PT Bumi Resources Tbk (BUMI) secara resmi menyalurkan pinjaman sebesar Rp1,5 triliun kepada salah satu anak usahanya, PT Arutmin Indonesia. Dana segar ini bersumber dari hasil penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahap V Tahun 2026 yang dilakukan BUMI pada Selasa, 26 Mei lalu.
Sebelumnya, emiten tambang raksasa ini berhasil meraup total dana sebesar Rp1,83 triliun melalui penerbitan tiga seri obligasi tersebut. Surat utang ini ditawarkan kepada investor dengan tingkat kupon yang kompetitif, yakni berada di kisaran 7,5% hingga 9,05%.
Dukungan Operasional untuk Arutmin
Arutmin Indonesia merupakan entitas anak yang sangat krusial bagi BUMI dengan porsi kepemilikan saham mencapai 70%. Perusahaan ini menjadi tulang punggung operasional karena bergerak langsung di sektor pertambangan batu bara.
Berdasarkan data per September 2024, Arutmin tercatat mengelola cadangan batu bara sebesar 327 juta ton. Dengan kapasitas produksi tahunan sekitar 25 juta MT, cadangan ini diperkirakan masih bisa dieksploitasi hingga lebih dari satu dekade mendatang.
Manajemen BUMI menegaskan bahwa suntikan dana ini sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas arus kas dan operasional harian Arutmin. Hal ini dilakukan demi menjamin keberlangsungan aktivitas tambang di tengah tantangan biaya yang ada.
Rincian kontribusi dan tantangan operasional Arutmin bagi grup:
- Menyumbang hingga 83,29% terhadap total pendapatan konsolidasi BUMI.
- Memberikan kontribusi sekitar 38% terhadap laba sebelum pajak perusahaan per akhir tahun 2025.
- Memiliki tingkat stripping ratio yang cukup tinggi di angka 6-7x pada periode 2022-2024.
- Biaya operasional cenderung membengkak karena rasio pengupasan tanah tersebut lebih tinggi dari rata-rata pesaing sebesar 4-6x.
Informasi di atas menunjukkan betapa vitalnya peran Arutmin, meskipun perusahaan harus berhadapan dengan biaya operasional yang relatif lebih besar dibanding kompetitor di industrinya.
Struktur Pinjaman dan Tenor
Kesepakatan pemberian pinjaman ini sebenarnya telah ditandatangani sejak 28 April lalu dengan pagu maksimal mencapai Rp1,6 triliun. Penyaluran dana kepada Arutmin dibagi ke dalam dua skema atau tranche yang berbeda.
Berikut adalah detail pembagian skema pinjaman modal kerja tersebut:
| Kategori | Nilai Pinjaman | Suku Bunga per Tahun | Tanggal Jatuh Tempo |
|---|---|---|---|
| Tranche A | Rp640 Miliar | 7,50% + Margin 0,5% | 6 Juni 2027 |
| Tranche B | Rp960 Miliar | 8,75% + Margin 0,5% | 26 Mei 2029 |
Jadwal pembayaran kembali dari kedua tranche tersebut telah disesuaikan agar selaras dengan kewajiban BUMI kepada pemegang obligasi. Arutmin wajib melunasi pinjaman tersebut paling lambat tiga hari sebelum jatuh tempo Obligasi Seri A dan Seri B milik induk usaha.
Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat posisi keuangan Arutmin sekaligus mengamankan kinerja operasional BUMI secara keseluruhan di masa depan. Melalui dukungan modal ini, Arutmin diharapkan mampu mengoptimalkan produksi di tengah tingginya beban operasional.