RI Impor 15.000 Sapi Bunting pada 2026, Kementan: Rekor Terbesar dalam Sejarah

RI Impor 15.000 Sapi Bunting pada 2026, Kementan: Rekor Terbesar dalam Sejarah
Foto: RI Impor 15.000 Sapi Bunting pada 2026, Kementan: Rekor Terbesar dalam Sejarah. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkapkan langkah strategis dalam memperkuat sektor peternakan nasional. Indonesia tercatat melakukan impor sebanyak 15.000 ekor sapi bunting pada tahun 2025.

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementan, Makmun, menegaskan bahwa angka impor ini merupakan yang tertinggi dalam sejarah. Hal tersebut ia sampaikan dalam konferensi pers di kantor Kemenko Pangan, Jakarta.

Upaya Penambahan Populasi Sapi Perah

Langkah impor sapi bunting ini diambil bukan tanpa alasan yang kuat. Tujuan utamanya adalah untuk mendongkrak populasi sapi perah di tanah air secara signifikan.

Makmun menjelaskan, jika sekitar 14.000 ekor lebih sapi tersebut melahirkan, maka proses regenerasi akan berjalan. Dengan asumsi kelahiran jantan dan betina seimbang, akan ada ribuan bibit baru untuk industri peternakan.

Rincian estimasi perkembangan populasi sapi nasional:

  • Target Impor: Sekitar 15.000 ekor sapi bunting dalam satu periode.
  • Potensi Kelahiran: Diprediksi menghasilkan sekitar 7.000 ekor betina baru untuk regenerasi.
  • Total Populasi Saat Ini: Tercatat mencapai 540.657 ekor sapi secara nasional.
  • Pertumbuhan Tahunan: Penambahan populasi diharapkan bisa menyentuh angka 100.000 ekor per tahun.

Penambahan jumlah ternak ini diharapkan dapat menjadi fondasi kuat bagi keberlanjutan sektor susu nasional. Melalui regenerasi alami, ketergantungan terhadap stok indukan luar negeri diharapkan bisa berkurang perlahan.

Tantangan Menuju Swasembada Susu

Meskipun jumlah populasi terus didorong, Indonesia masih menghadapi tantangan besar untuk mencapai swasembada susu. Saat ini, tingkat produksi susu lokal masih jauh di bawah kebutuhan pasar nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sapi perah di Indonesia rata-rata hanya menghasilkan 12,5 liter susu per hari. Angka ini tertinggal jauh dari produktivitas sapi di negara asalnya yang mencapai 30 liter per hari.

Target pemenuhan kebutuhan susu nasional:

Indikator Produksi Kondisi Saat Ini Target Ideal
Produktivitas per Ekor 12,5 liter / hari 15 - 20 liter / hari
Kebutuhan Populasi 540.657 ekor 2.000.000 ekor
Pemenuhan Kebutuhan 25% Mandiri 100% Swasembada

Tabel di atas menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas sangat krusial untuk menekan jumlah populasi minimal yang dibutuhkan. Jika produktivitas meningkat, target swasembada bisa dicapai dengan jumlah sapi kurang dari 2 juta ekor.

Hingga saat ini, sekitar 75 persen kebutuhan susu di dalam negeri masih harus dipenuhi melalui jalur impor. Kementan pun terus berupaya mengombinasikan penambahan populasi dengan perbaikan kualitas produksi perah agar angka impor tersebut bisa ditekan.

Artikel terkait

Rekomendasi