Kurs Riyal ke Rupiah Hari Ini 7 Juni 2026: Dolar Tembus Rp18.000, Cek Update Terbaru

Kurs Riyal ke Rupiah Hari Ini 7 Juni 2026: Dolar Tembus Rp18.000, Cek Update Terbaru
Foto: Kurs Riyal ke Rupiah Hari Ini 7 Juni 2026: Dolar Tembus Rp18.000, Cek Update Terbaru. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Nilai tukar mata uang riyal Arab Saudi terhadap rupiah terpantau masih menunjukkan penguatan pada Minggu, 7 Juni 2026. Kondisi ini terjadi di tengah periode kepulangan jemaah haji serta fluktuasi dolar AS yang menyentuh angka Rp18.000.

Berdasarkan data terbaru, kurs riyal berada di posisi Rp4.804,76 menurut referensi Bank Indonesia. Angka ini mencerminkan tren positif mata uang Arab Saudi tersebut setelah berakhirnya puncak ibadah haji tahun 1447 H atau 2026 M.

Analisis Pergerakan Kurs Riyal Selama Musim Haji

Penguatan nilai tukar riyal dipicu oleh tingginya permintaan valuta asing dari jutaan jemaah haji di seluruh dunia. Sejak kedatangan kloter awal hingga puncak prosesi ibadah selesai, kebutuhan riyal untuk transaksi di Tanah Suci terus meningkat secara signifikan.

Jemaah haji asal Indonesia merupakan salah satu basis pengguna riyal terbesar selama musim berlangsung. Mereka memerlukan mata uang tersebut untuk berbagai keperluan, mulai dari transportasi tambahan hingga pembelian oleh-oleh bagi kerabat di tanah air.

Di sisi lain, data dari Saudi Central Bank menunjukkan angka yang sedikit berbeda untuk referensi lokal. Per Minggu, 7 Juni 2026, bank sentral Arab Saudi tersebut mencatat kurs di level Rp5.000 per riyal.

Nilai dari Saudi Central Bank ini sering kali menjadi patokan utama bagi para jemaah. Khususnya bagi mereka yang melakukan penukaran uang tunai atau transaksi elektronik secara langsung di wilayah Makkah dan Madinah.

Kondisi Kepulangan Jemaah Haji di Arab Saudi

Hingga Minggu pagi waktu setempat, aktivitas di bandara Jeddah terpantau padat oleh jadwal kepulangan jemaah. Kloter-kloter awal telah mulai diterbangkan kembali menuju berbagai embarkasi di Indonesia secara bertahap.

Sementara itu, sebagian besar jemaah haji gelombang kedua masih berada di Arab Saudi. Mereka saat ini sedang bersiap atau sudah bergeser ke Madinah untuk menjalani ibadah Arbain sebelum dijadwalkan pulang ke tanah air.

Bagi jemaah yang masih berada di Arab Saudi maupun keluarga yang ingin melakukan transaksi pengiriman uang, informasi kurs perbankan sangatlah krusial. Beberapa bank besar di Indonesia telah memperbarui daftar harga beli dan jual mereka.

Daftar lengkap kurs riyal terhadap rupiah pada beberapa bank besar di Indonesia :

Nama Perbankan Jenis Kurs Harga Beli (IDR) Harga Jual (IDR)
BCA (e-rate) Elektronik Rp4.782 Rp4.848
BCA (TT Counter) Transfer Rp4.740 Rp4.844
Bank Mandiri (Special Rate) Khusus Rp4.806 Rp4.830
Bank Mandiri (Bank Notes) Tunai Rp4.588 Rp5.003
BRI (e-rate) Elektronik Rp4.767 Rp4.851
BNI (Bank Notes) Tunai Rp4.571 Rp4.991

Tabel di atas menyajikan perbandingan harga yang berlaku di pasar perbankan domestik saat ini. Perlu dicatat bahwa setiap bank memiliki kebijakan selisih harga yang berbeda antara transaksi tunai dan non-tunai.

