BTN dan KAI Siapkan Hunian Dekat Stasiun, Manggarai Jadi Kota Baru 2026

BTN dan KAI Siapkan Hunian Dekat Stasiun, Manggarai Jadi Kota Baru 2026
Foto: BTN dan KAI Siapkan Hunian Dekat Stasiun, Manggarai Jadi Kota Baru 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menjalin kerja sama strategis dengan Bank Tabungan Negara (BTN) untuk menyulap kawasan Stasiun Manggarai menjadi pusat bisnis baru. Proyek hunian vertikal terpadu ini diproyeksikan bakal menjadi Central Business District (CBD) kedua di Jakarta yang menyaingi kawasan SCBD.

Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa lahan seluas 62 hektar di Manggarai akan dikembangkan secara menyeluruh. Kawasan tersebut tidak hanya akan berisi hunian, tetapi juga dilengkapi area komersial, bisnis, hingga fasilitas hiburan kelas atas.

Bobby menambahkan bahwa rencana besar ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan Manggarai menjadi pusat bisnis premium. Ke depannya, kawasan ini direncanakan memiliki hotel berbintang lima, pusat konvensi megah, serta fasilitas rekreasi eksklusif.

Pembangunan awal atau groundbreaking untuk proyek hunian di lokasi tersebut dijadwalkan mulai pada Juli 2026 mendatang. Proyek ini akan dilaksanakan oleh anak usaha KAI, yaitu PT KA Properti Manajemen, dengan target penyelesaian pada akhir tahun 2027.

Hunian vertikal ini akan menempati lahan seluas 2,1 hektar milik KAI yang lokasinya sangat strategis di tengah kota. Rencananya, akan dibangun tujuh menara apartemen setinggi 24 lantai sebagai solusi hunian terpadu bagi masyarakat.

Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, menyoroti pentingnya proyek ini bagi pekerja muda yang bekerja di jantung Jakarta. Menurutnya, selama ini banyak pekerja terpaksa tinggal jauh di kota penyangga karena tingginya harga properti di pusat kota.

Kondisi tersebut membuat biaya transportasi harian membengkak hingga mencapai 20-25 persen dari total penghasilan bulanan mereka. Kehadiran hunian di Stasiun Manggarai diharapkan dapat memangkas beban biaya hidup sekaligus mengurangi kemacetan dari wilayah penyangga.

Stasiun Manggarai dipilih karena perannya sebagai simpul transportasi tersibuk dengan volume penumpang mencapai 300.000 orang per hari. Kawasan ini menghubungkan berbagai moda transportasi mulai dari KRL Jabodetabek, LRT, kereta bandara, hingga layanan kereta jarak jauh.

Berbeda dengan konsep apartemen subsidi pada umumnya, hunian di Manggarai ini akan menawarkan unit yang lebih luas dan lega. Unit yang tersedia dirancang memiliki luas di atas 40 meter persegi untuk memberikan kenyamanan lebih bagi penghuninya.

Pembagian kategori unit hunian pada proyek TOD Manggarai:

  • Blok G: Diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan Masyarakat Berpenghasilan Tertentu (MBT) dengan total 1.210 unit.
  • Blok F: Mengusung konsep yang lebih premium dengan kapasitas yang lebih besar, yakni mencapai 3.432 unit hunian.
  • Tipe Unit: Tersedia variasi luas mulai dari tipe 36 hingga tipe 45 untuk memenuhi kebutuhan ruang keluarga.
  • Estimasi Harga: Untuk kategori MBR, harga unit dipasarkan mulai dari Rp500 juta hingga Rp630 juta untuk tipe terluas.

Target utama dari proyek hunian vertikal ini adalah generasi muda, aparatur sipil negara (ASN), pegawai BUMN, hingga karyawan swasta. Fokus utamanya adalah memfasilitasi mereka yang beraktivitas sehari-hari di pusat Jakarta agar memiliki tempat tinggal berkualitas yang dekat dengan kantor.

Proyek pengembangan kawasan Manggarai ini diharapkan tidak hanya mengubah wajah tata kota Jakarta, tetapi juga memberikan dampak efisiensi ekonomi yang signifikan bagi warganya. Melalui konsep Transit Oriented Development (TOD), mobilitas warga diharapkan menjadi lebih efektif dan efisien.

Artikel terkait

Rekomendasi