Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) bekerja sama dengan TNI AL dan Kejaksaan Agung berhasil mematahkan upaya penyelundupan besar-besaran di Kepulauan Riau. Operasi gabungan ini menargetkan pengiriman ilegal material mineral dan batu bara (minerba) yang bernilai sangat tinggi.
Petugas di lapangan menyita sedikitnya 390 ton material ilegal yang disimpan rapi dalam 25 kontainer berbeda. Muatan ini diangkut oleh kapal TB Capricorn 106 / TK Capricorn 92.210 yang kini telah diamankan pihak berwenang.
Barang bukti tersebut kini bersandar di Dermaga Mako Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV Batam untuk proses hukum lebih lanjut. Berdasarkan pemeriksaan awal, kontainer-kontainer tersebut diduga kuat berisi bahan mentah yang mengandung logam tanah jarang serta unsur radioaktif.
Inspeksi Langsung oleh Pimpinan Satgas
Wakil Ketua Pelaksana I Satgas PKH sekaligus Kasum TNI, Richard Taruli Horja Tampubolon, turun langsung meninjau lokasi pada Selasa (26/5/2026). Kehadirannya menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menangani penjarahan sumber daya alam nasional.
Dalam peninjauan tersebut, Richard didampingi oleh Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah dan Pangkoarmada RI Laksdya TNI Denih Hendrata. Kolaborasi lintas instansi ini merupakan bentuk sinergi kuat dalam menjaga kekayaan negara dari jarahan sindikat ilegal.
Richard menjelaskan bahwa operasi ini berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara yang mencapai angka triliunan rupiah. Penangkapan dilakukan oleh jajaran Koarmada RI melalui KRI Kujang-642 di bawah kendali operasi Gugus Keamanan Laut Koarmada I.
Kandungan Material Berharga
Kepastian mengenai isi muatan tersebut didapatkan setelah melalui serangkaian uji laboratorium yang ketat di PT Timah Kundur. Hasil uji terhadap sampel dari 15 kontainer mengonfirmasi adanya berbagai unsur kimia strategis yang sangat dicari di pasar global.
Berikut adalah beberapa kandungan material berharga yang ditemukan dalam muatan ilegal tersebut:
- Titanium Oksida & Zirkonium Oksida: Komponen utama yang sering digunakan dalam industri manufaktur dan material tahan panas.
- Torium Oksida & Triuranium Oktasida: Material penting yang menjadi bahan baku strategis bagi pengembangan industri nuklir.
- Neodimium Oksida & Serium Oksida: Jenis logam tanah jarang yang krusial untuk produksi perangkat teknologi tinggi dan elektronik modern.
Kandungan mineral ini tidak hanya bernilai ekonomi tinggi, tetapi juga memiliki peran vital sebagai bahan baku industri pertahanan dan energi masa depan. Keberhasilan penggagalan ini menjadi sinyal keras bagi para pelaku tambang ilegal yang merugikan kedaulatan ekonomi Indonesia.
Penemuan unsur-unsur ini membuktikan bahwa material yang berusaha diselundupkan bukan sekadar mineral biasa. Satgas PKH menegaskan akan terus memperketat pengawasan di wilayah perairan strategis guna mencegah kebocoran sumber daya alam ke luar negeri.