Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol akhirnya mengungkap asal-usul peluru nyasar yang melukai dua orang di kawasan Rektorat Universitas Negeri Padang (UNP). Berdasarkan hasil investigasi resmi, proyektil tersebut diketahui berasal dari kegiatan latihan tembak yang dilakukan prajurit TNI.
Kepala Penerangan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, Kolonel Kav Taufiq, menjelaskan bahwa insiden ini melibatkan prajurit dari Yonif Yudha Putra (YTP) 897. Saat kejadian, para prajurit tersebut memang sedang melangsungkan latihan di Lapangan Tembak Lapai.
Hasil Penyelidikan Tim Investigasi Kodam
Tim investigasi telah mengonfirmasi bahwa proyektil yang mengenai korban identik dengan amunisi yang digunakan saat latihan. Pihak TNI pun mengakui adanya keterkaitan langsung antara aktivitas di lapangan tembak dengan insiden di kampus UNP tersebut.
Beberapa detail teknis terkait senjata dan faktor penyebab yang sedang didalami oleh pihak TNI:
- Jenis Senjata: Latihan tersebut menggunakan pistol dengan kaliber 9 milimeter.
- Jarak Tempuh: Proyektil dari senjata jenis ini diketahui memiliki daya jelajah efektif hingga mencapai 1.400 meter.
- Faktor Eksternal: Tim penyelidik mengkaji pengaruh arah angin dan tingkat kelembapan udara saat latihan berlangsung.
- Posisi Penembak: Letak atau sudut posisi penembak juga menjadi poin utama dalam evaluasi lintasan peluru.
Data teknis ini sangat penting untuk memahami bagaimana peluru bisa melenceng jauh dari sasaran awal. Kolonel Taufiq menyebutkan bahwa evaluasi mendalam sedang dilakukan terhadap prosedur operasional yang berjalan saat itu.
Komitmen Hukum dan Penanganan Korban
Pihak Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol memastikan tidak akan menutup-nutupi hasil pemeriksaan jika ditemukan adanya kesalahan prosedur. Setiap personel yang terbukti lalai dalam menjalankan tugas akan menghadapi konsekuensi hukum yang tegas.
Taufiq menegaskan bahwa proses hukum akan dijalankan sesuai dengan aturan disiplin militer yang berlaku di lingkungan TNI. Selain penegakan hukum, pihak TNI juga menyatakan komitmennya untuk bertanggung jawab penuh terhadap pemulihan para korban.
Penghentian Aktivitas Latihan
Sebagai langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang, Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol mengambil kebijakan cepat. Seluruh kegiatan menembak di Lapangan Tembak Lapai saat ini telah dihentikan secara total untuk sementara waktu.
Pihak TNI kini tengah fokus mencari lokasi latihan alternatif yang memiliki standar keamanan lebih tinggi. Hal ini dilakukan demi menjamin keselamatan masyarakat sekitar dan memastikan area kampus UNP tetap kondusif bagi kegiatan akademik.
| Aspek Penyelidikan | Keterangan Detail |
|---|---|
| Asal Pasukan | Yonif Yudha Putra (YTP) 897 |
| Lokasi Kejadian | Area Rektorat UNP Padang |
| Jenis Proyektil | Kaliber 9 mm |
| Status Lapangan | Ditutup sementara untuk evaluasi |
Tabel di atas merangkum poin-poin utama terkait insiden peluru nyasar yang melibatkan latihan prajurit TNI di Padang. Langkah evaluasi menyeluruh diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi warga dan mahasiswa di masa mendatang.