PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI), bagian dari PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), tengah menyiapkan langkah besar dalam peningkatan kapasitas produksi aluminium. Perusahaan menargetkan agar peningkatan produksi dapat sepenuhnya terealisasi pada akhir tahun 2026.
Direktur KAI, Winston K. K. Ng, menyatakan bahwa saat ini pabrik masih dalam tahap uji coba penuh sebelum benar-benar beroperasi secara komersial. "Kita sudah memulai produksi, namun ramp-up akan terjadi di akhir tahun 2026. Saat ini, hingga kuartal keempat 2026, statusnya masih dalam fase commissioning sampai akhir tahun," ujarnya pada konferensi Indonesia Critical Minerals Conference & Expo 2026 di Jakarta, seperti yang dikutip pada Sabtu (6/6/2026).
Di tengah proses memasuki tahap produksi awal ini, PT KAI juga telah aktif dalam memetakan potensi pasar sekaligus mencari calon pembeli. Namun, Winston menegaskan bahwa pengiriman komersial logistik belum dilakukan.
Artikel Terkait
- Konflik Timteng, Ekspor Aluminium RI ke AS Berpeluang Melonjak
- Risiko Hormuz Meningkat, Komoditas SDA Alami 'Super-Squeeze'
- Reli Aluminium Dunia Berpotensi Pacu Lonjakan Ekspor dari China
- Cemas Produksi China Dipangkas, Aluminium Menuju Level Tertinggi
- Guinea Mau Batasi Ekspor Bauksit, Aluminium China Siap Terdampak
Baca Juga
- Produksi Minyak OPEC Anjlok Makin Dalam Usai AS Tekan Iran
- Pakar: Masalah Kurs Bayangi Setoran PT DSI ke Penambang
- Sumur di Shale Oil Rokan Produksi 500 Bph, Kontrak Baru Disiapkan
- INDEF Sebut Ekspor SDA 1 Pintu Lewat PT DSI Berisiko Gerus PNBP
Perkembangan ini menjadi bagian dari upaya KAI dan ADMR untuk memperkuat posisi mereka dalam industri aluminium dan memanfaatkan potensi pasar yang ada. Semua mata kini tertuju pada bagaimana perusahaan akan mengelola transisi dari fase uji coba menuju produksi penuh.