Rupiah Anjlok ke Rp17.857 per USD, Rekor Terlemah Terbaru di 2026 yang Mengejutkan

Rupiah Anjlok ke Rp17.857 per USD, Rekor Terlemah Terbaru di 2026 yang Mengejutkan
Foto: Rupiah Anjlok ke Rp17.857 per USD, Rekor Terlemah Terbaru di 2026 yang Mengejutkan. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) kembali menunjukkan tren negatif pada pembukaan perdagangan pagi ini. Berdasarkan data pasar spot, mata uang Garuda terpantau melemah cukup dalam hingga menyentuh angka baru.

Melansir data Bloomberg pukul 09.01 WIB, rupiah langsung merosot ke posisi Rp17.857 per dolar AS. Angka ini menandai penurunan sebesar 0,31 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.801.

Penurunan tajam tersebut sekaligus mencatatkan rekor nilai tukar rupiah terendah sepanjang sejarah perdagangan. Pelemahan ini memperpanjang tren rapor merah mata uang domestik di tengah tekanan ekonomi global.

Tekanan Mata Uang Asia Terhadap Dolar AS

Kondisi lesunya nilai tukar ternyata tidak hanya dialami oleh Indonesia saja. Mayoritas mata uang di kawasan Asia terpantau kompak melemah akibat dominasi dolar AS yang kian menguat.

Won Korea Selatan tercatat sebagai mata uang dengan performa terburuk setelah merosot hingga 0,49 persen. Rupiah menyusul di posisi kedua sebagai mata uang dengan pelemahan terdalam di wilayah Asia.

Berikut adalah rincian performa mata uang di kawasan Asia terhadap dolar AS pada pagi ini:

  • Won Korea Selatan mengalami penurunan paling tajam sebesar 0,49%.
  • Rupiah Indonesia menyusul dengan pelemahan sebesar 0,31%.
  • Ringgit Malaysia tercatat menyusut 0,24%.
  • Baht Thailand mengalami koreksi sebesar 0,23%.
  • Peso Filipina terpangkas nilainya sebesar 0,17%.
  • Yen Jepang dan Yuan China sama-sama melemah tipis 0,05%.

Data di atas memperlihatkan bahwa hampir seluruh mata uang utama di Asia bertekuk lutut di hadapan greenback. Hanya ada beberapa mata uang yang berhasil bertahan dan menunjukkan penguatan di tengah tekanan tersebut.

Daftar mata uang Asia yang berhasil menguat terhadap dolar AS:

Mata Uang Persentase Kenaikan
Dolar Taiwan 0,07%
Dolar Hong Kong 0,03%

Dolar Taiwan dan dolar Hong Kong menjadi pengecualian dalam perdagangan hari ini karena berhasil melawan arus pelemahan. Meski demikian, penguatan kedua mata uang tersebut tergolong tipis dibandingkan tekanan yang dialami mata uang lainnya.

Situasi ini memicu kekhawatiran para pelaku pasar mengenai stabilitas ekonomi regional dalam jangka pendek. Banyak investor yang mulai memburu aset berbasis dolar AS sebagai langkah antisipasi terhadap krisis mata uang lokal.

Artikel terkait

Rekomendasi