Rupiah Melemah Pagi Ini, Kurs Dekati Rp17.900 per Dollar AS Terbaru 2026

Rupiah Melemah Pagi Ini, Kurs Dekati Rp17.900 per Dollar AS Terbaru 2026
Foto: Rupiah Melemah Pagi Ini, Kurs Dekati Rp17.900 per Dollar AS Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan tren penurunan pada pembukaan perdagangan Kamis pagi ini. Mata uang Garuda terpantau melemah cukup signifikan di hadapan dollar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data pasar spot pukul 09.48 WIB, rupiah terkoreksi sebesar 69 poin atau setara 0,39 persen. Pergerakan ini membawa posisi rupiah berada di level Rp 17.870 per dollar AS.

Kondisi ini merupakan kelanjutan dari pelemahan yang terjadi pada hari sebelumnya. Pada penutupan Rabu kemarin, rupiah sudah melemah tipis 0,03 persen dan berada di angka Rp 17.801 per dollar AS.

Faktor Pemicu Pelemahan Mata Uang Rupiah

Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa penguatan dollar AS menjadi penyebab utama tekanan rupiah hari ini. Ketegangan geopolitik global menjadi pemicu utama meningkatnya permintaan terhadap mata uang Negeri Paman Sam tersebut.

Langkah militer pemerintah AS terhadap Iran membuat prospek perdamaian di kawasan Timur Tengah semakin tidak pasti. Situasi ini mendorong para investor untuk beralih ke aset aman seperti dollar AS.

Selain faktor eksternal, kondisi pasar domestik juga turut memberikan sentimen negatif bagi pergerakan kurs. Kepercayaan pasar yang belum pulih dan kinerja pasar saham yang lesu menjadi beban tambahan bagi rupiah.

Lukman memproyeksikan rupiah hari ini akan bergerak pada rentang Rp 17.750 hingga Rp 17.900 per dollar AS. Bahkan, mata uang nasional berpotensi mendekati angka psikologis Rp 18.000 pada akhir bulan ini.

Kondisi Ekonomi Global dan Pengaruhnya ke Domestik

Senada dengan Lukman, Ariston Tjandra selaku Presiden Direktur PT Doo Financial Futures melihat potensi pelemahan rupiah masih cukup kuat. Hal ini tetap terjadi meski Bank Indonesia telah melakukan berbagai upaya intervensi untuk menjaga stabilitas kurs.

Indeks dollar AS saat ini bertahan di level tinggi, yakni di posisi 99, yang merupakan rekor tertinggi sepanjang Mei 2026. Belum adanya titik terang perdamaian antara AS dan Iran membuat imbal hasil obligasi AS tetap di level atas.

Beberapa faktor internal yang ikut memicu tekanan terhadap nilai tukar rupiah antara lain:

  • Kenaikan harga minyak dunia yang membebani struktur ekonomi nasional.
  • Aliran modal asing yang keluar dari pasar saham Indonesia (outflow).
  • Tingginya permintaan dollar AS untuk kebutuhan repatriasi dividen perusahaan.
  • Kewajiban pembayaran utang luar negeri yang jatuh tempo dalam waktu dekat.

Kombinasi tekanan eksternal dan kebutuhan valuta asing di dalam negeri membuat rupiah sulit menguat dalam waktu dekat. Ariston menekankan bahwa selama konflik global belum mereda, volatilitas pasar akan tetap tinggi.

Berikut adalah ringkasan pergerakan nilai tukar rupiah dalam dua hari terakhir perdagangan di pasar spot:

Periode Waktu Posisi Kurs (Per Dollar AS) Persentase Perubahan
Rabu, 27 Mei 2026 Rp 17.801 Melemah 0,03%
Kamis, 28 Mei 2026 (Pagi) Rp 17.870 Melemah 0,39%

Data tersebut menunjukkan akselerasi pelemahan rupiah yang dipengaruhi oleh sentimen global dan kebutuhan korporasi domestik. Fluktuasi ini diprediksi akan terus berlanjut hingga akhir penutupan perdagangan bulan ini.

Artikel terkait

Rekomendasi