Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) melancarkan serangan udara ke wilayah Gaza. Aksi militer ini terjadi tepat saat warga sedang bersiap menyambut perayaan Iduladha 1447 Hijriah pada Selasa (26/5/2026) malam.
Serangan udara tersebut dilaporkan menargetkan infrastruktur yang menjadi basis kekuatan sayap militer kelompok Hamas. Akibat dari operasi militer ini, seorang petinggi penting dalam struktur organisasi Hamas dinyatakan tewas di lokasi kejadian.
Konfirmasi Kematian Mohammed Odeh
Pihak Hamas telah memberikan pernyataan resmi mengenai gugurnya salah satu pemimpin senior mereka, Mohammed Odeh. Odeh diketahui merupakan sosok yang memegang kendali penting sebagai pemimpin sayap militer Hamas untuk wilayah Gaza.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Al Jazeera, Odeh mengembuskan napas terakhirnya di Jalur Gaza bagian utara. Serangan mematikan tersebut tidak hanya merenggut nyawa sang pemimpin militer Hamas itu sendiri.
Dalam rilis resmi yang dikeluarkan pada hari Rabu, Hamas mengungkapkan kabar duka lebih lanjut terkait anggota keluarga Odeh. Istri serta dua putra dari Mohammed Odeh turut menjadi korban jiwa dalam serangan udara yang dilancarkan oleh Israel.
Dampak Serangan di Lingkungan Padat Penduduk
Laporan dari fasilitas kesehatan setempat memberikan gambaran mengenai besarnya dampak serangan tersebut bagi warga sipil. Sumber dari Rumah Sakit al-Shifa menyebutkan sedikitnya enam orang meninggal dunia akibat gempuran yang terjadi pada Selasa malam.
Selain korban jiwa, fasilitas medis tersebut juga tengah menangani sekitar 20 orang lainnya yang mengalami luka-luka. Peristiwa ini menambah duka mendalam bagi masyarakat Gaza yang sedianya tengah bersiap merayakan hari besar keagamaan.
Jurnalis Al Jazeera, Hind Khoudary, melaporkan kondisi langsung dari lapangan yang memperlihatkan kerusakan bangunan yang sangat masif. Serangan tersebut menghantam pemukiman padat di Kota Gaza, lokasi di mana warga biasanya berkumpul untuk berbelanja kebutuhan hari raya.
Hind menjelaskan bahwa setidaknya terdengar tiga ledakan besar yang mengguncang Kota Gaza sekitar pukul 21.30 waktu setempat. Wilayah yang menjadi sasaran adalah distrik Remal, sebuah kawasan pusat ekonomi yang dipenuhi oleh pasar dan pertokoan warga.
Pernyataan Pemerintah Israel
Di sisi lain, Pemerintah Israel melalui Menteri Pertahanan Israel Katz memberikan klarifikasi mengenai tujuan dari operasi udara tersebut. Katz menegaskan bahwa target utama mereka memang Mohammed Odeh, yang dianggap sebagai figur kunci dalam operasional Hamas.
Operasi militer ini dilaksanakan atas instruksi langsung dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bersama jajaran kementerian pertahanan. Melalui media sosial pribadinya, Katz menyebutkan bahwa IDF memang memfokuskan serangan terhadap posisi Mohammed Odeh di Gaza.
Pihak Israel memiliki alasan khusus di balik penargetan Odeh yang menjabat sebagai kepala staf intelijen dalam struktur Hamas. Ia dituding sebagai aktor intelektual di balik serangan besar-besaran yang terjadi pada 7 Oktober 2023 silam.
Daftar tuduhan serius yang diarahkan kepada Mohammed Odeh oleh pihak otoritas militer Israel:
- Bertanggung jawab penuh atas perencanaan operasional serangan milisi ke wilayah Israel pada Oktober 2023.
- Menjadi sosok yang dianggap paling bersalah atas peristiwa pembunuhan sejumlah warga sipil di wilayah perbatasan.
- Diduga kuat memimpin aksi penculikan terhadap warga sipil Israel dan personel militer IDF saat konflik memuncak.
- Menggerakkan jaringan intelijen Hamas untuk memetakan kekuatan pertahanan di sekitar wilayah konflik.
Daftar di atas menjadi dasar bagi militer Israel untuk menempatkan Mohammed Odeh dalam daftar target utama yang harus dilumpuhkan. Israel memandang penghapusan tokoh intelijen ini sebagai langkah krusial dalam melemahkan kekuatan strategis Hamas.
Komitmen Militer Israel dalam Operasi Lanjutan
Melalui unggahan di akun media sosial resminya, Israel Katz menekankan bahwa operasi perburuan ini tidak akan berhenti sampai di sini. Ia menyatakan komitmen pemerintah untuk terus mengejar setiap individu yang terlibat dalam peristiwa pembantaian setahun lalu.
Katz menegaskan bahwa cepat atau lambat, militer Israel akan mampu menangkap atau melumpuhkan semua pihak yang bertanggung jawab. Ia menutup pernyataannya dengan keyakinan bahwa kemenangan akhir akan berada di tangan pihak Israel dalam konflik berkepanjangan ini.
Data ringkasan mengenai kronologi dan dampak serangan udara di Gaza pada akhir Mei 2026:
| Kategori Informasi | Detail Kejadian |
|---|---|
| Waktu Kejadian | Selasa malam, 26 Mei 2026 (Menjelang Iduladha) |
| Lokasi Utama | Distrik Remal, Kota Gaza (Utara Jalur Gaza) |
| Target Operasi | Mohammed Odeh (Kepala Intelijen & Sayap Militer Hamas) |
| Korban Jiwa Utama | Mohammed Odeh, Istri, dan dua putranya |
| Korban Lainnya | 6 orang tewas dan 20 orang luka-luka (Data RS al-Shifa) |
Tabel tersebut menyajikan ringkasan fakta penting terkait serangan udara yang dilakukan oleh IDF di tengah pemukiman padat penduduk Gaza. Informasi ini didasarkan pada laporan resmi dari pihak-pihak yang terlibat maupun sumber jurnalistik di lokasi kejadian.
Hingga saat ini, situasi di perbatasan dan wilayah Gaza masih terpantau sangat tegang menyusul tewasnya pimpinan tinggi Hamas tersebut. Masyarakat internasional terus memantau perkembangan konflik ini, terutama dampaknya terhadap stabilitas keamanan di wilayah Timur Tengah secara luas.