PT Metropolitan Land Tbk. (MTLA) telah mencapai marketing sales sebesar Rp677 miliar hingga April 2026, mencakup 33,85% dari target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp2 triliun. Selain itu, perusahaan berencana melanjutkan ekspansi di Sulawesi Utara dengan membangun proyek hotel dan residensial baru di wilayah tersebut.
Menurut Presiden Direktur MTLA, Anhar Sudradjat, dari total pemasukan tersebut, sekitar 73% berasal dari pre sales, sementara 27% sisanya didapat dari pendapatan berulang. "Kami tetap optimis terhadap prospek industri properti meskipun kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat masih fluktuatif," ujarnya dalam pernyataan tertulis, Kamis (28/5/2026).
Di sektor perhotelan, MTLA sedang mempercepat pembangunan Metland Marron Hotel di Tomohon, Sulawesi Utara. Hotel ini dijadwalkan mulai beroperasi pada semester II/2026 dan diharapkan dapat menguatkan portofolio hospitality MTLA serta menangkap potensi wisata di Indonesia Timur.
Selain proyek di Sulawesi, MTLA telah menyelesaikan tahap topping off dari Metland Smara Hotel di Bekasi pada Januari 2026. Hotel bintang empat tersebut mengusung konsep city hotel dengan restoran rooftop yang menawarkan panorama Kota Bekasi, menjadikannya destinasi bisnis baru di wilayah ini.
MTLA juga agresif memperluas proyek residensial dengan meluncurkan beberapa klaster baru yang sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini. Beberapa klaster tersebut antara lain Neora di Metland Menteng, Kertanata di Metland Kertajati, serta Brassia Garden di Metland Cikarang.
Adapun pemasaran produk unggulan lainnya seperti klaster Walden di Metland Transyogi, Barcelona Cove, dan South Tresor fase 2 di Metland Cyber Puri, hingga Havana Breeze di Metland Cibitung terus dilanjutkan. Dalam sektor komersial, MTLA telah mengoperasikan G’AVEnue di Grand Metropolitan Bekasi sejak 13 Februari 2026.
Lokasi terbaru tersebut menawarkan konsep semi outdoor dengan dominasi tenant food & beverage, memenuhi kebutuhan lifestyle dan kuliner untuk masyarakat Bekasi dan sekitarnya. Anhar menyatakan bahwa MTLA terus berinovasi dan memanfaatkan strategi pemasaran digital untuk menjaga pertumbuhan penjualan di tengah tantangan daya beli masyarakat.
Disclaimer: Berita ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham. Pembaca bertanggung jawab atas keputusan investasi mereka sendiri. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan atau kerugian yang timbul dari keputusan investasi pembaca.
Untuk informasi lebih lanjut, pembaca dapat mengakses artikel lainnya melalui Google News dan WA Channel.