Nutrisi Susu UHT Berkurang Akibat Pemanasan? Cek Penjelasan Terbaru Profesor IPB 2026

Nutrisi Susu UHT Berkurang Akibat Pemanasan? Cek Penjelasan Terbaru Profesor IPB 2026
Foto: Nutrisi Susu UHT Berkurang Akibat Pemanasan? Cek Penjelasan Terbaru Profesor IPB 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

Banyak masyarakat yang masih meragukan kualitas nutrisi susu UHT karena proses pengolahannya yang menggunakan suhu sangat tinggi. Mereka khawatir pemanasan ekstrem tersebut justru menghilangkan zat gizi penting yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.

Menanggapi kekhawatiran ini, Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof Dr Epi Taufik, S.Pt., MVPH., M.Si., memberikan penjelasan mendalam. Ia menegaskan bahwa proses pemanasan pada susu UHT tidak secara otomatis merusak seluruh kandungan gizinya.

Dalam acara bertajuk "Frisian Flag Temani Langkahmu, Kini dan Nanti" pada Minggu (31/5/2026), Prof Epi menjelaskan mekanisme di balik teknologi ini. Menurutnya, tujuan utama suhu tinggi adalah membunuh mikroorganisme berbahaya dengan tetap mempertahankan gizi utama.

Mekanisme Pemanasan yang Menjaga Kualitas Nutrisi

Prof Epi menyadari adanya anggapan keliru di mana masyarakat membayangkan susu UHT dipanaskan di atas api secara langsung dalam durasi lama. Padahal, standar industri menggunakan metode uap panas atau steam untuk menjaga kualitas produk susu tersebut.

Dalam sistem ini, susu dialirkan melalui pipa-pipa khusus dan tidak pernah bersentuhan langsung dengan sumber api. Panas yang berasal dari uap mengalir di bagian luar pipa untuk mentransfer suhu panas secara stabil.

Rincian teknis mengenai proses pemanasan susu UHT adalah sebagai berikut:

  • Suhu Operasional: Proses ini menggunakan suhu yang sangat tinggi, berkisar antara 130 hingga 140 derajat Celsius.
  • Durasi Pemanasan: Meskipun suhunya tinggi, waktu yang dibutuhkan sangat singkat, yakni hanya sekitar 2 sampai 4 detik saja.
  • Media Pemanas: Menggunakan uap panas (steam) yang dialirkan di luar pipa tanpa kontak langsung dengan api terbuka.
  • Tujuan Sterilisasi: Mematikan bakteri patogen tanpa merusak struktur kimia protein dan lemak secara signifikan.

Metode ini memungkinkan bakteri mati seketika sementara kandungan nutrisi penting tetap bisa dipertahankan sebaik mungkin. Prinsip utama dalam pengolahan pangan ini adalah mencari keseimbangan optimal antara tingkat suhu dan durasi pemanasan.

Mengapa Kandungan Gizi Tidak Banyak Mengalami Perubahan?

Meski melibatkan suhu hingga 140 derajat Celsius, Prof Epi menyebutkan bahwa penurunan gizi yang terjadi sangatlah minim. Ia tidak menampik adanya beberapa jenis vitamin sensitif panas yang mungkin kadarnya sedikit berkurang.

Namun, pengurangan tersebut relatif kecil dan tidak mengubah status susu sebagai sumber nutrisi berkualitas. Zat gizi makro seperti protein dan lemak tetap terjaga strukturnya karena paparan panas yang berlangsung sangat singkat.

Prof Epi menekankan bahwa faktor durasi pemanasan memegang peranan yang sangat vital dalam hasil akhir produk. Pemanasan singkat selama beberapa detik memberikan efek yang jauh berbeda dibandingkan jika susu direbus dalam waktu lama.

Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir karena susu UHT tetap menjadi sumber gizi yang sangat baik bagi kesehatan. Teknologi ini justru memastikan keamanan konsumsi tanpa harus mengorbankan manfaat utama dari susu itu sendiri.

Aturan Mengonsumsi dan Menyimpan Susu UHT

Susu UHT pada dasarnya telah melalui proses sterilisasi dan dikemas secara aseptik agar tahan lama dalam suhu ruang. Hal ini membuat produk tersebut sebenarnya sudah siap untuk langsung diminum segera setelah kemasannya dibuka.

Prof Epi menyatakan bahwa merebus atau memanaskan kembali susu UHT sebenarnya merupakan tindakan yang tidak diperlukan lagi. "Susu tersebut sudah steril, jadi tidak perlu dipanaskan kembali sebelum diminum," tegas sang profesor.

Bagi konsumen yang lebih menyukai sensasi susu hangat, berikut adalah beberapa panduan yang disarankan:

  • Gunakan Microwave: Anda diperbolehkan menghangatkan susu sejenak menggunakan microwave untuk mencapai suhu yang diinginkan.
  • Hindari Pemanasan Berlebih: Cukup hangatkan sebentar saja agar struktur protein di dalamnya tidak mengalami kerusakan lebih lanjut.
  • Penyimpanan Dingin: Setelah kemasan dibuka, susu wajib disimpan di dalam lemari es meskipun sebelumnya bisa disimpan di suhu ruang.
  • Waspada Kontaminasi: Begitu segel dibuka, susu berisiko terpapar bakteri dari lingkungan sekitar sehingga kualitasnya bisa menurun seiring waktu.

Langkah-langkah di atas sangat penting untuk menjaga integritas nutrisi dan keamanan pangan bagi keluarga. Dengan memahami teknologi di balik susu UHT, diharapkan masyarakat lebih bijak dalam mengolah dan mengonsumsi produk susu harian mereka.

Aspek Pengolahan Detail Informasi
Suhu Pemanasan 130 - 140 Derajat Celsius
Waktu Pemanasan 2 - 4 Detik (Sangat Singkat)
Kondisi Nutrisi Relatif Tetap Terjaga
Cara Konsumsi Siap Minum (Tanpa Perlu Direbus)

Tabel di atas merangkum fakta utama mengenai proses UHT yang memastikan keamanan bakteriologis sekaligus menjaga kualitas gizi. Pemahaman ini penting agar pembaca tidak lagi ragu akan manfaat kesehatan dari susu kemasan yang diproses dengan teknologi tinggi.

Artikel terkait

Rekomendasi