Detail Kurs Riyal di Berbagai Bank Nasional

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menetapkan harga beli riyal Arab Saudi sebesar Rp4.782 dan harga jual Rp4.848 untuk kategori e-rate. Data ini merujuk pada ketentuan transaksi yang berlaku sejak awal Juni 2026.

Untuk layanan melalui TT Counter, bank swasta terbesar di tanah air ini mematok harga beli senilai Rp4.740 dan jual Rp4.844. Sementara untuk fisik uang kertas (bank notes), harga belinya Rp4.705 dengan harga jual Rp4.853.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) juga memperbarui tarif penukaran valuta asing mereka. Untuk skema special rate, bank berlogo pita emas ini mematok harga beli di level Rp4.806 dan jual di Rp4.830.

Bagi nasabah yang bertransaksi melalui TT Counter di Bank Mandiri, harga beli dipatok Rp4.580 dengan harga jual Rp4.995. Menariknya, harga jual bank notes di Mandiri merupakan yang tertinggi, mencapai angka Rp5.003 per riyal.

Selanjutnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) merilis harga beli Rp4.767 dan jual Rp4.851 untuk kategori e-rate. Bank pelat merah ini terus menyesuaikan harga seiring tingginya aktivitas nasabah di sektor haji.

Untuk layanan TT Counter, BRI menetapkan harga beli sedikit lebih rendah yaitu Rp4.762 per riyal. Sementara itu, posisi harga jual untuk kategori yang sama dipatok pada angka Rp4.852.

Terakhir, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) mencatat harga beli special rate di angka Rp4.791. Untuk posisi harga jual pada kategori yang sama, BNI menetapkan nilai sebesar Rp4.824 per riyal.

Pada layanan bank notes atau uang fisik, BNI memberikan harga beli Rp4.571 dan harga jual Rp4.991. Perbedaan harga di tiap bank ini dipengaruhi oleh ketersediaan stok valuta serta kebijakan margin masing-masing institusi.

Isu Terkait Pelaksanaan Haji 2026

Selain persoalan nilai tukar, terdapat beberapa isu krusial yang mewarnai musim haji tahun ini. Salah satunya adalah usulan skema tanazul dari otoritas Arab Saudi untuk mengurangi kepadatan jemaah di Mina.

Arab Saudi menyarankan agar sekitar 50% jemaah haji Indonesia mengikuti program tanazul atau kembali ke hotel lebih awal. Langkah ini dianggap mendesak guna meminimalisir risiko keamanan di area tenda Mina yang sangat terbatas.

Poin penting lain terkait kebijakan dan penegakan hukum haji di Arab Saudi :

  • Distribusi Daging Dam: Negara penerima manfaat mencakup wilayah konflik dan kemiskinan seperti Palestina hingga Yordania.
  • Penindakan Haji Ilegal: Kepolisian Arab Saudi bertindak tegas terhadap oknum yang menawarkan jasa haji tanpa izin resmi.
  • Kasus WNI: Sebanyak 24 warga negara Indonesia sempat diamankan karena terlibat dalam kasus haji ilegal dan badal haji yang tidak terdaftar.
  • Ketentuan Syariah: Pemerintah Saudi menekankan pentingnya mengikuti prosedur resmi demi menjaga keabsahan dan keselamatan ibadah jemaah.

Daftar poin di atas merangkum dinamika yang terjadi di lapangan selama operasional haji berlangsung. Ketegasan pemerintah setempat bertujuan agar pelayanan terhadap jemaah resmi tidak terganggu oleh keberadaan oknum ilegal.

Situasi pasar keuangan global saat ini, termasuk pelemahan rupiah terhadap dolar AS, tetap menjadi faktor yang mempengaruhi biaya hidup jemaah. Meskipun demikian, stabilitas kurs riyal di level tertentu diharapkan dapat membantu perencanaan finansial para jemaah.

Para pengamat ekonomi menyarankan agar jemaah dan keluarga tetap memantau pergerakan kurs secara berkala. Hal ini penting untuk mendapatkan nilai penukaran terbaik di tengah fluktuasi ekonomi yang dinamis pada pertengahan tahun 2026 ini.

Artikel terkait

Rekomendasi