Oki Ramadhana Resmi Pimpin INA, Ini Struktur Dewan Direksi Yang Baru

Oki Ramadhana Resmi Pimpin INA, Ini Struktur Dewan Direksi Yang Baru
Foto: Oki Ramadhana Resmi Pimpin INA, Ini Struktur Dewan Direksi Yang Baru. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Lembaga pengelola investasi Indonesia, Indonesia Investment Authority (INA), baru saja mengumumkan jajaran kepemimpinan barunya. Dewan Pengawas resmi menetapkan tiga sosok profesional untuk mengisi posisi Dewan Direktur.

Oki Ramadhana dipercaya mengemban tugas sebagai Ketua Dewan Direktur sekaligus Chief Executive Officer (CEO). Penunjukan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat struktur organisasi lembaga tersebut.

Selain posisi CEO, dua posisi strategis lainnya juga mengalami pembaruan kepemimpinan. Laksono Widito Widodo resmi ditunjuk sebagai Chief Investment Officer (CIO), sementara Adhiputra Tanoyo mengisi posisi Chief Risk Officer (CRO).

Jabatan mereka akan mulai berlaku secara efektif setelah seluruh prosedur administratif terkait pengunduran diri dari jabatan sebelumnya tuntas dilakukan. Ketiganya akan menjabat untuk periode 2026 hingga 2031 mendatang.

Prosesi pengangkatan para direktur baru ini telah dilaksanakan di Kantor INA pada 13 Mei 2026. Acara tersebut dipimpin langsung oleh Dewan Pengawas INA.

Hadirnya jajaran direksi baru ini juga mengakhiri masa jabatan Eddy Porwanto sebagai Pengganti Sementara CEO dan CRO. Setelah ini, Eddy akan fokus kembali menjalankan tugas utamanya sebagai Chief Financial Officer (CFO) di INA.

Profil dan Latar Belakang Dewan Direktur Baru

Oki Ramadhana yang kini memimpin INA sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT Mandiri Sekuritas. Ia memiliki latar belakang pendidikan yang kuat dengan gelar Doktor Manajemen Strategis dari Universitas Indonesia serta gelar MBA dari University of Colorado.

Oki menggantikan Ridha Wirakusumah, sosok yang menjadi CEO pertama INA sejak lembaga ini didirikan. Ridha telah menuntaskan masa baktinya selama lima tahun pada awal tahun 2026 ini.

Sementara itu, Laksono Widito Widodo membawa pengalaman luas dari jabatannya terdahulu sebagai Direktur Utama PT BRI Danareksa Sekuritas. Ia merupakan lulusan Akuntansi Universitas Indonesia yang meraih gelar MBA dari University of Hawaii at Manoa.

Laksono ditunjuk untuk menggantikan Andry Setiawan yang akan segera melepaskan jabatannya sebagai CIO. Transisi ini diharapkan dapat menjaga kesinambungan strategi investasi lembaga.

Terakhir, Adhiputra Tanoyo melengkapi jajaran direksi setelah sebelumnya berkarier sebagai Direktur Risk and Compliance di PT Bank Ina Perdana Tbk. Ia mengantongi gelar Master of Science in Financial Economics dari Erasmus Universiteit Rotterdam.

Adhiputra mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Thomas Oentoro, yang telah melepas jabatan CRO sejak tahun lalu. Berikut adalah daftar lengkap jajaran Dewan Direktur INA terbaru:

Susunan Dewan Direktur Indonesia Investment Authority (INA) periode 2026-2031:

  • Oki Ramadhana: Ketua Dewan Direktur dan Chief Executive Officer (CEO).
  • Laksono Widito Widodo: Anggota Dewan Direktur dan Chief Investment Officer (CIO).
  • Adhiputra Tanoyo: Anggota Dewan Direktur dan Chief Risk Officer (CRO).
  • Eddy Porwanto: Anggota Dewan Direktur dan Chief Financial Officer (CFO).

Daftar di atas menunjukkan kombinasi tenaga ahli yang diharapkan mampu membawa INA mencapai target investasi jangka panjang. Formasi ini menggabungkan latar belakang perbankan investasi, manajemen risiko, dan strategi keuangan.

Mandat Strategis untuk Pembangunan Ekonomi

Ketua Dewan Pengawas INA, Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini adalah bagian dari dinamika organisasi. Tujuannya adalah memastikan mandat jangka panjang INA tetap berjalan sesuai koridor.

Menurut Purbaya, INA memiliki peran vital sebagai sovereign wealth fund untuk memobilisasi modal. Investasi tersebut sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.

Dewan Pengawas optimis bahwa keahlian para direktur baru akan memperkokoh kapasitas institusional INA. Profesionalisme mereka dianggap mampu menjaga disiplin investasi dan prinsip kehati-hatian.

Langkah ini diharapkan mampu menyelaraskan strategi investasi dengan prioritas pembangunan nasional dalam jangka panjang. Penguatan organisasi ini menjadi modal penting bagi INA untuk bersaing di kancah investasi global.

Artikel terkait

Rekomendasi