Cyrille Bollore selaku CEO Bollore dengan tegas meminta Universal Music Group (UMG) untuk tidak menerima tawaran akuisisi dari Bill Ackman. Investor miliarder tersebut sebelumnya mengajukan proposal pembelian senilai US$64 miliar atau setara Rp1.024 triliun.
Dalam rapat tahunan pemegang saham, Bollore menilai angka yang ditawarkan Ackman masih jauh di bawah nilai wajar perusahaan. Ia juga mengkritik struktur pendanaan rencana akuisisi tersebut yang dianggap tidak lazim.
Menurut Bollore, tawaran dari Pershing Square Capital Management milik Ackman tersebut tidak menggunakan modal sendiri sepenuhnya. Ia menuding Ackman justru berencana menggunakan arus kas internal milik Universal Music untuk membiayai transaksi.
Pernyataan ini menjadi sikap resmi pertama dari pemegang saham pengendali UMG terkait pendekatan yang dilakukan oleh pihak Ackman. Bollore menegaskan bahwa keluarganya tidak merasa perlu terburu-buru untuk melepas kepemilikan mereka.
Struktur Kepemilikan dan Penolakan Transaksi
Saat ini, Vincent Bollore tercatat menguasai sekitar 18,4% saham di tubuh UMG. Di sisi lain, Vivendi masih memegang porsi kepemilikan sebesar 13,4% dari total saham perusahaan musik tersebut.
Gabungan kekuatan suara dari kedua entitas ini sudah lebih dari cukup untuk menjegal rencana akuisisi apa pun. "Kami melihat harga yang diajukan sama sekali belum memiliki daya tarik," tutur Cyrille Bollore seperti dikutip dari Reuters.
Meskipun menolak tawaran saat ini, Bollore tidak menutup kemungkinan untuk menjual sebagian kecil saham di masa depan. Syarat utamanya adalah harga pasar harus mencerminkan valuasi yang jauh lebih tinggi dari posisi sekarang.
Ia memberikan gambaran bahwa pertimbangan penjualan baru akan muncul jika harga saham menyentuh angka 27 hingga 28 euro. Namun, fokus utama saat ini tetap pada pengembangan jangka panjang perusahaan di bawah manajemen sekarang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Universal Music memilih untuk tidak memberikan pernyataan resmi. Perwakilan dari Bill Ackman pun belum memberikan tanggapan terkait penolakan keras dari keluarga Bollore ini.
Kondisi Finansial Grup Bollore
Ketegasan Bollore didukung oleh kondisi keuangan grup yang sangat sehat dengan cadangan kas mencapai 5,6 miliar euro. Perusahaan juga sedang dalam proses membagikan dana sebesar 4,5 miliar euro kepada para pemegang sahamnya.
Dengan kondisi likuiditas yang melimpah, Bollore menegaskan tidak ada tekanan finansial untuk menjual aset strategis mereka. Ia justru menyatakan dukungannya terhadap langkah ekspansi yang saat ini tengah dijalankan oleh manajemen UMG.
Rincian utama dari proposal akuisisi yang diajukan oleh Bill Ackman mencakup beberapa poin berikut:
- Pembayaran dalam bentuk tunai sebesar 9,4 miliar euro sebagai bagian dari kesepakatan.
- Pemberian 0,77 saham baru untuk setiap lembar saham UMG yang dimiliki oleh investor saat ini.
- Rencana strategis untuk memindahkan pencatatan saham utama UMG dari bursa Amsterdam ke Amerika Serikat.
- Dorongan agar UMG segera menjual separuh dari total kepemilikan saham mereka di platform Spotify.
Proposal ini muncul setelah Ackman menilai bahwa pasar saat ini belum memberikan apresiasi yang layak terhadap nilai aset UMG. Namun, Bollore secara pribadi menginstruksikan manajemen Universal Music untuk segera menolak tawaran tersebut.
Profil Universal Music Group sebagai Raksasa Industri
Universal Music Group (UMG) merupakan perusahaan musik terbesar di dunia yang mengelola portofolio sangat luas. Bisnisnya mencakup label rekaman ternama, penerbitan musik global, hingga jaringan distribusi di berbagai negara.
Perusahaan ini memiliki kantor pusat korporat di Hilversum, Belanda, namun pusat operasional utamanya berada di California, Amerika Serikat. Bersama Sony Music dan Warner Music, UMG mendominasi pasar musik global sebagai salah satu dari "tiga besar" label mayor.
Berikut adalah ringkasan perjalanan dan sejarah singkat dari Universal Music Group:
| Tahun Penting | Peristiwa Bersejarah |
|---|---|
| 1924 & 1934 | Pendirian MCA dan Decca Records sebagai cikal bakal perusahaan di masa depan. |
| 1962 | MCA melakukan akuisisi terhadap divisi Decca Records di Amerika Serikat. |
| 1996 | Entitas Universal Music Group (UMG) secara resmi berdiri sebagai identitas baru. |
| 1998 & 2012 | Melakukan merger besar dengan mengakuisisi PolyGram dan label ikonik EMI. |
| 2021 | UMG resmi melantai di bursa Euronext Amsterdam setelah memisahkan diri dari Vivendi. |
Data di atas menunjukkan bagaimana UMG bertransformasi dari sekadar divisi kecil menjadi rumah bagi label-label legendaris. Nama-nama besar seperti Capitol, Def Jam, Interscope, hingga Motown kini berada di bawah naungan mereka.
Selain bisnis rekaman, UMG juga mengandalkan pendapatan dari lisensi kekayaan intelektual. Karya-karya artis mereka digunakan secara luas dalam platform streaming, film layar lebar, televisi, hingga iklan komersial di seluruh dunia.