Indonesia Coffee Expo (ICX) 2026 yang berlangsung di Grand City Convention Hall, Surabaya, resmi berakhir pada Minggu (31/5/2026). Acara yang berlangsung selama tiga hari sejak 29 Mei ini menjadi panggung penting bagi perkembangan industri kopi nasional.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN turut hadir memberikan dukungan nyata dalam pameran tersebut. Bagi BTN, kopi bukan sekadar minuman biasa, melainkan penggerak ekonomi kreatif yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup modern.
Dukungan BTN terhadap Ekosistem Kopi Indonesia
Setiyo Wibowo, Direktur Risk Management BTN, mengungkapkan kebanggaannya dapat berpartisipasi dalam ajang bergengsi ini. Ia menilai budaya minum kopi telah mendarah daging dalam keseharian masyarakat Indonesia.
Setiyo bahkan mengibaratkan kopi dengan filosofi hunian yang menjadi spesialisasi BTN. Ia menyebutkan bahwa keberadaan kopi memberikan warna tersendiri dalam kehidupan berumah tangga.
Filosofi kedekatan kopi dan hunian menurut BTN:
- Kopi merupakan elemen yang melengkapi kehangatan di dalam sebuah rumah.
- Kehidupan rumah tangga diibaratkan seperti rasa kopi yang memiliki perpaduan antara pahit dan manis.
- Tanpa kehadiran kopi, suasana di dalam rumah maupun rutinitas harian terasa kurang lengkap atau hambar.
Analogi tersebut menunjukkan betapa eratnya kopi dengan target pasar BTN yang mayoritas merupakan sektor perumahan. Hal ini menjadi alasan kuat mengapa perbankan mulai melirik sektor ekonomi kreatif ini lebih dalam.
Potensi Besar Industri Kopi bagi Perbankan
Pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang kopi, mulai dari warung kopi sederhana hingga kafe modern, terus meningkat pesat. BTN melihat tren ini sebagai peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Setiyo menjelaskan bahwa kinerja sektor perbankan sangat bergantung pada kondisi ekonomi masyarakat secara luas. Jika ekonomi masyarakat bergerak maju, maka industri keuangan pun akan ikut merasakan dampak positif dan keuntungan yang besar.
Beberapa sektor penggerak ekonomi yang menjadi perhatian BTN:
- Industri Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka) yang terus berkembang secara dinamis.
- Tren gaya hidup masyarakat yang menjadikan kafe kopi sebagai tempat beraktivitas utama.
- Ekosistem UMKM berbasis kopi yang mampu menciptakan lapangan kerja baru di berbagai wilayah.
Dukungan perbankan diharapkan mampu memperkuat struktur modal bagi para pelaku usaha di bidang ini. Dengan begitu, industri kopi tidak hanya tumbuh secara kuantitas, tetapi juga kualitas operasionalnya.
Peluang Konsumsi Dalam Negeri yang Masih Terbuka
Meskipun Indonesia menyandang status sebagai produsen kopi terbesar keempat di dunia, tingkat konsumsi kopi domestik masih tergolong rendah. Fakta ini menunjukkan adanya ruang pertumbuhan yang sangat lebar bagi para pengusaha kopi di masa depan.
Data singkat mengenai pelaksanaan Indonesia Coffee Expo 2026 dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
Ringkasan pelaksanaan Indonesia Coffee Expo 2026:
| Aspek Informasi | Detail Pelaksanaan |
|---|---|
| Lokasi Acara | Grand City Convention Hall, Surabaya |
| Waktu Penyelenggaraan | 29 – 31 Mei 2026 |
| Jumlah Peserta | 75 Peserta dari berbagai sektor kopi |
| Target Transaksi | Rp3 Miliar selama pameran berlangsung |
Pameran ini berhasil menarik perhatian banyak pihak, mulai dari barista, pemilik usaha kafe, hingga investor di bidang perkebunan. Dengan target transaksi yang ambisius, ICX 2026 diharapkan menjadi pemantik investasi baru di sektor hilirisasi kopi Indonesia.
Dukungan lembaga keuangan seperti BTN menjadi sinyal positif bahwa industri kopi nasional memiliki masa depan yang cerah. Melalui integrasi antara gaya hidup dan layanan perbankan, pertumbuhan ekonomi kreatif diharapkan dapat terus berkelanjutan.