Nilai tukar rupiah dibuka melemah cukup tajam pada perdagangan pasar spot hari Selasa pagi, 2 Juni 2026. Mata uang Garuda tercatat mengalami depresiasi sebesar 84,50 poin atau setara 0,47 persen.
Koreksi ini membawa posisi rupiah berada di level Rp 17.889 per dollar Amerika Serikat (AS). Pergerakan mata uang di kawasan Asia secara umum menunjukkan dinamika yang bervariasi pada pagi ini.
Perbandingan Kurs Mata Ung Asia
Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di Asia setelah merosot 0,23 persen terhadap dollar AS. Di sisi lain, beberapa mata uang regional seperti dollar Taiwan dan yen Jepang juga turut terkoreksi masing-masing 0,03 persen.
Berikut adalah daftar pergerakan nilai tukar beberapa mata uang utama di Asia terhadap dollar AS:
- Won Korea Selatan: Melemah sebesar 0,23 persen.
- Rupiah Indonesia: Terdepresiasi sebanyak 0,47 persen.
- Dollar Taiwan & Yen Jepang: Keduanya terkoreksi 0,03 persen.
- Peso Filipina: Mengalami penurunan tipis 0,02 persen.
- Dollar Singapura & Ringgit Malaysia: Melemah tipis di bawah 0,01 persen.
- Baht Thailand: Mengalami penguatan sebesar 0,1 persen.
- Yuan China: Berhasil menguat 0,03 persen.
Data di atas memperlihatkan bahwa mayoritas mata uang di kawasan Asia berada dalam tekanan dollar AS. Meski demikian, mata uang seperti Baht Thailand dan Yuan China mampu bergerak melawan arus dengan mencatatkan penguatan.
IHSG Melaju Positif di Tengah Pelemahan Rupiah
Berbeda dengan nasib nilai tukar rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru melesat cukup signifikan pada sesi pembukaan. Indeks terpantau naik 69,48 poin atau sekitar 1,13 persen ke level 6.196,86.
Pada awal perdagangan, IHSG bahkan sempat menyentuh posisi tertinggi di angka 6.264,26. Namun, aksi ambil untung (profit taking) membuat pergerakan indeks sedikit fluktuatif hingga sempat menyentuh area terendah di 6.183,17.
Rangkuman aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia pada sesi pagi ini:
| Indikator Pasar | Keterangan Data |
|---|---|
| Volume Transaksi | 9,161 Miliar Saham |
| Nilai Transaksi | Rp 7,824 Triliun |
| Frekuensi Perdagangan | 713.710 Kali Transaksi |
| Saham Menguat | 312 Saham |
| Saham Melemah | 288 Saham |
| Saham Stagnan | 141 Saham |
Data transaksi menunjukkan aktivitas bursa yang cukup ramai dengan volume perdagangan mencapai miliaran lembar saham. Jumlah saham yang menguat terpantau masih lebih dominan dibandingkan dengan saham yang mengalami penurunan harga.
Situasi ini mencerminkan optimisme investor di pasar modal meskipun risiko global masih membayangi nilai tukar rupiah. Fluktuasi indeks diperkirakan akan terus berlanjut seiring dengan dinamika ekonomi domestik dan internasional.