Ardi Bakrie Ungkap Strategi VKTR Kuasai 30% Armada Bus Listrik TransJakarta Terbaru 2026

Ardi Bakrie Ungkap Strategi VKTR Kuasai 30% Armada Bus Listrik TransJakarta Terbaru 2026
Foto: Ardi Bakrie Ungkap Strategi VKTR Kuasai 30% Armada Bus Listrik TransJakarta Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk. (VKTR) menunjukkan dominasinya dalam industri kendaraan listrik nasional dengan menguasai sekitar 30 persen armada bus listrik TransJakarta.

Hingga kuartal I/2026, emiten yang bergerak di sektor mobilitas listrik ini telah memasok sebanyak 152 unit bus dari total 500 unit armada listrik yang beroperasi di ibu kota.

Direktur Utama VKTR, A. Ardiansyah Bakrie, menjelaskan bahwa pencapaian ini didorong oleh pengiriman terbaru sebanyak 30 unit bus listrik berukuran 12 meter pada awal tahun ini.

Dengan tambahan armada tersebut, posisi VKTR semakin kuat sebagai mitra strategis dalam modernisasi transportasi publik yang ramah lingkungan di Jakarta.

Strategi Jangka Panjang dan Penguatan TKDN

Ardi Bakrie menekankan bahwa perusahaan tidak hanya mengejar pertumbuhan bisnis dalam jangka pendek, melainkan fokus pada pembangunan fondasi yang lebih kokoh.

Langkah ini dilakukan melalui penguatan ekosistem Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), penambahan kapasitas produksi, serta penyediaan layanan purnajual yang lebih lengkap.

Poin penting dalam operasional dan produksi VKTR antara lain:

  • Menjadi pemasok bus listrik satu-satunya di TransJakarta yang merakit armadanya secara lokal di Indonesia.
  • Memiliki capaian sertifikasi TKDN di atas 40 persen untuk kategori bus listrik ukuran 12 meter dan 8 meter.
  • Memperkuat kapasitas manufaktur dengan peresmian fasilitas perakitan baru melalui VKTR Sakti Industries di Magelang pada April 2026.
  • Meningkatkan daya saing produk dalam negeri guna mendukung program pemerintah dalam menekan emisi karbon.

Kehadiran pabrik baru di Jawa Tengah tersebut diharapkan dapat memenuhi permintaan pasar yang terus tumbuh terhadap kendaraan komersial berbasis energi terbarukan.

Lonjakan Performa Keuangan yang Signifikan

Tidak hanya dari segi operasional, kinerja keuangan VKTR sepanjang kuartal I/2026 juga mencatatkan pertumbuhan yang sangat impresif secara tahunan (YoY).

Penjualan bersih perusahaan melonjak hingga 58 persen berkat tingginya permintaan pasar terhadap kendaraan listrik komersial di tanah air.

Berikut adalah ringkasan data pertumbuhan kinerja keuangan VKTR pada kuartal I/2026:

Indikator Keuangan Pertumbuhan (YoY/YTD) Keterangan Utama
Penjualan Bersih Naik 58% YoY Didorong peningkatan permintaan bus listrik.
Laba Usaha Naik 832% YoY Efisiensi biaya dan manajemen operasional.
Laba Bersih Naik 98% YoY Hasil pengendalian biaya yang sangat disiplin.
Total Aset Naik 2% YTD Pertumbuhan aset secara konsisten.

Tabel di atas menggambarkan bagaimana efisiensi operasional menjadi kunci utama perusahaan dalam mempertahankan stabilitas meskipun ada fluktuasi harga energi global.

Laba usaha yang melonjak lebih dari 800 persen membuktikan kemampuan manajemen dalam menekan pengeluaran di tengah ekspansi armada yang masif.

Prospek dan Optimisme Pasar Masa Depan

Memasuki periode kuartal II/2026, manajemen VKTR merasa optimistis bahwa tren penggunaan kendaraan listrik komersial akan terus meluas dan stabil.

Salah satu pendorong utamanya adalah kenaikan harga minyak mentah dunia akibat ketegangan geopolitik global yang membuat operasional kendaraan BBM menjadi lebih mahal.

Situasi ini membuat kendaraan listrik menjadi pilihan yang jauh lebih kompetitif bagi perusahaan transportasi dari sisi total biaya kepemilikan.

Selain faktor ekonomi, kesadaran akan keberlanjutan lingkungan juga diprediksi akan terus mengerek permintaan unit bus listrik di berbagai daerah selain Jakarta.

VKTR pun siap mengambil peran lebih besar dalam transisi energi nasional melalui portofolio produk yang semakin bervariasi bagi kebutuhan publik maupun privat.

Perusahaan juga berkomitmen untuk terus berinovasi dalam hal teknologi baterai dan sistem integrasi kendaraan demi menjaga kepercayaan konsumen jangka panjang.

Artikel terkait

Rekomendasi