Proses kepulangan dan perpindahan jamaah haji Indonesia dari Kota Makkah kini mulai memasuki babak baru setelah rangkaian ibadah puncak haji selesai dilaksanakan. Para jamaah secara bertahap mulai meninggalkan kota suci tersebut untuk melanjutkan agenda berikutnya.
Selain ada yang dijadwalkan pulang ke tanah air melalui Bandara Jeddah, jamaah haji gelombang kedua akan mulai bergeser ke Madinah. Rencananya, pergerakan menuju Kota Nabi tersebut akan mulai dilaksanakan pada Minggu, 7 Juni 2026.
Rencana Keberangkatan Jamaah Haji Gelombang 2
Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah PPIH Arab Saudi 2026, Ihsan Faisal, memberikan penjelasan rinci terkait skema pergerakan jamaah ini. Ia menyebutkan bahwa proses mobilisasi jamaah dari Makkah ke Madinah akan diawali pada Minggu pagi.
Berdasarkan data yang ada, setidaknya terdapat 5.499 jamaah yang tergabung dalam 14 kelompok terbang (kloter) yang akan berangkat besok. Ihsan memastikan seluruh persiapan teknis telah dikoordinasikan dengan pihak terkait di Arab Saudi.
Daftar kloter awal yang dijadwalkan berangkat ke Madinah pada hari pertama meliputi:
- Kloter JKG 18
- Kloter KJT
- Kloter JKS
- Kloter LOP
- Kloter UPG
- Kloter BTJ
- Kloter PDG
- Kloter SOC
- Lima kloter dari embarkasi Surabaya (SUB)
Daftar kloter di atas merupakan rombongan awal yang akan mengawali rangkaian perjalanan ziarah di Madinah. Keberangkatan ini menandai dimulainya fase kedua bagi jamaah haji Indonesia yang belum sempat mengunjungi Madinah sebelum puncak haji.
Prosedur Keberangkatan dan Ketentuan Waktu
Mengenai jadwal keberangkatan, otoritas setempat telah menetapkan jendela waktu operasional yang harus dipatuhi. Ihsan menjelaskan bahwa proses pemberangkatan akan dimulai sejak pagi hari hingga menjelang malam.
Pihak penyelenggara memberikan izin pemberangkatan mulai sekitar pukul 07.00 waktu setempat. Rangkaian pergerakan bus jamaah ini akan terus berlangsung hingga batas waktu terakhir pada pukul 18.00 sore.
Adapun mekanisme teknis keberangkatan jamaah diatur dalam beberapa poin berikut ini:
- Prosedur keberangkatan dari Makkah ke Madinah identik dengan proses perjalanan sebaliknya.
- Dokumen perjalanan jamaah mulai dikumpulkan oleh pihak syarikah sehari sebelum keberangkatan.
- Bus penjemput sudah harus bersiap di area hotel minimal 4 jam sebelum jadwal keberangkatan.
- Koper besar milik jamaah akan diangkut menggunakan kendaraan logistik khusus secara terpisah.
- Jamaah hanya diperkenankan membawa tas kabin atau tas tenteng ke dalam bus penumpang.
Pemisahan pengangkutan bagasi ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan lebih bagi para jamaah selama perjalanan darat. Dengan demikian, ruang di dalam bus menjadi lebih lega dan proses bongkar muat barang di lokasi tujuan menjadi lebih teratur.
Manajemen Pelayanan PPIH Arab Saudi
Pelaksanaan pergeseran jamaah ke Madinah ini dipastikan berjalan beriringan dengan proses pemulangan jamaah gelombang pertama. Sebagaimana diketahui, jamaah gelombang pertama dijadwalkan pulang ke Indonesia melalui bandara di Jeddah.
Kondisi ini menuntut kesiapan ekstra dari petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di lapangan. Tim harus bekerja secara simultan untuk melayani dua arus pergerakan jamaah yang berbeda tujuan dalam waktu yang bersamaan.
Ihsan Faisal menegaskan bahwa tim di masing-masing sektor telah melakukan pembagian tugas secara mendetail. Fokus utama mereka adalah memastikan seluruh kebutuhan jamaah terpenuhi, baik yang akan pulang maupun yang akan bergeser ke Madinah.
Tabel Pembagian Fokus Pelayanan Petugas PPIH di Makkah:
| Kategori Tugas | Fokus Pelayanan | Lokasi Tujuan Jamaah |
|---|---|---|
| Tim Layanan Kepulangan | Logistik, dokumen, dan transportasi bandara | Bandara Jeddah (Indonesia) |
| Tim Layanan Pergeseran | Akomodasi, katering, dan transportasi darat | Kota Madinah |
| Tim Sektor/Hotel | Koordinasi koper besar dan kesiapan jamaah | Titik Penjemputan di Hotel |
Tabel tersebut menggambarkan betapa kompleksnya manajemen operasional yang dilakukan oleh petugas di Makkah saat ini. Sinergi antar unit kerja menjadi kunci agar tidak terjadi keterlambatan bus atau kendala administratif lainnya.
Agenda Jamaah Selama di Madinah
Perjalanan dari Makkah ke Madinah akan menempuh waktu sekitar 6 hingga 8 jam melalui jalur darat. Selama di Madinah, jamaah gelombang kedua ini akan melaksanakan ibadah ziarah di Masjid Nabawi dan makam Rasulullah SAW.
Selain berziarah, mereka juga memiliki kesempatan untuk melaksanakan ibadah sunnah lainnya serta mengunjungi berbagai tempat bersejarah di sekitar Madinah. Fokus utama jamaah di kota ini adalah memperbanyak ibadah di Raudah bagi yang mendapatkan izin.
Pemerintah juga terus mengimbau agar jamaah tetap menjaga kondisi kesehatan meski puncak haji telah berlalu. Cuaca di Arab Saudi yang masih cukup panas menuntut jamaah untuk tetap disiplin dalam mengonsumsi air minum dan menjaga pola makan.
Dengan dimulainya pergeseran ini, Kota Makkah secara perlahan akan mulai lengang dari kehadiran jamaah asal Indonesia. Semua pihak berharap seluruh proses transisi ini berjalan lancar hingga seluruh jamaah kembali ke tanah air dengan selamat.