Resmi, Inilah Pembagian Tugas Pimpinan BGN Usai Dadan Dicopot Prabowo 2026

Resmi, Inilah Pembagian Tugas Pimpinan BGN Usai Dadan Dicopot Prabowo 2026
Foto: Resmi, Inilah Pembagian Tugas Pimpinan BGN Usai Dadan Dicopot Prabowo 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru menggantikan posisi Dadan Hindayana.

Pasca pelantikan di Istana Kepresidenan pada Senin (8/6/2026), Nanik langsung memaparkan rincian pembagian tugas bagi dua Wakil Kepala BGN yang baru, yakni Agustina Arumsari dan Trenggono.

Struktur Kepemimpinan Baru di Badan Gizi Nasional

Penunjukan Agustina Arumsari dan Trenggono sebagai wakil membawa perubahan signifikan dalam pola manajemen internal lembaga tersebut.

Nanik menjelaskan bahwa pembagian peran ini sedikit berbeda dibandingkan masa kepemimpinan sebelumnya demi meningkatkan efektivitas kerja organisasi.

Rincian pembagian tugas pimpinan BGN adalah sebagai berikut:

  • Agustina Arumsari (Wakil Kepala BGN): Fokus utama pada pengawasan anggaran, tata kelola keuangan, dan memastikan setiap pengeluaran negara dilakukan secara teliti serta sesuai regulasi.
  • Trenggono (Wakil Kepala BGN): Fokus pada pembangunan dan pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah-wilayah strategis.

Agustina Arumsari, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BPKP, memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga integritas finansial badan ini.

Nanik menegaskan bahwa dirinya tidak akan mengambil keputusan strategis terkait anggaran tanpa adanya persetujuan dan pengawasan ketat dari Arumsari.

Langkah ini diambil guna memastikan transparansi penggunaan dana publik dalam menyukseskan program pemenuhan gizi nasional di seluruh wilayah Indonesia.

Fokus Pembangunan di Kawasan Terpencil

Sementara itu, Trenggono memiliki mandat khusus untuk mengawal operasional SPPG di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Trenggono, yang merupakan pensiunan dini dari TNI, bertugas mengawasi pembangunan infrastruktur gizi di kawasan teritorial yang hingga kini belum terjangkau layanan.

Kehadiran Trenggono diharapkan mampu mempercepat distribusi layanan gizi hingga ke pelosok negeri yang memiliki tantangan geografis cukup berat.

Berikut adalah ringkasan pembagian peran utama pejabat BGN:

Nama Pejabat Jabatan Fokus Utama Tugas
Nanik S. Deyang Kepala BGN Kepemimpinan umum dan arah kebijakan strategis organisasi.
Agustina Arumsari Wakil Kepala BGN Pengawasan keuangan, audit anggaran, dan akuntabilitas internal.
Trenggono Wakil Kepala BGN Pengembangan SPPG di wilayah 3T dan pengawalan teritorial.

Tabel tersebut menggambarkan sinergi antara aspek pengawasan keuangan yang ketat dengan aspek operasional di lapangan yang luas.

Tiga Fokus Utama Badan Gizi Nasional

Selain pembagian tugas wakilnya, Nanik juga mengungkapkan tiga agenda utama yang akan dijalankan oleh BGN di bawah instruksi Presiden Prabowo.

Fokus pertama adalah meningkatkan efisiensi anggaran secara menyeluruh tanpa mengabaikan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat luas.

Meski ada pengetatan dana, pemerintah menjamin bahwa target jumlah penerima manfaat dari program gizi nasional tidak akan mengalami pengurangan sama sekali.

Strategi efisiensi ini diwujudkan melalui kebijakan moratorium sementara terhadap pembangunan gedung atau kantor Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang baru.

Optimalisasi Fasilitas yang Sudah Tersedia

Hingga saat ini, tercatat sudah ada 27.877 titik SPPG yang telah beroperasi dan tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.

BGN akan lebih fokus mengoptimalkan kinerja puluhan ribu titik layanan yang sudah ada tersebut daripada menambah fasilitas fisik baru dalam waktu dekat.

Langkah ini diambil agar anggaran dapat dialokasikan lebih besar pada penyediaan bahan pangan bergizi langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

Beberapa catatan penting terkait langkah strategis BGN ke depan:

  • Moratorium pembangunan SPPG baru untuk menghemat anggaran operasional.
  • Pemanfaatan maksimal 27.877 titik layanan gizi yang telah eksis di lapangan.
  • Penyempurnaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tepat sasaran dan lebih efisien.
  • Pengawasan ketat terhadap setiap rupiah anggaran guna mencegah kebocoran atau praktik curang.

Kebijakan ini diambil sebagai bentuk respons cepat terhadap arahan Presiden Prabowo yang menginginkan anggaran negara digunakan secara efektif dan bersih.

Dengan kepemimpinan baru ini, BGN optimistis dapat menjalankan tugas kemanusiaan sekaligus menjaga kredibilitas institusi di mata publik dan dunia internasional.

Artikel terkait

Rekomendasi