Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) sekaligus Wakil Ketua Umum Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI), Ribka Haluk, menekankan pentingnya organisasi dalam memengaruhi kebijakan publik. Ia berharap PIKI mampu meninggalkan warisan atau legasi yang berkelanjutan bagi kemajuan bangsa Indonesia ke depan.
Pernyataan ini disampaikan Ribka saat menghadiri Rapat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PIKI yang berlangsung di Jakarta pada Sabtu (6/6). Agenda rapat tersebut dipimpin secara langsung oleh Maruarar Sirait selaku Ketua Umum PIKI.
Membangun Ekosistem dan Legasi Berkelanjutan
Ribka menegaskan bahwa PIKI harus melampaui sekadar kegiatan seremonial semata. Menurutnya, organisasi ini perlu membangun sebuah ekosistem yang mampu melahirkan ide-ide strategis dan kebijakan yang berdampak bagi masyarakat luas.
Ia menginginkan agar kontribusi PIKI tidak berhenti saat masa kepengurusan berakhir. Fokus utamanya adalah menciptakan dampak yang bisa dirasakan dalam jangka panjang, bahkan hingga lima tahun mendatang dan seterusnya.
Ribka menilai bahwa keterlibatan intelektual Kristen di ranah kebijakan sangat krusial. Tanggung jawab besar ini harus diemban oleh seluruh anggota organisasi demi kemajuan nasional.
Beberapa fokus utama yang ditekankan oleh Ribka Haluk meliputi:
- Membangun ekosistem organisasi yang produktif dalam menelurkan gagasan dan kader berkualitas.
- Mempengaruhi kebijakan publik agar lebih berpihak pada kepentingan rakyat.
- Menghasilkan rekomendasi kebijakan untuk mengatasi masalah krusial seperti kemiskinan.
- Meninggalkan legasi nyata yang terus berkelanjutan bagi bangsa.
Ribka juga mengajak para akademisi, profesional, serta pelaku usaha di internal PIKI untuk bersinergi. Kolaborasi antarberbagai latar belakang ini diharapkan mampu menjawab tantangan kompleks yang dihadapi negara saat ini.
Apresiasi terhadap Kepemimpinan Maruarar Sirait
Dalam kesempatan tersebut, Ribka memberikan pujian tinggi terhadap gaya kepemimpinan Maruarar Sirait yang akrab disapa Ara. Ia menilai Ara memberikan keteladanan yang luar biasa dengan tetap mendedikasikan waktu untuk memimpin organisasi di tengah kesibukan sebagai menteri.
Ribka mengagumi sikap rendah hati yang ditunjukkan oleh Ara dalam mengawal visi PIKI. Baginya, kepercayaan yang diberikan untuk masuk dalam jajaran pengurus merupakan sebuah panggilan pelayanan yang berharga.
Meski memiliki tanggung jawab besar mengawasi ratusan daerah di Indonesia sebagai Wamendagri, Ribka berkomitmen tetap aktif berkontribusi. Ia melihat tugas di pemerintahan dan organisasi sebagai satu kesatuan dalam melayani publik.
Penguatan Organisasi di Wilayah Indonesia Timur
Di sisi lain, Maruarar Sirait turut menyampaikan apresiasinya atas kinerja Ribka Haluk yang dinilai sangat memahami kebutuhan daerah. Ara memandang Ribka sebagai sosok kompeten, terutama dalam memetakan potensi di wilayah Indonesia Timur.
Ara secara khusus meminta bantuan Ribka untuk menjaring tokoh-tokoh potensial dari berbagai provinsi seperti Papua, Maluku, hingga Nusa Tenggara Timur. Hal ini bertujuan untuk memperkuat struktur organisasi PIKI di tingkat daerah dengan individu yang berintegritas.
Berikut adalah profil wilayah yang menjadi perhatian khusus dalam pengembangan kader internal PIKI:
| Wilayah Fokus | Kriteria Tokoh yang Dicari | Tujuan Utama |
|---|---|---|
| Papua & Papua Barat | Integritas tinggi & paham isu lokal | Memperkuat visi PIKI di daerah terluar |
| Maluku & Maluku Utara | Memiliki komitmen pembangunan | Identifikasi kader potensial daerah |
| Nusa Tenggara Timur | Profesional & intelektual Kristen | Membangun jaringan kebijakan publik |
Ara menegaskan bahwa keberhasilan sebuah organisasi sangat bergantung pada pemilihan sumber daya manusia yang tepat. Ia ingin memastikan setiap pengurus daerah memiliki keselarasan visi dengan pusat untuk membangun bangsa secara konkret.
Rapat DPP PIKI ini menjadi momentum penting dalam mengonsolidasi kekuatan intelektual Kristen di Indonesia. Melalui pemikiran strategis, PIKI diharapkan terus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional di segala lini.