Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, membagikan kisah pribadinya mengenai pengalaman menghadapi ejekan di depan publik. Hal ini disampaikan sebagai bentuk dukungan moril bagi seorang siswa yang pernah mengalami perundungan.
Momen hangat tersebut tercipta saat Presiden Prabowo mendengar penuturan dari Gede Bagus Abimanyu, seorang siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, Bali. Gede menceritakan bahwa dirinya sempat menjadi sasaran ejekan rekan-rekannya sewaktu masih menempuh pendidikan di sekolah dasar.
Respon Presiden Prabowo Terhadap Pengalaman Siswa
Menanggapi cerita tersebut, Presiden Prabowo mencoba membesarkan hati sang siswa dengan mengakui bahwa dirinya pun tidak luput dari hinaan. Ia menegaskan bahwa ejekan bukanlah penghalang bagi seseorang untuk terus melangkah maju.
“Tadi siapa namanya, Bagus ya? Gede Bagus, kamu dulu diejek tidak apa-apa, jangan merasa berkecil hati,” ujar Prabowo kepada siswa tersebut. Pernyataan ini disampaikan dalam agenda kunjungan kerjanya di Bali pada Minggu, 7 Juni 2026.
Prabowo bahkan secara terbuka menyebutkan bahwa hingga menjabat sebagai kepala negara pun, kritikan dan ejekan masih sering menerpanya. Beliau berpesan agar Gede tetap memiliki keteguhan hati meski mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan.
“Jangankan kamu, saya pun sering diejek sampai sekarang, bahkan posisi presiden pun sering diejek,” tambah Prabowo dalam sambutannya. Video sambutan ini disiarkan secara luas melalui kanal YouTube resmi Sekretariat Presiden pada hari yang sama.
Pesan Moral dan Motivasi Kesuksesan
Lebih lanjut, Presiden menekankan pentingnya menjaga perilaku yang baik serta membalas setiap perlakuan buruk dengan kesopanan. Ia ingin generasi muda memiliki mentalitas yang kuat namun tetap menjunjung tinggi etika.
“Semakin kamu dihina, harus semakin teguh, berani, dan tetap sopan,” tutur Prabowo memberikan nasihat. Menurutnya, respons yang tenang dan berwibawa terhadap ejekan justru akan membuka jalan menuju keberhasilan di masa depan.
Prabowo juga menggarisbawahi fakta bahwa banyak tokoh sukses di dunia ini berasal dari latar belakang ekonomi yang sulit atau keluarga miskin. Kunci keberhasilan mereka terletak pada semangat yang tidak pernah padam dan keceriaan dalam menjalani hidup.
“Kamu nanti akan berhasil asalkan tidak mau menyerah, tidak putus asa, dan selalu membawa kegembiraan,” ucapnya menyemangati. Ia meyakini bahwa karakter yang kuat dibentuk melalui ujian-ujian sosial seperti yang dialami oleh Gede Bagus.
Berikut adalah rangkuman poin-poin motivasi yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto :
- Menghadapi ejekan dengan keteguhan hati dan tidak merasa kecil hati.
- Membalas hinaan dengan sikap yang sopan santun dan tetap tenang.
- Memupuk keberanian serta mentalitas pantang menyerah meski dalam situasi sulit.
- Mempertahankan rasa gembira dan optimisme dalam meraih masa depan.
- Meneladani tokoh-tokoh sukses yang bangkit dari keterbatasan ekonomi.
Pesan-pesan ini diharapkan dapat menginspirasi para siswa di Sekolah Rakyat agar tidak terpuruk karena tekanan sosial. Presiden menekankan bahwa karakter individu lebih penting daripada sekadar penilaian orang lain.
Konteks Kunjungan dan Agenda Terkait
Kehadiran Presiden Prabowo di SRMP 17 Tabanan juga membawa misi besar dalam bidang sosial dan pendidikan. Ia menginstruksikan jajaran kabinetnya untuk terus memperhatikan kesejahteraan masyarakat kelas bawah.
Daftar instruksi dan agenda penting Presiden Prabowo di wilayah Bali :
- Instruksi kepada Menteri Sosial untuk menambah jumlah Sekolah Rakyat di Bali.
- Upaya membantu masyarakat yang berada dalam kondisi ekonomi paling sulit.
- Pembahasan mengenai penguatan teknologi dan pendidikan STEM melalui Danantara.
- Pelantikan pejabat baru seperti Nanik S Deyang untuk memperkuat Badan Gizi Nasional.
Langkah-langkah strategis ini menunjukkan fokus pemerintah dalam pemerataan akses pendidikan berkualitas. Sekolah Rakyat dirancang khusus untuk menjadi jaring pengaman bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera agar tetap mendapatkan hak belajarnya.
Selain fokus pada pendidikan, kunjungan ini juga menjadi ruang bagi Presiden untuk berinteraksi langsung dengan akar rumput. Dengan berbagi pengalaman pribadinya, Prabowo berharap dapat membangun kedekatan emosional dengan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.
Agenda di Bali ini sekaligus menutup rangkaian kegiatan kepresidenan di akhir pekan tersebut. Masyarakat menyambut positif pesan humanis yang disampaikan Presiden mengenai bagaimana menyikapi perundungan dengan cara yang bijak.