Meskipun nilai tukar rupiah terus mengalami tekanan hingga mendekati angka Rp18.000 per dollar AS, ketersediaan valuta asing di sejumlah money changer Jakarta dilaporkan masih sangat mencukupi.
Para pelaku usaha penukaran valuta asing atau KUPVA menyatakan bahwa stok dollar AS tetap melimpah meski ada lonjakan permintaan dan aktivitas transaksi dalam sepekan terakhir.
Tren Penjualan Dollar AS Meningkat Tajam
Aris, staf dari PT Daffa Indo Valuta, mengungkapkan bahwa trafik transaksi di tempatnya bekerja mengalami kenaikan signifikan seiring menguatnya mata uang Paman Sam tersebut.
Fenomena ini dipicu oleh banyaknya nasabah yang memutuskan untuk menjual simpanan dollar mereka demi meraup keuntungan dari pelemahan rupiah yang terjadi belakangan ini.
Selain aksi jual dollar AS, terdapat juga permintaan untuk mata uang asing lainnya yang berkaitan dengan kebutuhan musiman masyarakat.
Beberapa jenis valuta asing yang banyak dicari nasabah antara lain:
- Dollar Singapura (SGD): Digunakan untuk keperluan wisata mancanegara.
- Ringgit Malaysia (MYR): Menjadi pilihan utama bagi pelancong ke negara tetangga.
- Riyal Arab Saudi (SAR): Diburu oleh jemaah yang akan melaksanakan ibadah haji.
- Baht Thailand (THB): Digunakan untuk mendukung aktivitas liburan di Asia Tenggara.
Menurut Aris, momen kenaikan harga dollar yang berbarengan dengan periode libur panjang membuat masyarakat lebih aktif melakukan transaksi penukaran di meja kasir.
Spekulasi Nasabah Menanti Kurs Rp18.000
Meskipun banyak yang sudah mencairkan keuntungan, sebagian nasabah lainnya justru memilih untuk bersikap pasif dan menyimpan dollar mereka lebih lama.
Kelompok ini meyakini bahwa rupiah masih berpotensi melemah lebih dalam, sehingga mereka menunggu kurs menyentuh level psikologis Rp18.000 sebelum melakukan penjualan.
Data pergerakan nilai tukar menunjukkan tren pelemahan rupiah yang cukup konsisten dalam kurun waktu satu minggu terakhir.
Berikut adalah ringkasan pergerakan kurs rupiah terhadap dollar AS selama sepekan:
| Waktu Pengamatan | Posisi Nilai Tukar (Per Dollar AS) | Keterangan Perubahan |
|---|---|---|
| Senin, 25 Mei 2026 | Rp17.744 | Posisi awal pekan perdagangan. |
| Jumat, 29 Mei 2026 | Rp17.880 | Penutupan perdagangan akhir pekan. |
| Total Pelemahan | 136 Poin | Akumulasi penurunan dalam lima hari. |
Data di atas memperlihatkan tren depresiasi mata uang Garuda yang cukup signifikan, memicu nasabah untuk terus berspekulasi mengenai pergerakan harga di masa depan.
Staf Money Changer Jamin Stok Valas Aman
Kepala Cabang Dolarindo Samanhudi, Lucky, memberikan konfirmasi serupa mengenai tingginya minat nasabah untuk menukarkan valas menjadi rupiah di tengah kenaikan kurs ini.
Ia mencatat bahwa sebagian besar transaksi saat ini didominasi oleh aksi jual dari sisi nasabah kepada pihak money changer untuk mengamankan selisih nilai tukar.
Meskipun aktivitas pasar sangat dinamis, Lucky menyebut banyak pemilik modal yang masih menahan diri karena memprediksi dollar AS akan menembus angka di atas Rp17.900.
Aris dari PT Daffa Indo Valuta juga menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir mengenai kelangkaan fisik mata uang asing di pasaran.
Ia memastikan ketersediaan dollar AS di gerainya selalu siap sedia untuk melayani kebutuhan nasabah, baik untuk kepentingan investasi, perjalanan luar negeri, maupun ibadah.