Strategi Dual Growth PHE: Jaga Ketahanan Energi dan Transisi Hijau Terbaru 2026

Strategi Dual Growth PHE: Jaga Ketahanan Energi dan Transisi Hijau Terbaru 2026
Foto: Strategi Dual Growth PHE: Jaga Ketahanan Energi dan Transisi Hijau Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) mempertegas langkahnya dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui penerapan "Dual Growth Strategy". Strategi ini berfokus pada penguatan bisnis minyak dan gas bumi (migas) sekaligus mempercepat pengembangan energi rendah karbon.

Langkah strategis tersebut disampaikan langsung oleh pihak PHE kepada Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung. Pertemuan ini berlangsung dalam rangkaian ajang The 50th IPA Convention and Exhibition (Convex) 2026 yang digelar di ICE BSD.

Kontribusi Signifikan terhadap Produksi Migas Nasional

Direktur Manajemen Risiko PHE, Whisnu Bahriansyah, memaparkan peran besar perusahaan yang kini mengelola sekitar 27 persen blok migas di Indonesia. PHE memberikan kontribusi vital sebesar 65 persen bagi produksi minyak nasional dan 37 persen untuk produksi gas bumi.

Pada periode 2025, perusahaan berhasil mencatatkan angka produksi minyak mencapai 556.000 barel per hari (MBOPD). Sementara itu, produksi gas bumi PHE menyentuh angka 2,75 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD).

Pencapaian operasional ini tidak lepas dari aktivitas intensif yang dilakukan perusahaan sepanjang tahun tersebut. Upaya ini meliputi pengeboran 887 sumur pengembangan, ribuan kegiatan workover, serta layanan sumur di puluhan ribu titik produksi.

Rincian performa operasional PHE sepanjang tahun 2025:

  • Pengeboran sumur pengembangan: 887 titik
  • Layanan sumur (well service): 37.266 sumur
  • Kegiatan pengerjaan ulang sumur (workover): 1.288 kegiatan

Whisnu menjelaskan bahwa setiap langkah transformasi perusahaan dijalankan dengan manajemen risiko yang adaptif dan terintegrasi. Hal ini bertujuan untuk menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi masa depan energi nasional di tengah dinamika global.

Inisiatif Keberlanjutan dan Bisnis Rendah Karbon

PHE tidak hanya berorientasi pada profitabilitas, tetapi juga berkomitmen penuh pada pengelolaan risiko jangka panjang terkait transisi energi. Strategi pertumbuhan yang dijalankan diklaim seimbang antara penguatan lini migas dan pengembangan solusi rendah karbon.

Dalam aspek lingkungan, perusahaan berhasil mempertahankan peringkat MSCI ESG di level "BBB". PHE juga telah melaksanakan lebih dari 800 program tanggung jawab sosial serta mengurangi emisi karbon sebesar 1,6 juta ton CO2e.

Poin penting inisiatif keberlanjutan yang dijalankan perusahaan:

  • Peringkat ESG: Mempertahankan posisi "BBB" dari MSCI.
  • Program Sosial: Pelaksanaan 808 program CSR bagi masyarakat.
  • Reduksi Emisi: Pengurangan karbon mencapai 1.619.564 ton CO2e.
  • Teknologi Karbon: Pengembangan proyek Carbon Capture & Storage (CCS) bersama mitra internasional.

Hingga tahun 2030, PHE menargetkan kapasitas penyimpanan karbon dalam proyek CCS dan CCUS mencapai 7,3 gigaton. Salah satu proyek andalannya adalah CCS Asri Basin yang diproyeksikan memiliki potensi penyimpanan hingga 2,9 gigaton.

Capaian Strategis dan Inovasi Teknologi Masa Depan

Selama periode 2024 hingga 2025, PHE mencatatkan berbagai terobosan teknis di sejumlah wilayah kerja utama. Salah satunya adalah proyek injeksi CO2 di Sukowati yang berpotensi meningkatkan perolehan minyak hingga 19,2 juta barel.

Perusahaan juga melaporkan penemuan sumber daya baru di wilayah Tedong sebesar 108,05 juta barel setara minyak. Inovasi lain mencakup penggunaan multi stage fracturing dan injeksi steamflood pertama untuk mengoptimalkan produksi minyak.

Daftar proyek strategis dan pengembangan teknologi terbaru:

  • Pengembangan Blok Lavender: Fokus operasional di wilayah Laut Natuna Timur.
  • Implementasi Teknologi AI: Pemanfaatan kecerdasan buatan untuk efisiensi pengeboran dan manajemen aset.
  • Proyek Greenfield: Pengembangan wilayah OO-OX di ONWJ dan Akasia yang mulai berproduksi.
  • Revitalisasi Brownfield: Optimasi sumur Step Out Abab untuk meningkatkan sisa cadangan migas.

Untuk masa depan, PHE siap menggarap eksplorasi laut dalam di Natuna Timur serta pengembangan migas non-konvensional di Blok Rokan. Penggunaan teknologi kecerdasan buatan akan menjadi tulang punggung untuk memastikan operasional bawah tanah menjadi lebih akurat dan efisien.

Melalui integrasi strategi bisnis inti dan inovasi rendah karbon, PHE optimis dapat terus menjadi pilar utama energi Indonesia. Seluruh rencana strategis ini diharapkan dapat menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat luas dalam jangka panjang.

Artikel terkait

Rekomendasi