Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing berdampak signifikan pada aktivitas di berbagai penyedia jasa penukaran uang atau money changer di Jakarta. Masyarakat kini mulai memburu dollar Singapura (SGD) sebagai salah satu alternatif mata uang yang dinilai lebih stabil dan menguntungkan.
Kenaikan permintaan ini terjadi di tengah kondisi rupiah yang sempat terpuruk ke level Rp 17.880 per dollar AS pada akhir Mei 2026. Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dollar Singapura bahkan sempat menyentuh angka psikologis Rp 14.000 sebelum sedikit melandai ke level Rp 13.992.
Faktor Pemicu Lonjakan Permintaan Valuta Asing
Staf PT Daffa Indo Valuta, Aris, mengungkapkan bahwa dollar Singapura menjadi primadona karena masyarakat mulai meliriknya untuk keperluan investasi. Selain faktor nilai tukar, tingginya mobilitas warga ke luar negeri juga menjadi pendorong utama meningkatnya transaksi valas ini.
Daftar mata uang asing yang paling banyak dicari masyarakat saat ini:
- Dollar Singapura (SGD): Digunakan untuk investasi jangka pendek dan persiapan perjalanan liburan.
- Riyal Arab Saudi (SAR): Mengalami lonjakan permintaan seiring dengan musim ibadah haji.
- Baht Thailand dan Ringgit Malaysia: Banyak diburu oleh wisatawan yang merencanakan liburan ke negara tetangga.
- Dong Vietnam: Mulai menunjukkan tren peningkatan permintaan untuk keperluan pariwisata.
Data di atas menunjukkan bahwa selain motif investasi, faktor musiman seperti ibadah dan libur sekolah memegang peranan penting dalam pergerakan stok valuta asing. Hal ini dibenarkan oleh para pengelola money changer yang melihat pola serupa setiap tahunnya.
Tren Liburan Sekolah dan Kebutuhan Mata Uang Asia
Kepala Cabang Dolarindo Samanhudi, Lucky, memberikan konfirmasi senada mengenai tren peningkatan permintaan mata uang dari negara-negara Asia. Menjelang musim liburan sekolah, banyak keluarga yang mulai menukarkan rupiah ke mata uang tujuan destinasi favorit mereka.
Perbandingan kondisi nilai tukar rupiah terhadap mata uang utama di pasar:
| Jenis Mata Uang | Nilai Tukar (Kisaran) | Tujuan Penggunaan Utama |
|---|---|---|
| Dollar Amerika (USD) | Rp 17.880 | Perdagangan Global & Investasi |
| Dollar Singapura (SGD) | Rp 14.000 | Investasi & Wisata |
| Riyal Arab Saudi (SAR) | Bervariasi | Ibadah Haji & Umrah |
| Baht, Ringgit, Dong | Bervariasi | Liburan & Wisata Regional |
Tabel tersebut merangkum bagaimana pelemahan rupiah memberikan dampak yang bervariasi pada setiap jenis mata uang sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Tingginya angka penukaran menunjukkan bahwa daya beli untuk kebutuhan spesifik tetap terjaga meski nilai tukar sedang bergejolak.
Kondisi ini diprediksi akan terus bertahan hingga masa liburan sekolah berakhir dan kebutuhan valuta asing untuk sektor pariwisata kembali stabil. Para pelaku usaha money changer mengimbau masyarakat untuk terus memantau pergerakan kurs sebelum melakukan transaksi dalam jumlah besar.