Asri Basin diprediksi akan menjadi salah satu pusat penyimpanan karbon bawah tanah paling signifikan di wilayah Asia Pasifik. Kawasan ini diperkirakan mampu menampung hingga 2,9 gigaton CO2 dengan kapasitas pengembangan tahunan mencapai 30 juta ton CO2.
Proyeksi besar ini semakin nyata setelah PT Pertamina Hulu Energi (PHE) bersama ExxonMobil Low Carbon Solutions Indonesia Limited (EMLCSIL) sepakat memperluas kemitraan strategis. Keduanya berfokus pada pengembangan dan komersialisasi proyek Carbon Capture and Storage (CCS) Hub di Asri Basin.
Kesepakatan tersebut diformalkan melalui penandatanganan Amended and Restated Heads of Agreement (HoA) yang dilakukan baru-baru ini. Prosesi tersebut berlangsung di tengah ajang Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 di ICE BSD, Tangerang.
Langkah Strategis Menuju Komersialisasi Karbon
Melalui kerja sama ini, Pertamina dan ExxonMobil akan bersinergi melakukan serangkaian kegiatan teknis maupun bisnis yang lebih mendalam. Fokus utamanya mencakup studi teknis lanjutan serta pengembangan model bisnis yang lebih matang.
Kedua belah pihak juga akan mulai melakukan penjajakan pasar secara intensif guna mendukung sisi komersial proyek tersebut. Langkah ini diambil untuk memastikan implementasi teknologi penangkapan karbon dapat berjalan efektif di masa depan.
Sekretaris Perusahaan PHE, Hermansyah Y Nasroen, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan pilar penting dalam strategi jangka panjang perusahaan. Ia menegaskan bahwa pengembangan CCS Hub ini dirancang khusus untuk mendukung transisi energi di Indonesia melalui solusi rendah karbon.
Rencana pengembangan proyek CCS Hub Asri Basin mencakup poin-poin berikut:
- Melanjutkan penelitian teknis untuk memastikan keamanan penyimpanan karbon bawah tanah.
- Menyusun skema komersialisasi yang kompetitif di level domestik maupun regional.
- Mempercepat pembangunan ekosistem teknologi CCS yang terintegrasi di Indonesia.
- Membuka peluang bagi Indonesia untuk menjadi pemimpin layanan penyimpanan karbon di Asia Pasifik.
Hermansyah menambahkan bahwa kolaborasi dengan ExxonMobil bertujuan untuk membangun fondasi bisnis yang kuat. Keberadaan pusat penyimpanan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing Indonesia dalam penyediaan layanan lingkungan global.
Potensi Geografis dan Teknis Asri Basin
Lokasi Asri Basin dianggap sangat strategis karena kedekatannya dengan pusat-pusat industri besar di tanah air. Hal ini mempermudah akses bagi sektor industri yang membutuhkan fasilitas penyimpanan emisi karbon dalam skala besar.
Secara teknis, wilayah ini memiliki karakteristik alam yang sangat mendukung untuk dijadikan lokasi penyimpanan gas buang. Kedalaman perairannya pun tergolong ideal untuk operasional infrastruktur penunjang teknologi CCS.
Berikut adalah detail spesifikasi wilayah Asri Basin yang menjadi lokasi proyek:
| Aspek Informasi | Detail Spesifikasi |
|---|---|
| Jarak dari Jakarta | Sekitar 180 Kilometer |
| Luas Wilayah | 848 Kilometer Persegi |
| Kedalaman Perairan | 30 hingga 35 Meter |
| Formasi Geologi | Saline Aquifer dengan reservoir tebal |
Kondisi geologi Asri Basin yang memiliki formasi saline aquifer berpori sangat cocok untuk menangkap emisi CO2 secara permanen. Keunggulan fisik inilah yang membuat proyek tersebut optimis bisa mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon di Indonesia.