Singaraja Putra (SINI) Rights Issue Rp 1,73 T Demi Akuisisi Tambang PTRO Terbaru 2026

Singaraja Putra (SINI) Rights Issue Rp 1,73 T Demi Akuisisi Tambang PTRO Terbaru 2026
Foto: Singaraja Putra (SINI) Rights Issue Rp 1,73 T Demi Akuisisi Tambang PTRO Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

PT Singaraja Putra Tbk (SINI) resmi mengumumkan rencana besar untuk melakukan penambahan modal melalui skema rights issue. Langkah strategis emiten pengelola hotel dan properti ini bertujuan untuk memperkuat struktur keuangan serta mendanai ekspansi bisnis yang cukup masif.

Berdasarkan keterbukaan informasi, SINI akan menerbitkan maksimal 721,5 juta saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Saham tersebut nantinya memiliki hak yang setara dengan saham lama, termasuk dalam hal pembagian dividen maupun hak suara dalam rapat pemegang saham.

Pendanaan Akuisisi Tambang dari Petrosea

Fokus utama dari penggalangan dana ini adalah untuk membiayai akuisisi PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) dari tangan PT Petrosea Tbk (PTRO). Nilai transaksi pengambilalihan aset tambang ini diperkirakan mencapai angka yang cukup fantastis, yakni sebesar Rp 1,73 triliun.

Manajemen SINI menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk masuk ke sektor pertambangan batu bara. Dengan mengendalikan KMS, SINI secara otomatis akan memiliki entitas anak yang bergerak aktif di industri komoditas tersebut.

Rincian alokasi dana hasil rights issue tersebut meliputi poin-poin berikut:

  • Pendanaan utama untuk pengambilalihan seluruh saham PT Kemilau Mulia Sakti (KMS).
  • Pembayaran utang perusahaan kepada pihak kreditur agar beban bunga dapat berkurang lebih awal.
  • Penyediaan modal kerja tambahan guna mendukung operasional rutin perusahaan di masa mendatang.

Melalui rencana ini, SINI berkomitmen untuk mengoptimalkan struktur permodalan demi menjaga keberlangsungan bisnis dalam jangka panjang.

Skema Pembayaran Transaksi

Dalam kesepakatan jual beli saham bersyarat, SINI berencana mengambil alih sekitar 99,99 persen kepemilikan KMS. Skema pembayaran akan dilakukan dalam dua tahap utama untuk menjaga stabilitas arus kas perusahaan.

Pembayaran tahap pertama sebesar Rp 1,512 triliun akan diselesaikan secara tunai segera setelah transaksi dinyatakan rampung. Dana tersebut sepenuhnya bersumber dari hasil aksi korporasi rights issue yang sedang dijalankan.

Sementara itu, sisa kewajiban sebesar Rp 218,4 miliar akan dicicil menggunakan kas internal hingga akhir tahun 2028. Sisa pembayaran ini juga mencakup beban bunga sebesar 7,5 persen per tahun yang telah disepakati kedua belah pihak.

Proyeksi Lonjakan Aset Perusahaan

Jika proses akuisisi ini berjalan mulus, total aset yang dimiliki PT Singaraja Putra Tbk diprediksi akan mengalami kenaikan drastis. Berdasarkan data yang ada, nilai aset perusahaan berpotensi melonjak hingga 154,90 persen dari posisi saat ini.

Berikut adalah rincian proyeksi penambahan nilai aset setelah proses akuisisi selesai:

Komponen Aset Estimasi Nilai Tambahan
Kas dan Setara Bank Rp 1,35 Triliun
Aset Tetap Rp 299,96 Miliar
Aset Pertambangan Rp 76,92 Miliar
Aktivitas Pengupasan Tanah Rp 314,01 Miliar
Jaminan Reklamasi Rp 73,23 Miliar

Peningkatan aset yang signifikan ini mencerminkan transformasi SINI yang kini tidak lagi hanya mengandalkan sektor properti dan perhotelan saja.

Jadwal Rapat dan Persetujuan Pemegang Saham

Untuk memuluskan rencana ini, SINI dijadwalkan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada tanggal 26 Mei 2026 mendatang. Agenda rapat tersebut mencakup permohonan restu dari pemegang saham independen serta pemegang saham tahunan.

Selain pelaksanaan rapat, perusahaan juga akan segera mendaftarkan pernyataan rights issue ini kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah ini wajib dilakukan agar aksi korporasi tersebut mendapatkan status efektif dan dapat segera direalisasikan ke publik.

Di sisi lain, PT Petrosea Tbk (PTRO) selaku penjual aset menunjukkan kinerja keuangan yang sangat positif pada awal tahun 2026. Perusahaan kontraktor tambang tersebut mencatatkan kenaikan pendapatan hingga 84,23 persen secara tahunan.

Pertumbuhan laba bersih PTRO yang mencapai 50,54 persen menjadi bukti bahwa sektor pertambangan masih sangat menjanjikan bagi calon investor seperti SINI. Fokus utama pendapatan PTRO selama ini didominasi oleh segmen jasa penambangan serta konstruksi rekayasa.

Artikel terkait

Rekomendasi