PT Pertamina International Shipping (PIS) secara resmi melanjutkan inisiatif pendidikan kemaritiman melalui program Ocean LiteraSEA 2.0. Agenda ini difokuskan pada Workshop Guru Empatik dan Pembelajaran Interaktif untuk memperkuat literasi kelautan di wilayah pesisir.
Acara pembukaan program berlangsung secara hybrid di Auditorium Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung. PIS menggandeng berbagai mitra strategis guna memastikan dampak positif bagi tenaga pendidik di daerah-daerah pesisir Indonesia.
Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pendidikan Maritim
Program ini merupakan hasil kerja sama antara PIS dengan Yayasan Inovasi Muda Indonesia sebagai mitra pelaksana di lapangan. Selain itu, kegiatan ini didukung penuh oleh Fakultas Ilmu Pendidikan UPI, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta BPPMPV KPTK Gowa.
Melalui kolaborasi ini, para pihak terlibat aktif dalam merancang kurikulum pembelajaran yang lebih inklusif dan kontekstual bagi sekolah-sekolah di wilayah laut. Fokus utamanya adalah membekali guru dengan kemampuan mengajar yang kreatif dan mampu menyentuh aspek emosional siswa.
Meningkatkan Kapasitas Guru di Kawasan Pesisir
Peserta workshop yang terdiri dari guru jenjang SD, SLB, SMA, hingga SMK mendapatkan pelatihan intensif mengenai desain pembelajaran berbasis lingkungan laut. Program ini bertujuan mendorong para guru untuk mengintegrasikan isu kemaritiman langsung ke dalam mata pelajaran di kelas.
Para pendidik diberikan pembekalan mengenai penggunaan media ajar inovatif serta penerapan metode storytelling dan experiential learning. Pendekatan ini diharapkan membuat materi pelajaran menjadi lebih menarik dan mudah dipahami oleh anak didik di daerah pesisir.
Berikut adalah beberapa pilar utama dalam pelatihan Ocean LiteraSEA 2.0:
- Pengembangan media ajar yang kreatif dan sesuai dengan kondisi lokal lingkungan pesisir.
- Penerapan metode bercerita dan pengalaman langsung sebagai alat bantu pembelajaran yang efektif.
- Penguatan komunikasi empatik serta pendekatan sosial-emosional dalam interaksi guru dan murid.
- Penyusunan perangkat pembelajaran yang inklusif untuk menjangkau seluruh latar belakang siswa.
Penerapan metode-metode tersebut bertujuan agar proses belajar di sekolah terasa lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari para siswa yang tinggal di sekitar laut. Hal ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap ekosistem kelautan sejak dini.
Pendidikan sebagai Investasi Keberlanjutan Laut
Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menjelaskan bahwa upaya menjaga kelestarian laut tidak hanya menjadi tanggung jawab operasional perusahaan semata. Baginya, pendidikan memegang peranan vital dalam memastikan masa depan ekosistem laut Indonesia tetap terjaga.
Menurut Vega, edukasi merupakan sarana terbaik untuk menanamkan kesadaran kolektif pada generasi muda di daerah pesisir. Mengingat laut adalah sumber penghidupan utama, masyarakat perlu dibekali pemahaman mendalam tentang pentingnya menjaga lingkungan sejak bangku sekolah.
Dukungan Terhadap Agenda Pembangunan Berkelanjutan
Program Ocean LiteraSEA ini juga selaras dengan komitmen global dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) yang dicanangkan PBB. PIS mengintegrasikan visi perusahaan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan untuk memberikan dampak yang lebih luas bagi dunia.
Daftar target SDGs yang didukung melalui inisiatif Ocean LiteraSEA:
| Kategori SDGs | Fokus Kontribusi Program |
|---|---|
| SDG 4: Pendidikan Berkualitas | Peningkatan kapasitas guru dan penyediaan materi ajar yang inovatif bagi sekolah pesisir. |
| SDG 13: Perubahan Iklim | Edukasi mengenai dampak perubahan iklim dan langkah mitigasi untuk menjaga lingkungan. |
| SDG 14: Ekosistem Laut | Penanaman kesadaran dini terhadap pelestarian biota laut dan ekosistem pesisir. |
Melalui tabel di atas, terlihat jelas bahwa PIS berusaha menghubungkan aspek operasional bisnis dengan tanggung jawab sosial di bidang lingkungan. Langkah ini diharapkan mampu mencetak generasi yang lebih peduli terhadap masa depan maritim Indonesia.