalitas di lapangan.
Hingga menjelang puncak ibadah haji, tercatat sebanyak 64 jemaah yang wafat. Jumlah ini diklaim tidak sampai 50 persen dari angka kematian pada periode yang sama di tahun lalu.
Keberhasilan ini dianggap sebagai bukti nyata bahwa sistem deteksi dini di tingkat kelompok terbang (kloter) berjalan maksimal. Pencegahan penyakit sejak dini mampu menghalangi kondisi kesehatan jemaah memburuk lebih jauh.
Kebutuhan Peningkatan Armada Ambulans
Meskipun secara umum pelayanan dinilai memuaskan, Bambang mencatat adanya kebutuhan mendesak untuk memperbarui sejumlah fasilitas kesehatan. Salah satu fokus utamanya adalah peremajaan armada ambulans yang digunakan di Arab Saudi.
Berikut adalah ringkasan kondisi armada ambulans yang tersedia saat ini:
| Kondisi Armada | Jumlah Unit | Status Operasional |
|---|---|---|
| Kondisi Baik | 15 Unit | Layak Operasi |
| Kondisi Kurang Layak | 9 Unit | Perlu Peremajaan |
Data di atas menunjukkan bahwa diperlukan penambahan dan pembaruan armada untuk tahun depan. Hal ini penting guna mengimbangi jumlah jemaah haji Indonesia yang diprediksi terus meningkat setiap tahunnya.
Selain masalah kendaraan medis, Bambang juga menyerap aspirasi terkait tantangan lainnya seperti keterbatasan jumlah tenaga pendamping. Ia juga menyoroti beberapa fasilitas kesehatan yang sudah berumur dan memerlukan penggantian unit baru.
Segala temuan dan keluhan ini akan menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah dan DPR. Tujuannya adalah memastikan perlindungan serta kenyamanan bagi seluruh jemaah haji Indonesia di masa mendatang tetap terjaga.