MTLA Resmi Tebar Dividen Rp9,70 per Saham dan Rombak Direksi di 2026

MTLA Resmi Tebar Dividen Rp9,70 per Saham dan Rombak Direksi di 2026
Foto: MTLA Resmi Tebar Dividen Rp9,70 per Saham dan Rombak Direksi di 2026. (Illustration by Pexels)
Ukuran teks

PT Metropolitan Land Tbk. (MTLA) secara resmi mengumumkan pembagian dividen tunai kepada para pemegang sahamnya. Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) tahun buku 2025.

Pelaksanaan rapat besar tersebut berlangsung pada tanggal 26 Mei 2026. Dalam pertemuan tersebut, perusahaan menyepakati pembagian keuntungan sebagai bentuk apresiasi kepada investor atas kinerja sepanjang tahun lalu.

Detail Pembagian Dividen dan Kinerja Keuangan

Emiten properti ini menetapkan nilai dividen sebesar Rp9,70 per lembar saham. Nominal tersebut akan didistribusikan kepada lebih dari 7,6 miliar saham MTLA yang beredar di pasar saat ini.

Kebijakan pembagian dividen ini setara dengan 18% dari total laba bersih yang diraih perseroan pada tahun 2025. Sepanjang periode tersebut, Metropolitan Land berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp412,93 miliar.

Selain mengalokasikan dana untuk dividen, perusahaan juga menyisihkan dana cadangan sebesar Rp1 miliar. Langkah ini diambil sesuai dengan ketentuan anggaran dasar perusahaan yang berlaku.

Sisa dari laba bersih tahun 2025 akan dibukukan sebagai laba ditahan oleh pihak manajemen. Dana ini direncanakan untuk memperkuat modal serta mendukung rencana pengembangan bisnis di masa mendatang.

Anhar Sudradjat, selaku Presiden Direktur MTLA, menyatakan bahwa perusahaan mampu menjaga kestabilan operasional. Hal ini tetap tercapai meskipun industri properti sepanjang tahun 2025 menghadapi berbagai dinamika pasar.

Pendapatan usaha yang berhasil diraih oleh perseroan tercatat mencapai angka Rp1,78 triliun. Capaian ini menjadi fondasi bagi perseroan untuk tetap memberikan imbal hasil kepada para pemegang sahamnya.

Anhar menambahkan bahwa fundamental usaha yang sehat didukung oleh kontribusi pendapatan berulang atau recurring revenue. Selain itu, strategi pengembangan proyek yang dilakukan secara selektif juga menjadi kunci kesuksesan perusahaan.

Perubahan Struktur Manajemen Perseroan

Tidak hanya membahas mengenai keuangan, RUPST tersebut juga menyetujui adanya perombakan besar di jajaran manajemen. Langkah ini dilakukan untuk penyegaran struktur organisasi perusahaan untuk periode jabatan 2026 hingga 2031.

Salah satu perubahan signifikan terjadi pada kursi Dewan Komisaris dengan bergabungnya figur baru. Perseroan secara resmi menunjuk Lanny Bambang sebagai Komisaris Independen yang baru.

Lanny Bambang menggantikan posisi Leland G. Rompas yang telah memasuki masa purna tugas atau pensiun. Di jajaran Direksi, terdapat pula pengunduran diri dari Santoso yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Perseroan.

Para pemegang saham juga telah mengesahkan Laporan Tahunan Perseroan untuk tahun buku 2025 secara penuh. Pengesahan ini sekaligus memberikan status acquit et decharge kepada seluruh jajaran manajemen.

Istilah tersebut berarti pembebasan tanggung jawab sepenuhnya atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dilakukan sepanjang tahun 2025. Dengan demikian, laporan pertanggungjawaban manajemen telah diterima dengan baik.

Berikut adalah rincian susunan manajemen PT Metropolitan Land Tbk. untuk masa jabatan 2026–2031:
  • Jajaran Direksi:
  • Anhar Sudradjat (Presiden Direktur)
  • Olivia Surodjo (Direktur)
  • Wahyu Sulistio (Direktur)
  • Andi Surya Kurnia (Direktur)
  • Jajaran Dewan Komisaris:
  • Junita Ciputra (Presiden Komisaris)
  • Iwan Putra Brasali (Komisaris)
  • Nanda Widya (Komisaris)
  • Thomas Johannes Angfendy (Komisaris Independen)
  • Lanny Bambang (Komisaris Independen)

Struktur kepemimpinan baru ini diharapkan dapat membawa MTLA mencapai target pertumbuhan yang telah ditetapkan. Salah satu target ambisius mereka adalah meraih marketing sales senilai Rp2 triliun pada tahun 2026.

Proyeksi dan Strategi di Tengah Tekanan Pasar

Manajemen MTLA menyadari adanya tantangan dari faktor makroekonomi seperti fluktuasi suku bunga BI Rate. Hal ini sangat berpengaruh terhadap minat masyarakat dalam mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Oleh karena itu, perseroan terus mencermati pergerakan pasar untuk memitigasi risiko penurunan daya beli. Strategi pemilihan proyek yang tepat sasaran tetap menjadi prioritas utama guna menjaga arus kas perusahaan.

Metropolitan Land dikenal melalui berbagai proyek besar seperti Metland Transyogi dan pengembangan kawasan mandiri lainnya. Portofolio properti yang beragam membantu perusahaan tetap kompetitif di antara emiten properti besar lainnya.

Pihak manajemen optimis bahwa dengan struktur organisasi baru, efisiensi operasional akan semakin meningkat. Fokus utama mereka tetap pada pemulihan kinerja di tengah tekanan pasar yang masih berlangsung.

Ringkasan informasi utama rapat pemegang saham MTLA:

Kategori Detail Informasi
Nilai Dividen Rp9,70 per lembar saham
Total Laba Bersih 2025 Rp412,93 Miliar
Rasio Pembayaran Dividen Sekitar 18% dari laba bersih
Pendapatan Usaha Rp1,78 Triliun
Periode Jabatan Manajemen Tahun 2026 hingga 2031

Data di atas menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara pembagian keuntungan dan ekspansi usaha. Angka-angka tersebut mencerminkan kondisi kesehatan finansial Metropolitan Land yang cukup solid.

Sebagai informasi tambahan, keputusan investasi yang diambil pembaca berdasarkan data ini sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi. Artikel ini disajikan sebagai informasi berita bisnis dan bukan merupakan ajakan untuk melakukan transaksi saham tertentu.

MTLA kini bersiap untuk mengarungi sisa tahun 2026 dengan jajaran pimpinan yang lebih segar. Fokus pada pendapatan berulang dan proyek selektif diharapkan menjadi katalis positif bagi harga saham perusahaan ke depan.

Artikel terkait

Rekomendasi