Kisah Inspiratif Penyandang Disabilitas di Pati Bangun Usaha Jahit Mandiri 2026

Kisah Inspiratif Penyandang Disabilitas di Pati Bangun Usaha Jahit Mandiri 2026
Foto: Kisah Inspiratif Penyandang Disabilitas di Pati Bangun Usaha Jahit Mandiri 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Kisah inspiratif datang dari Supriyono, seorang penyandang disabilitas asal Pati, Jawa Tengah, yang berhasil mengubah hidupnya melalui dunia jahit-menjahit. Meski awalnya sempat merasa rendah diri, kini ia sukses membangun kemandirian ekonomi bagi keluarganya.

Kementerian Sosial melalui Sentra Margo Laras Pati memberikan dukungan penuh untuk meningkatkan kepercayaan diri kelompok disabilitas seperti Supriyono. Pelatihan kerja ini menjadi fondasi utama bagi para penyandang disabilitas fisik untuk kembali produktif dan berkarya di tengah masyarakat.

Transformasi Supriyono dari Ragu Menjadi Mandiri

Supriyono merupakan penyandang disabilitas fisik akibat penyakit polio yang dideritanya. Pada awalnya, ia mengaku sempat merasa malu jika harus berprofesi sebagai seorang penjahit dan ingin mencari pekerjaan lain.

"Dulu pikiran saya, kalau bisa jangan kerja jahit," ungkap Supriyono mengenang masa lalunya. Namun, perjalanan hidup justru membawanya mendalami bidang yang sempat ia hindari tersebut sejak tahun 2010 silam.

Ia mulai mengasah keterampilannya saat bekerja di usaha konveksi Wisnu Tailor yang berlokasi di Kudus, Jawa Tengah. Di sana, Supriyono banyak belajar secara langsung dari para penjahit senior yang jauh lebih berpengalaman darinya.

Sebelum mantap menjadi wirausaha, ia bahkan sempat menjajal profesi sebagai staf administrasi dan desainer infografis menggunakan aplikasi AutoCAD selama setahun. Namun, berbagai pengalaman itu justru menyadarkannya bahwa menjahit adalah aset keterampilan paling berharga yang ia miliki.

Dukungan Kementerian Sosial dan Berdirinya Kaxyon Tailor

Titik balik dalam hidup Supriyono terjadi pada tahun 2021 saat ia bergabung dengan program layanan rehabilitasi sosial. Ia mengikuti pelatihan vokasional menjahit selama enam bulan yang diselenggarakan oleh Sentra Margo Laras Pati.

Pelatihan intensif ini tidak hanya mempertajam teknik menjahitnya, tetapi juga memperkuat mentalitasnya untuk berani membuka usaha sendiri. Dari sinilah lahir "Kaxyon Tailor", sebuah bengkel jahit mandiri yang kini menjadi sumber penghasilan utamanya.

Layanan dan tarif yang ditawarkan oleh Kaxyon Tailor antara lain:

  • Jasa permak pakaian dengan berbagai tingkat kesulitan.
  • Pembuatan seragam sekolah dan instansi seperti Puskesmas.
  • Pengerjaan seragam untuk kebutuhan acara hajatan warga dalam jumlah besar.
  • Pembuatan celana panjang pria dengan kualitas rapi.

Keuletan Supriyono kini berbuah manis karena ia sering menerima pesanan massal untuk 15 hingga 20 orang sekaligus. Sebagian besar pelanggan setianya memesan pakaian pria yang dikerjakan dengan penuh ketelitian.

Dampak Ekonomi dan Masa Depan Keluarga

Penghasilan dari menjahit terbukti mampu mencukupi segala kebutuhan sehari-hari keluarganya. Supriyono bahkan berhasil membiayai pendidikan anaknya hingga jenjang yang lebih tinggi dari hasil keringatnya sendiri.

Berikut adalah rincian estimasi biaya dan operasional usaha Supriyono:

Kategori Layanan Estimasi Biaya / Detail
Pembuatan Celana Panjang Rp 80.000 - Rp 90.000 per potong
Kapasitas Pesanan Seragam 15 - 20 potong per satu pesanan
Alat Transportasi Usaha Sepeda motor roda tiga khusus
Durasi Pelatihan Awal 6 Bulan (Sentra Margo Laras)

Tabel di atas menunjukkan bahwa dengan ketekunan, profesi penjahit mampu memberikan stabilitas ekonomi yang layak. Kehadiran sepeda motor roda tiga miliknya juga sangat membantu mobilitas dalam menjalankan aktivitas usaha sehari-hari.

Kini, hari-hari Supriyono diisi dengan aktivitas produktif melayani pelanggan yang datang dari berbagai kalangan. Ia membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk menjadi tulang punggung keluarga yang tangguh dan mandiri.

Artikel terkait

Rekomendasi