Pernyataan Lengkap Bos OJK di Bursa Efek Indonesia 2026, Resmi Terbaru!

Pernyataan Lengkap Bos OJK di Bursa Efek Indonesia 2026, Resmi Terbaru!
Foto: Pernyataan Lengkap Bos OJK di Bursa Efek Indonesia 2026, Resmi Terbaru!. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks
```html

Jakarta, CNBC Indonesia - Friderica Widyasari Dewi, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mengemukakan pandangannya mengenai penurunan Indeks Saham Gabungan (IHSG) yang terjadi belakangan ini. Ia menjelaskan bahwa meskipun IHSG melemah, penurunannya masih dianggap moderat dan sejalan dengan tren pelemahan bursa regional lainnya.

Kehadiran Kiki, sapaan akrab Friderica, di bursa hari ini didampingi oleh Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco, CEO Danantara Rosan Roeslani, dan COO Danantara yang juga Kepala BP BUMN Dony Oskaria, serta direksi bursa. Mereka bersama-sama membahas situasi terkini IHSG.

Pernyataan Ketua OJK

Kita pada hari ini kedatangan Prof Sufmi Dasco (Wakil DPR RI), Pak Rosan Roeslani (CEO Danantara), Pak Dony Oskaria (COO Danantara), dan didampingi direktur bursa pada hari ini hadir untuk menyikapi perkembangan terkini. Terima kasih atas perhatian Prof Dasco dan jajaran Danantara semua.

Mengamati situasi saat ini, Friderica mengungkapkan bahwa penurunan IHSG dalam beberapa hari terakhir selaras dengan tren bursa regional yang melemah. Beberapa bursa lainnya bahkan mengalami penurunan lebih tajam dan hanya mengalami kenaikan tipis hari ini.

Hal ini dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik dan dinamika perang di Timur Tengah, serta ekspektasi kebijakan moneter yang cenderung agresif. Pengaruh keputusan rebalancing MSCI turut bermain ketika bursa kembali dibuka setelah libur.

Kiki menjelaskan bahwa penurunan IHSG masih dalam tahap moderat. Pada hari pertama pengumuman MSCI, penurunan mencapai 1,98%, dan dilanjutkan dengan 1,85% pada 18 Mei setelah libur panjang.

Menurut Kiki, pergerakan indeks ini lebih didasari oleh penyesuaian berbasis fundamental pasar. Ia menilai ini merupakan konsekuensi logis dari berbagai transformasi yang dilakukan dalam pasar modal.

Pergerakan IHSG kini lebih mengikuti indeks acuan seperti MSCI dan subindeks utama lainnya seperti LQ45 serta IDX30 dan IDX80. Ini menunjukkan adanya penemuan harga berbasis fundamental yang lebih baik.

Saham bergerak lebih didorong oleh aspek fundamental daripada sentimen semata. Kiki menilai perkembangan ini sebagai sesuatu yang baik.

Seiring dengan berita tentang rebalancing MSCI, ada kabar baik yang turut disampaikan. Nilai aktiva bersih (NAB) reksa dana Indonesia meningkat sebesar Rp49,71 triliun tahun ini. Hal ini didorong oleh net subscription dari investor ritel.

NAB mengalami pertumbuhan sekitar 6,39%, dengan total aset kelolaan (AUM) mencapai Rp718,44 triliun. Ada pula peningkatan jumlah investor ritel baru sebanyak 7 juta sejak awal tahun.

Ini mencerminkan reformasi pasar yang tidak hanya menargetkan pertumbuhan ukuran tetapi juga menekankan pada fundamental, integritas, dan keterbukaan pasar keuangan Indonesia.

Friderica mengucapkan terima kasih kepada Prof. Sufmi Dasco, Pak Rosan, dan Pak Dony atas kehadirannya hari ini. Mereka diharapkan dapat menyampaikan informasi ini kepada pelaku pasar, khususnya investor ritel domestik.

```

Artikel terkait

Rekomendasi