PT Mahkota Group Tbk. (MGRO), emiten minyak sawit atau crude palm oil (CPO), sedang bersiap menghadapi penerapan kebijakan ekspor satu pintu yang ditargetkan berlaku penuh mulai 1 Januari 2027. Kebijakan ini dinilai akan memberikan dampak signifikan bagi perusahaan yang memiliki pasar ekspor, seperti Mahkota Group. Selama tahun 2025, pendapatan perusahaan ini tercatat mencapai Rp6,33 triliun, dengan kontribusi dari pasar domestik sebesar Rp4,74 triliun dan ekspor sebesar Rp1,59 triliun.
Direktur Utama PT Mahkota Group, Usli, menilai kebijakan ekspor satu pintu sebagai langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola ekspor, serta memaksimalkan penerimaan dari sektor sumber daya alam. Dia berharap regulasi baru ini dapat menciptakan tata kelola ekspor yang lebih terintegrasi dan tertib.
"Regulasi yang jelas dan terukur diharapkan mampu memberikan kepastian hukum bagi perusahaan serta mendorong praktik bisnis yang lebih baik sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik," jelas Usli dalam sebuah pemberitahuan pada Kamis (28/5/2026).
Meskipun memiliki pangsa ekspor, Usli mengatakan bahwa kebijakan ini tidak akan memberikan dampak material pada kelangsungan usaha perusahaan. Fokus utama MGRO ada pada pengolahan CPO dan hilirisasi menjadi produk turunan yang bernilai tambah. Selain itu, MGRO secara rutin mengevaluasi serta menyesuaikan kebijakan internal untuk memastikan kegiatan usaha berjalan dengan efektif dan efisien sesuai dengan aturan yang berlaku.
Benefit Potensial dari Kebijakan Baru:
- Meningkatkan volume penjualan produk dan mengoptimalkan harga jual melalui penguatan hilirisasi.
- Membuka lebih banyak peluang untuk perluasan pasar ekspor berkualitas dan mendukung kelancaran penerimaan kas.
Usli juga menambahkan bahwa kebijakan ekspor satu pintu ini memberikan peluang kepada perusahaan untuk meningkatkan margin usaha dan menjaga profitabilitas secara berkelanjutan. Target tahun ini untuk produksi CPO oleh MGRO adalah 165.000 ton, melalui optimalisasi operasional di seluruh entitas anak usaha. Dengan target tersebut, pendapatan konsolidasi perusahaan diharapkan mencapai Rp2,94 triliun dan laba bersih operasional diperkirakan mencapai Rp67,07 miliar.
```