Saham TLKM Anjlok 14,13 Persen Nyaris ARB, Jadi Pemberat IHSG Paling Mengejutkan di 2026

Saham TLKM Anjlok 14,13 Persen Nyaris ARB, Jadi Pemberat IHSG Paling Mengejutkan di 2026
Foto: Saham TLKM Anjlok 14,13 Persen Nyaris ARB, Jadi Pemberat IHSG Paling Mengejutkan di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) mengalami koreksi tajam pada perdagangan Senin (9/6/2026). Hingga sore hari pukul 15.25 WIB, harga saham perusahaan telekomunikasi pelat merah ini anjlok hingga 14,13 persen.

Penurunan tersebut setara dengan 390 poin yang membawa posisi saham TLKM ke level Rp 2.370. Angka ini hanya terpaut satu tingkat dari batas Auto Rejection Bawah (ARB) yang ditetapkan pada Rp 2.350.

Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), TLKM mengawali perdagangan hari ini pada level Rp 2.620. Meski sempat menguat ke titik tertinggi di Rp 2.650, tekanan jual yang masif segera menekan balik pergerakan harga.

Sepanjang hari, saham ini terus merosot hingga menyentuh titik terendahnya di harga Rp 2.360. Menjelang penutupan, transaksi mulai stabil di rentang Rp 2.360 hingga Rp 2.390 tanpa adanya perlawanan berarti dari pembeli.

Volume Transaksi dan Dampak Terhadap IHSG

Aktivitas perdagangan saham TLKM tercatat sangat tinggi dengan nilai transaksi mencapai Rp 586,35 miliar. Volume perdagangan yang tercatat hingga sesi kedua tersebut menyentuh angka sekitar 2,37 juta lot.

Tingginya angka transaksi ini mengindikasikan banyak investor yang memutuskan untuk melepas kepemilikan mereka. Langkah ini diambil guna mengurangi risiko terhadap salah satu saham penggerak utama pasar modal tanah air tersebut.

Koreksi mendalam yang dialami Telkom turut memberikan tekanan berat bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Di saat yang bersamaan, IHSG sendiri tercatat merosot hampir 5 persen akibat beban dari sektor telekomunikasi dan perbankan.

Rencana Aksi Korporasi Buyback Saham

Di tengah kondisi harga yang sedang tertekan, manajemen Telkom telah menyiapkan langkah strategis berupa pembelian kembali atau buyback saham. Perusahaan mengalokasikan dana mencapai Rp 4 triliun untuk merealisasikan rencana tersebut.

Program buyback ini dijadwalkan berlangsung dalam jangka waktu satu tahun. Periode pelaksanaannya dimulai sejak 9 Juni 2026 dan ditargetkan selesai pada 8 Juni 2027 mendatang.

Informasi detil mengenai rencana aksi korporasi Telkom:

  • Sumber Dana: Kas internal perusahaan sepenuhnya.
  • Total Alokasi: Maksimal Rp 4 triliun termasuk biaya transaksi dan komisi.
  • Tujuan Utama: Memperkuat keyakinan investor dan menjaga stabilitas harga.
  • Ketentuan Free Float: Jumlah saham publik dipastikan tetap minimal 15 persen.

Manajemen menegaskan bahwa penggunaan kas internal untuk aksi ini tidak akan mengganggu kelancaran operasional perusahaan. Keputusan ini diambil karena posisi modal kerja dan arus kas perseroan dianggap masih sangat memadai.

Tujuan Strategis dan Prospek Perusahaan

Pihak Telkom berharap langkah ini bisa menyelaraskan kondisi pasar dengan nilai fundamental perusahaan yang sebenarnya. Selain itu, buyback diharapkan mampu memberikan sinyal positif mengenai prospek bisnis jangka panjang kepada para pemangku kepentingan.

Rencana besar ini sedang dimintakan persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada hari yang sama. Jika para pemegang saham memberikan lampu hijau, proses pembelian kembali dapat langsung dimulai pada Selasa pagi.

Ringkasan pergerakan harga saham TLKM pada 9 Juni 2026:

Indikator Harga Nilai / Posisi
Harga Pembukaan Rp 2.620
Harga Tertinggi Rp 2.650
Harga Terendah Rp 2.360
Persentase Penurunan 14,13%

Tabel di atas menunjukkan fluktuasi harga yang cukup drastis dalam satu hari perdagangan. Meskipun harga merosot tajam, manajemen tetap optimis terhadap pertumbuhan usaha yang berkelanjutan di masa depan.

Hingga saat ini, Telkom terus berupaya menjaga kepercayaan pasar melalui berbagai penguatan fundamental dan aksi korporasi. Fokus utama perseroan adalah memastikan nilai jangka panjang perusahaan tetap menarik bagi investor domestik maupun asing.

Artikel terkait

Rekomendasi