Sering Terjadi, Pramugari Desak Penumpang Setop Colek Kru di Pesawat: Cara Terbaru 2026

Sering Terjadi, Pramugari Desak Penumpang Setop Colek Kru di Pesawat: Cara Terbaru 2026
Foto: Sering Terjadi, Pramugari Desak Penumpang Setop Colek Kru di Pesawat: Cara Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Sejumlah pramugari dari berbagai maskapai internasional mulai menyuarakan kegelisahan mereka terhadap perilaku penumpang yang tidak sopan. Mereka meminta dengan tegas agar para pelaku perjalanan menjaga sikap dan tidak menyentuh kru kabin sembarangan selama penerbangan berlangsung.

Masalah ini telah mencapai titik di mana sebagian kru merasa perlu mengenakan atribut khusus saat bertugas. Beberapa pramugari kini memakai pin bertuliskan "No Touching" untuk memperingatkan penumpang agar tidak mencolek, mencubit, atau menepuk mereka di lorong pesawat.

Michelle Montez, seorang pramugari dengan pengalaman kerja selama 20 tahun, mengungkapkan betapa seringnya insiden sentuhan fisik ini terjadi. Dalam sebuah siniar, ia menyatakan bahwa hampir tidak ada penerbangan yang luput dari gangguan tangan jahil para penumpang.

Pernyataan senada juga datang dari Joshua Boyd dan Darion Foy yang menekankan bahwa masalah ini bukan sekadar gangguan kecil seperti turbulensi. Foy bahkan membeberkan fakta pahit bahwa area sensitifnya, seperti bokong, pernah dicubit berulang kali oleh penumpang saat ia sedang bekerja.

Beberapa fakta mengejutkan terkait perilaku penumpang terhadap kru kabin di antaranya:

  • Sentuhan fisik secara sepihak menjadi salah satu hal yang paling dibenci oleh pramugari di seluruh dunia.
  • Kru kabin jauh lebih menghargai penumpang yang menggunakan tombol panggilan daripada menyentuh tubuh mereka secara langsung.
  • Tindakan agresif sering kali bermula dari permintaan sederhana yang ditolak, seperti penggunaan ponsel di waktu yang tidak tepat.
  • Stok minuman beralkohol yang habis di dalam pesawat sering kali memicu perilaku liar dan pelecehan verbal dari rombongan penumpang.

Informasi di atas menunjukkan bahwa ruang kabin pesawat yang sempit sering kali menjadi lokasi terjadinya pelanggaran batas personal. Para pramugari menegaskan bahwa komunikasi verbal jauh lebih dihargai dibandingkan kontak fisik yang tidak diinginkan.

Kekerasan Fisik dan Pelecehan di Ketinggian

Masalah yang dihadapi pramugari tidak berhenti pada sentuhan fisik yang tidak pantas, tetapi juga meningkat pada kekerasan nyata. Salah satu insiden terjadi pada Agustus 2025 dalam penerbangan maskapai Rusia, Pobeda Airlines, rute Novosibirsk menuju Moskow.

Seorang penumpang wanita dilaporkan menyerang dua pramugari sekaligus setelah permintaannya terkait penggunaan ponsel ditolak oleh petugas. Meski sudah diberikan surat peringatan tertulis, pelaku justru merusak surat tersebut dan terus bertindak agresif hingga menakuti penumpang lainnya.

Selain kekerasan fisik, ancaman pelecehan seksual secara verbal juga menjadi momok menakutkan bagi kru kabin. Chloe Harrison, pramugari maskapai Ryanair, pernah mengalami pengalaman traumatis saat pesawatnya dipenuhi oleh rombongan suporter yang mabuk.

Setelah persediaan bir dan vodka habis, rombongan pria tersebut mulai meneriakkan yel-yel vulgar yang ditujukan langsung kepada Harrison. Situasi yang tidak terkendali ini menunjukkan betapa rentannya profesi pramugari terhadap perilaku buruk penumpang di atas awan.

Berikut adalah ringkasan beberapa insiden menonjol yang melibatkan keamanan kru kabin:

Kejadian Lokasi/Maskapai Detail Singkat
Serangan Fisik Pobeda Airlines (Rusia) Penumpang memukul dua pramugari karena masalah ponsel.
Pelecehan Verbal Ryanair (Inggris) Kru menerima yel-yel vulgar dari suporter yang mabuk.
Pelecehan Fisik Southwest Airlines & Lainnya Kru kabin sering dicubit dan dicolek di lorong pesawat.

Data tersebut menggambarkan bahwa perlindungan terhadap kru kabin perlu ditingkatkan demi kenyamanan dan keselamatan semua pihak di dalam pesawat. Para pramugari hanya berharap dapat menjalankan tugas profesional mereka tanpa harus merasa terancam oleh tindakan kurang ajar dari penumpang.

Artikel terkait

Rekomendasi