BUMI Incar Dana Segar Rp1,83 Triliun Lewat Obligasi Terbaru 2026, Cek Kuponnya

BUMI Incar Dana Segar Rp1,83 Triliun Lewat Obligasi Terbaru 2026, Cek Kuponnya
Foto: BUMI Incar Dana Segar Rp1,83 Triliun Lewat Obligasi Terbaru 2026, Cek Kuponnya. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) berencana melakukan penggalangan dana sebesar Rp1,83 triliun melalui instrumen surat utang. Perusahaan akan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap V Tahun 2026 yang terbagi dalam tiga seri berbeda.

Langkah korporasi ini menawarkan tingkat kupon yang variatif bagi para investor, dengan angka tertinggi mencapai 9,05 persen. Adapun tenor atau jangka waktu investasi paling lama yang ditawarkan adalah lima tahun.

Detail Seri dan Penawaran Obligasi BUMI

Manajemen BUMI telah menetapkan rincian nilai pokok untuk setiap seri obligasi yang akan dilepas ke pasar modal. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan pendanaan perusahaan dengan profil risiko para investor.

Berikut adalah rincian penawaran obligasi berdasarkan seri yang tersedia:

  • Seri A: Ditawarkan dengan total nilai pokok sebesar Rp600 miliar.
  • Seri B: Memiliki nilai pokok yang mencapai Rp905,9 miliar.
  • Seri C: Ditawarkan dengan nilai pokok sebesar Rp333,86 miliar.

Proses penawaran umum dijadwalkan berlangsung pada 21 Mei 2026 mendatang. Setelah proses tersebut selesai, obligasi ini akan resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 29 Mei 2026.

Rencana Penggunaan Dana dan Alokasi Modal

Berdasarkan prospektus resmi, mayoritas dana hasil penerbitan obligasi atau sekitar Rp1,5 triliun akan disalurkan kepada PT Arutmin Indonesia. Dana tersebut diberikan dalam bentuk pinjaman untuk mendukung operasional entitas usaha tersebut.

Arutmin Indonesia merupakan tulang punggung bisnis batu bara milik BUMI dengan kontribusi pendapatan mencapai 83,29 persen. Selain itu, anak usaha ini juga menyumbang sekitar 38 persen terhadap total laba sebelum pajak perusahaan.

Sisa dana dari hasil aksi korporasi ini akan dialokasikan untuk memperkuat modal kerja perseroan. Biaya ini mencakup segala kebutuhan operasional sehari-hari yang menunjang aktivitas bisnis BUMI.

Dampak Terhadap Rasio Keuangan Perusahaan

Manajemen menjelaskan bahwa penerbitan obligasi ini akan menyebabkan rasio utang terhadap modal atau Debt to Equity Ratio (DER) meningkat. Angka DER BUMI diproyeksikan akan bergeser ke level 0,20 kali.

Meski mengalami kenaikan, posisi tersebut dianggap masih berada dalam batas aman dan wajar bagi perusahaan. Batasan rasio keuangan yang ditetapkan dalam fasilitas pinjaman perseroan adalah maksimal sebesar 1,50 kali.

Sebagai informasi tambahan, BUMI juga sempat menerbitkan obligasi serupa pada awal Februari 2026 senilai Rp612,75 miliar. Dana dari tahap sebelumnya tersebut digunakan untuk membayar kembali utang atau refinancing serta tambahan modal kerja.

Artikel terkait

Rekomendasi