Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpaksa terhenti tepat sebelum memasuki masa libur dan cuti bersama Hari Raya Iduladha 2026. Indeks tercatat melemah cukup dalam sebesar 1,23 persen dan mendarat di level 6.130,19 pada penutupan perdagangan Selasa (26/5/2026).
Padahal, sebelumnya IHSG sempat menunjukkan tren positif dengan menguat selama dua hari berturut-turut. Kondisi ini menjadi titik balik setelah indeks sempat mengalami kontraksi panjang sejak tanggal 8 hingga 21 Mei lalu.
Aksi Jual Investor Asing di Bursa
Dalam kurun waktu dua hari perdagangan di pekan ini, tekanan jual dari investor mancanegara terlihat sangat masif. Tercatat, nilai penjualan bersih atau net sell oleh investor asing mencapai angka Rp3,8 triliun di seluruh pasar.
Meskipun terdapat beberapa saham yang masih dikoleksi, namun aksi lepas saham pada sejumlah emiten unggulan menjadi pemicu utama koreksi indeks. Para investor tampaknya memilih untuk mengamankan posisi sebelum pasar libur selama dua hari.
Berikut adalah daftar emiten yang paling banyak dilepas oleh investor asing selama periode perdagangan Senin dan Selasa:
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI): Mencatatkan nilai penjualan bersih sebesar Rp518,1 miliar.
- PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA): Dilepas asing dengan nilai mencapai Rp497,7 miliar.
- PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN): Mengalami aksi jual bersih senilai Rp383,2 miliar.
- PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA): Mencatatkan net foreign sell sebesar Rp295,1 miliar.
- PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN): Dilepas investor asing dengan nilai Rp278,3 miliar.
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT): Mencatatkan penjualan bersih senilai Rp275 miliar.
- PT Bumi Resources Tbk. (BUMI): Mengalami tekanan jual dari asing sebesar Rp202,5 miliar.
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA): Mencatatkan aksi lepas saham senilai Rp168 miliar.
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN): Terpantau dilepas asing dengan nilai Rp160,1 miliar.
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI): Mencatatkan nilai penjualan bersih Rp150,2 miliar.
Data di atas menunjukkan bahwa sektor perbankan dan energi menjadi fokus utama pelepasan aset oleh pemodal luar negeri. Berdasarkan rangkuman dari Indo Premier, aksi jual ini mendominasi pergerakan pasar tepat sebelum bursa ditutup untuk memperingati hari besar keagamaan.
Rangkuman Nilai Penjualan Bersih Asing
Tabel berikut merangkum 10 saham dengan nilai penjualan bersih terbesar oleh investor asing:
| Nama Emiten | Kode Saham | Nilai Net Sell (Rupiah) |
|---|---|---|
| Bank Mandiri (Persero) | BMRI | 518,1 Miliar |
| Chandra Asri Pacific | TPIA | 497,7 Miliar |
| Amman Mineral Internasional | AMMN | 383,2 Miliar |
| Bank Central Asia | BBCA | 295,1 Miliar |
| Barito Renewables Energy | BREN | 278,3 Miliar |
| Sumber Alfaria Trijaya | AMRT | 275,0 Miliar |
| Bumi Resources | BUMI | 202,5 Miliar |
| Dian Swastatika Sentosa | DSSA | 168,0 Miliar |
| Petrindo Jaya Kreasi | CUAN | 160,1 Miliar |
| Bank Rakyat Indonesia | BBRI | 150,2 Miliar |
Secara keseluruhan, daftar ini didominasi oleh perusahaan-perusahaan berkapitalisasi besar yang biasanya menjadi penggerak utama indeks. Aksi lego ini menutup bulan Mei dengan catatan yang cukup berat bagi pasar modal dalam negeri.