Panitia Pusat UTBK Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur (UPN Jatim) berhasil mengamankan seorang terduga joki pada hari pertama ujian. Peristiwa ini terjadi di tengah pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 yang berlangsung pada Selasa, 21 April 2026.
Kasus ini terungkap berkat kewaspadaan petugas di lapangan dalam memantau setiap gerak-gerik peserta yang hadir. Hal ini dilakukan demi menjaga integritas pelaksanaan seleksi masuk perguruan tinggi tersebut.
Modus Operandi Terduga Joki di UPN Jatim
Koordinator pelaksana UTBK UPN Jatim, Eka Prakarsa, menjelaskan bahwa pelaku menggunakan strategi datang terlambat untuk melancarkan aksinya. Terduga sengaja tiba di lokasi saat ujian hampir dimulai dengan raut wajah yang tampak terburu-buru.
Strategi tersebut dilakukan dengan harapan para petugas akan lengah dalam melakukan proses pengecekan dokumen dan identitas. Pelaku berharap dapat langsung masuk ke ruang ujian tanpa menjalani pemeriksaan menyeluruh karena keterbatasan waktu.
Berikut adalah beberapa taktik yang digunakan pelaku saat mencoba mengelabui petugas di lapangan:
- Datang dengan tergesa-gesa tepat sebelum waktu pengerjaan dimulai.
- Memanfaatkan situasi di mana semua peserta lain sudah berada di dalam ruangan.
- Berharap prosedur screening dan pengecekan tubuh (body checking) tidak dilakukan secara maksimal oleh pengawas.
Meskipun menggunakan berbagai cara, ketatnya sistem pengawasan di UPN Jatim membuat modus tersebut tetap berhasil diidentifikasi oleh panitia. Pihak universitas memastikan bahwa setiap peserta wajib melalui prosedur pemeriksaan yang setara tanpa terkecuali.
Kesiapan Fasilitas dan Tim Pengawas UTBK 2026
Tahun ini, UPN Jatim melayani total 10.339 peserta UTBK yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Untuk menampung jumlah tersebut, pihak kampus telah menyiapkan infrastruktur yang sangat memadai.
Terdapat sebanyak 680 unit komputer utama yang disediakan untuk setiap sesi ujian. Selain itu, panitia juga menyiagakan 10 persen komputer cadangan guna mengantisipasi adanya kendala teknis saat ujian berlangsung.
Informasi detail mengenai SDM pendukung di Pusat UTBK UPN Jatim adalah sebagai berikut:
| Kategori Petugas | Jumlah Personel |
|---|---|
| Teknisi Terlatih | 30 Orang |
| Pengawas Terlatih | 210 Orang |
Kehadiran ratusan petugas terlatih ini bertujuan untuk memastikan kelancaran teknis sekaligus memperketat pengawasan selama ujian. Hal ini menjadi bentuk komitmen kampus dalam menciptakan persaingan yang jujur bagi seluruh calon mahasiswa.
Prosedur Ketat Pemeriksaan Peserta
Berdasarkan aturan baku dari Panitia Pusat, peserta memang tetap diizinkan mengikuti ujian asalkan waktu pengerjaan belum dimulai secara resmi. Namun, setiap peserta tetap wajib melewati dua tahapan ruangan sebelum menduduki kursi ujian.
Tahap pertama dilakukan di ruang transit, di mana petugas akan melakukan pengecekan tubuh atau body checking. Setelah itu, peserta harus melalui proses verifikasi dokumen yang ketat untuk memastikan keaslian identitas mereka.
Hanya peserta yang dinyatakan lolos verifikasi di ruang transit yang diperbolehkan melangkah ke ruang ujian utama. Langkah berlapis ini terbukti efektif dalam menjaring upaya kecurangan seperti yang dilakukan oleh oknum joki tersebut.