Raisa Selalu Menangis saat Latihan Tribute untuk Ibunda, Momen Haru yang Mengejutkan Fans di Konser 2026

Raisa Selalu Menangis saat Latihan Tribute untuk Ibunda, Momen Haru yang Mengejutkan Fans di Konser 2026
Foto: Raisa Selalu Menangis saat Latihan Tribute untuk Ibunda, Momen Haru yang Mengejutkan Fans di Konser 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Konser bertajuk "Raisa Live in Concert: Love & Let Go" hari kedua yang berlangsung pada Minggu (7/6/2026) menyisakan kenangan emosional bagi para penonton. Di tengah kemeriahan acara, penyanyi cantik Raisa Andriana menghadirkan sebuah segmen khusus yang didedikasikan untuk orang-orang tersayang.

Segmen penghormatan atau tribute tersebut ditujukan khusus untuk mendiang ibundanya, Ria Mariaty, serta sang sahabat karib, Vidi Aldiano. Suasana haru seketika menyelimuti seluruh area konser saat momen peringatan tersebut berlangsung.

Perjuangan Raisa Menahan Tangis Selama Latihan

Di balik penampilannya yang memukau di atas panggung, Raisa ternyata melewati proses persiapan yang sangat berat dan emosional. Ia mengaku bahwa sesi latihan untuk segmen tribute ini menjadi bagian yang paling sulit untuk diselesaikan.

Raisa mengungkapkan bahwa dirinya hampir selalu menangis tersedu-sedu setiap kali mencoba membawakan lagu-lagu dalam sesi tersebut. Perasaan sedih yang mendalam membuatnya sering kali tidak sanggup merampungkan latihan hingga akhir.

Raisa menceritakan pengalamannya saat menghadapi sesi latihan yang penuh air mata tersebut:

  • Sesi tribute ini merupakan satu-satunya bagian konser yang latihannya tidak pernah benar-benar selesai karena ia selalu menangis.
  • Ia sengaja membiarkan air matanya tumpah saat latihan agar emosinya lebih terkendali ketika harus tampil secara profesional di depan penonton.
  • Menurutnya, lebih baik menangis saat latihan daripada harus menangis di atas panggung yang bisa membuatnya kesulitan untuk bernyanyi dengan baik.

Pernyataan tersebut disampaikan Raisa dalam sesi konferensi pers yang digelar setelah konser di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan. Ia merasa perlu mengeluarkan seluruh emosinya di balik layar demi menjaga kualitas vokalnya saat hari pertunjukan.

Kesulitan Menyeimbangkan Profesionalisme dan Perasaan Asli

Meski sudah berusaha mempersiapkan mental, Raisa mengakui tetap sulit membendung kesedihan saat berdiri di hadapan ribuan penggemar. Penyanyi berusia 36 tahun itu tetap merasa emosinya sedikit "bocor" meskipun telah berupaya sekuat tenaga untuk tampil tegar.

Istri dari Hamish Daud ini menyadari bahwa kualitas vokalnya mungkin terdengar kurang maksimal pada beberapa lagu di segmen tersebut karena menahan tangis. Namun, baginya yang terpenting adalah pesan dan rasa dari penghormatan itu bisa tersampaikan dengan tulus kepada audiens.

Daftar lagu yang dibawakan Raisa dalam momen tribute penuh emosi tersebut antara lain:

  • Lagu Untukmu: Lagu ini menjadi pembuka sesi penghormatan yang ditujukan khusus untuk mengenang sosok sang ibu.
  • Ku Harap Duka Ini Selamanya: Tembang ini dinyanyikan sebagai kelanjutan ungkapan rasa kehilangan yang mendalam.
  • Jangan Cepat Berlalu: Lagu ini dipilih secara khusus untuk mengenang memori indahnya bersama mendiang Vidi Aldiano.

Raisa menjelaskan betapa sulitnya membagi fokus antara tuntutan profesionalisme sebagai penyanyi dengan perasaan duka yang nyata. Ia merasa emosi yang dirasakannya saat itu sangat jujur dan tidak bisa dibuat-buat di depan para penontonnya.

Ia merasa berada dalam posisi yang dilematis, di mana ia harus tetap menghibur namun di saat yang sama ia hanyalah manusia biasa yang merindukan sosok ibu. Kesedihan yang ia rasakan di atas panggung diakuinya selaras dengan suasana hati para penonton yang ikut terhanyut.

Curahan Hati Tentang Kerinduan dan Penyesalan

Momen paling menyentuh terjadi ketika layar raksasa di panggung memutar dokumentasi video kenangan Raisa bersama ibunda dan Vidi Aldiano. Dalam suasana remang, Raisa mencurahkan isi hatinya mengenai betapa sepinya hidup tanpa kehadiran sang ibu di sisinya.

Dengan suara yang bergetar, ia mengungkapkan bahwa absennya sang ibu terasa sangat nyata dan "berisik" dalam kesehariannya. Raisa merasa ada sesuatu yang hilang, terutama karena biasanya ia selalu mendapatkan kekuatan dari doa-doa ibundanya sebelum naik ke atas panggung.

Detail perasaan dan penyesalan yang diungkapkan Raisa setelah kepergian sang ibunda:

Aspek Emosional Ungkapan Perasaan Raisa
Rasa Kehilangan Merasa hampa saat manggung karena tidak ada lagi dukungan doa langsung dari ibu.
Penyesalan Merasa belum maksimal dalam memanfaatkan waktu dan menyatakan cinta saat ibu masih hidup.
Pertanyaan Batin Masih mencari cara untuk bisa terus menjalani hidup berdampingan dengan rasa duka yang mendalam.

Pelantun lagu "Kali Kedua" ini tidak ragu menunjukkan sisi rapuhnya dengan mengakui banyak pertanyaan yang belum sempat ia ajukan kepada sang ibu. Ia merasa rasa sayang yang telah ia berikan selama ini masih jauh dari kata cukup dibandingkan pengorbanan ibundanya.

Sebagai penutup dari segmen yang mengharukan tersebut, layar panggung menampilkan tulisan "In Loving Memory" untuk Ria Mariaty dan Vidi Aldiano. Tulisan tersebut menjadi tanda penghormatan terakhir sebelum Raisa kembali mengumpulkan kekuatannya untuk melanjutkan sisa konser.

Walaupun dilanda kesedihan yang hebat, Raisa membuktikan profesionalismenya dengan tetap menyelesaikan konser hingga tuntas. Penampilannya malam itu tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga sebuah surat cinta terbuka bagi mereka yang telah pergi mendahuluinya.

Artikel terkait

Rekomendasi